Menelusuri Suatu Senja

Meitasari S

 

Menelusuri suatu senja bersamamu
Seolah menghitung kembali bulir-bulir airmata yang sempat jatuh
Juga mengenang canda tawa yang terukir di angin
Di tapak-tapak basah di sebuah pematang yang selalu kita lewati bersama
Yang tak luput dari tukar amarah karena selisih beda…..

Lalu katamu….
Cinta sejati adalah mencintai hingga terluka !

Dan kuhela nafasku yang semakin menyesak dada….
Kusimpan segala yang pernah kau ucapkan
Di tanah basah yang mengukir langkah kita

Meski badai berlalu,
Gemuruhnya tetap abadi, tersimpan di dedaunan dan bahkan abu dan debu
Biarkan aku memeluk mimpimu dalam diam
Lalu membiarkannya pecah berkeping-keping
(Demikian katamu…..)

Kemudian hening menyelimuti…….
Hingga kini……..

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

19 Comments to "Menelusuri Suatu Senja"

  1. Meitasari S  25 January, 2012 at 06:37

    R. Widya : tp jgn sampe ktiduran yak!

  2. Meitasari S  25 January, 2012 at 06:36

    Mas anoew, suka kan yg ketat sampe bikin sesak? Hayo!

  3. R. Wydha  24 January, 2012 at 10:38

    ” Cinta sejati adalah mencintai hingga terluka ! ” hemmm,,, Cinta Sejati adalah Cinta Tulus dan Apa Adanya hingga Menutup Mata

  4. anoew  24 January, 2012 at 09:49

    Dan kuhela nafasku yang semakin menyesak dada….

    Sesak? Apa waktu jalan-jalan memakai baju ketat?? Wah..

  5. Meitasari S  24 January, 2012 at 06:29

    JC : PITENAH! ra sah gawe gosip! Tp sing jelas njelehi ora iso ngece awakmu. Asem tnan! Ha ha ha

  6. J C  23 January, 2012 at 22:15

    Ooooohhh…ini tho yang menelusuri senja bersama pak Hand, terus ditraktir pak Hand, terus telepon aku mau ngece…

  7. Meitasari S  23 January, 2012 at 11:17

    yu lani, ha ha gpp yu, kdg2 puisi yg ruwet jg sulit kupahami,. Happy holiday, yu!

  8. Meitasari S  23 January, 2012 at 11:14

    lya, ya biasa org tak mau, tetapi dlm perjalanan waktu mereka sudah melakukannya tanpa menyadari, memberikan diri bagi yg dicintai …

  9. Kornelya  21 January, 2012 at 22:24

    Meita, emoh mencintai sampai terluka. Hidup hanya sekali.Salam.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.