Belajar Dari Sebuah Kehilangan

Adhe Nitha

 

Dalam hidup adanya pertemuan dan adanya perpisahan itu seperti suatu kepastian yang tak dapat di pungkiri. Terkadang kita lebih senang saat bertemu dan tak ingin berpisah, berpisah adalah kehilangan yang terasa oleh kita. Kehilangan biasanya akan sangat membuat kita gelisah, galau, dan tak menentu karena kita kehilangan yang tak akan kembali seperti kehilangan seseorang dalam cinta, dalam keluarga, dalam persahabatan, dan barang (benda) kesayangan.

Itu terkadang membuat kita larut dalam kesedihan dan menyalahkan waktu membuat harapan kalau waktu dapat berputar kembali…hailooo ga mungkin banget kan, nah di situ sebenarnya kita di uji sebagai seorang yang kuatkah atau seperti apa diri kita, ingat kawan kalau hidup ujian sama seperti saat kita sekolah setiap akhirnya bahkan harinya ada saja ujian dalam bentuk soal-soal latihan, saat seperti itu terkadang sesak menjalar di hati sesak dan emosi saling berargumentasi tak ingin disalahkan. Kalau kita kehilangan tumpahkan sedih dan emosi pada saat itu juga namun dengan cara yang baik seperti menangis ya menangislah secapai kita menangis dan di saat itu juga ingatlah tentang sesuatu yang hilang itu.

Ssaat sudah sedit lega tarik napaslah perlahan dan hembuskan dengan perlahan pula agar sesak di dada sedikit berkurang dan memberi udara bersih masuk sebagai kesejukan sedikit di saat sesak melanda, setelah itu katakan lirih terdengar oleh sendiri “saya ikhlaskan yang hilang agar apa yang hilang menjadi manfaat bagi sesuatu yang hilang itu” maka dengan ikhlas akan sedikit hilang beban walau pasti ikhlas 100% itu sulit (saya akui itu). Dan si ikhlas ini yang akan mengajari kita sabar dalam hidup yang selanjutnya seperti sabar untuk mendapat pengganti apa yang hilang dan macam bentuk lainnya contohnya sabar menghadapi hidup tanpanya ya itu contohnya. Ketika kehilangan memberi pelajaran tentang keikhlasan dan keikhlasan memberi arti kesabaran maka hari-hari berikutnya menjemput sebuah kebahagiaan, kebahagiaan yang di dapat dengan sabar yang ikhlas nikmatnya luar biasa. Mulai saat ini mari kita mulai belajar dari sebuah kehilangan.

*maaf, tulisannya tidak serapih yang semestinya namun notes ini hanya bertujuan ingin berbagi tentang apa yang pastinya kita semua mengalaminya dalam hidup, hidup itu indah seindah kita menatanya untuk menjadi indah dalam setiap harinya, hidup itu ujian sebagaimana setiap menitnya pasti ada cobaan walau kadang kita tak pernah menyadarinya, hidup itu…..(Dll) mari kita buat indah hidup kita*

By: adhe nitha 
Date: 01 desember 2011 
~~~power of life~~~

 

7 Comments to "Belajar Dari Sebuah Kehilangan"

  1. adhe  3 February, 2012 at 18:26

    @all: makasih untuk komennya, semoga semuanya makin mencari arti hidup dari cerita yang berlalu dan di lalui tiap harinya…agar esok akan lebih baik dari hari ini….amin

  2. J C  23 January, 2012 at 22:15

    Benar sekali Adhe Nitha…setuju banget…

  3. anoew  23 January, 2012 at 07:41

    Saya suka kalimat ini:

    hidup itu ujian sebagaimana setiap menitnya pasti ada cobaan walau kadang kita tak pernah menyadarinya

  4. Kornelya  21 January, 2012 at 22:21

    Nita, ikhlas namun menyisahkan kepedihan. Bersahabat dengan kepedihan tidak semudah keikhlasan. Salam.

  5. Dj.  21 January, 2012 at 14:08

    Komentarnya boleh nnyanyi kan….???

    Sebentar ambil gitar dulu….
    Yuk…nnyanyi sama-sama, biar rame….
    Hahahahahaha…!!!
    Semoga tidak ada yang kehilangan hari ini.
    Salam, manis dari Mainz.

    HALANG….!!!

    Di depan mata engkau gadis yang paling setia
    Di depan mata engkau gadis yang berhati mulia
    Tak ku bayangkan yang terjadi di balik ini
    Tega nian kau menghianati

    HILAAAAAANG…. permataku hilang harapanku
    Yang kupupuk sejak dulu kala
    Aku tak mengerti mengapa terjadi
    Pada saat aku menderita

    Ku tak memuji pribadiku dari yang lain
    Aku merasa tak setitik membuat roda
    Kasih sayangku kuimpikan abadi selalu
    Pedih perih hancurlah hatiku

    Hilang permataku hilang harapanku
    Yang kupupuk sejak dulu kala
    Aku tak mengerti mengapa terjadi
    Pada saat aku menderita

  6. Linda Cheang  21 January, 2012 at 09:55

    adakalanya lebih baik kehilangan daripada mendapatkan…

  7. Lani  21 January, 2012 at 08:32

    1

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.