Ibu

Alfred Tuname

 

Malam menjelang Natal, ibu memutar susu formula. Sementara ayah menggendongnya dengan lembut. Sesekali kumis ayah menyentuh halus pipinya. Seorang anak perempuan mungil dan cantik tahu yang mana sentuhan sang ayah dan mana sentuhan seorang ibu. Suara tangisan kecil bergema seperti nyanyian  malaikat. Tangisan bayi itu adalah bahasa. Ia sedang lapar.

Lalu ibu menggendong bayi perempuan itu. Nyanyian bunda menghibur bayi yang sedang makan. Sesekali bayi ditimang dengan gerakan-gerakan menggemaskan. Dalam hatinya, bunda berharap, “cepatlah besar,  nak. Jadilah anak cantik yang baik”.

Ayam berkokok pertanda hampir pagi. Mimpi telah membawa ayah pegi ke dunianya sendiri. Pelukan ibu masih melekat pada tubuh bayi. Sayup-sayup mata ibu masih tertahankan. Cahaya cintanya lebih kuat dari rasa ngantuk. Itulah seorang ibu.

Cinta seorang ibu kepada anaknya adalah penyerahan diri yang utuh pada kehidupan. Cahaya Ilahi terpecik dalam kasih seorang ibu. Ibu selalu setia dan tidak pernah menuntut. Ia mencintai bukan demi sebuah penghormatan atau penghargaan. Ia mencintai karena cinta. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Ruang emas dalam hatinya, ibu berikan seluruhnya untuk anak dan ibunya.

Arswendo Atmowiloto (2009) dalam novel pribadinya “Dua Ibu” mengurai tanda seorang ibu. Pertama, ibu ialah sebutan untuk perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua,  ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaanya sendiri buat anak orang lain. Dan ibu yang teristimewa ialah ibu dengan paduan dua sifat itu. Tetapi ibu tidak berhenti pada tampakan definisi itu. Ibu adalah segala-galanya. Kepadanya, mazmur pujian dan syukur pantas dinyanyikan.

”Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa…” Ibu selalu memeluk anaknya dengan tangannya yang halus meski harapan mulai menepi. Senyum ibu menjadi layar terkembang di tengah arung gelombang kehidupan menuju tanjung harapan yang lebih baik.

Mengasihi ibu adalah hukum alam yang paling utama (prima natura lex).  Di tanganmu, harapan dunia yang damai ditahtakan.

Untuk ibuku, aku menyayangimu. Kalimat manis itu selalu terungkap. Dan frase terima kasih, sejatinya, tidak pernah cukup untuk membalas jasamu. Tetapi aku hanya punya itu. Saat ini dan nanti ibu selalu di hati.

 

Djogja, Desember 2011

Alfred Tuanme

 

7 Comments to "Ibu"

  1. J C  23 January, 2012 at 22:17

    Terima kasih mengingatkanku akan mendiang Ibunda…

  2. Kornelya  21 January, 2012 at 22:34

    Kasih Ibu, mama, ende, masih menempati ruang dalam kehidupanku. Tabe mekas AT.

  3. nu2k  21 January, 2012 at 16:03

    Dimas Alfred, belum membaca seluruhnya. Hanya dari alenia terakhir saja saya sudah SETUJU dan ikut baris di belakang tulisan anda… Groeten en hoe gaat het met dimas. Fijn weekend en doe doei, nu2k

  4. Dj.  21 January, 2012 at 14:27

    Bung A.T.
    Terimakasih, sudah diingatkan…
    Benar, didunia ini, Kasih ibu kepada beta, tak akan ada bandingannya….

    Jadi inginnn nyanyi lagi….

    Oh ibuku
    Hatiku pilu seorang diri
    Bila kuingat
    Masa yang telah silam
    Ku dibesarkan oleh ibuku
    Di kampung halamanku
    Tapi kini hanya kenangan
    Yang kualami
    Kini kududuk seorang diri
    Di malam sunyi
    Terdengar olehku
    Suara gitar yang mengalun
    Kuteringat ayah bundaku
    Yang telah tiada kini
    Selamat tinggal
    Kampung halamanku abadi

  5. Linda Cheang  21 January, 2012 at 09:46

    Alfred, ada juga ibu yang tidak peduli pada anak-anaknya karena hanya memikirkan diri sendiri sampai detik ini!
    Gambaran yang Anda tulis di atas adalah gambaran ideal seorang ibu, sementara di alam nyata, tak semua ibu ideal seperti itu…

  6. Nuchan  21 January, 2012 at 08:36

    Selamat pagi Al. Tulisan singkat yg membangkikankenanganmanis ttg ibu.ibu selalu akan menjadi tokoh penting dalam menentukan sukses tidaknya sebuah keluarga. Ma kasih artikelnya.Met wiken!GBU!

  7. Lani  21 January, 2012 at 08:33

    1

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.