Ketika Aku di Kamar Mandi

Dian Nugraheni

 

Bisanya, liburku hanya hari Minggu, karena aku kerja enam hari dalam seminggu, delapan jam dalam sehari. Kali ini, dapat bonus libur Thanksgiving’ Day empat hari.., benar-benar bonus yang terasa sebagai bonus. Bisa bangun agak siangan, bisa nggak mandi seharian, bisa jalan-jalan santai bersama keluarga..

Tapi hari Minggu tetaplah hari besar buatku, karena di hari ini, nyaris semua kegiatan domestik rumah tangga aku kerjakan. Yang paling pokok adalah laundry, membersihkan dapur dari lantai hingga ke sudut-sudutnya sampai lantainya bersih dan aman untuk bergulingan. Anakku, Alma sering bilang, “sini aku tes, lantainya sudah beneran bersih belum…” sambil berkata demikian, dia akan melepas sandalnya dan masuk dapur, bahkan diusapnya lantai dapur dengan tangannya, lalu dia duduk-duduk sebentar di lantai dapur sambil tersenyum-senyum, “perfecto…bersih banget…!” Hmm, puas deh kalau sang penilai ini sudah bilang begitu..

Sementara Alma dan Kakaknya, Cedar, melipat baju hasil laundry, aku masuk kamar mandi. Kamar mandi apartemen ini hanya berukuran 2.5 x 2.5 meter. Kamar mandi American Standard, artinya, ada wastafel, closet duduk, bathtube lengkap dengan tirai dan kran showernya. Empat sisi dindingnya adalah keramik, ada jendela yang bila dibuka langsung mendapat pemandangan halaman samping apartemen, dan berfungsi untuk memasukkan udara segar sesekali bila dibuka..

Sedangkan bagian atapnya, adalah kayu yang dicat dengan cat waterproof, jadi kemilau dan kalau kotor bisa dilap dengan lap basah..

Setiap saat aku masuk kamar mandi, pasti ada satu pertanyaan yang merasuki pikiranku, “sebenarnya ini kamar mandi atau perpustakaan..?” Yaa, karena di rak besi stainless yang berdiri di belakang closet, nampak sangat penuh dengan buku-buku dan barang-barang kamar mandi lainnya, yang lebih sering not organized, alias enggak teratur..

Ini gara-gara kalau pada ngambil tisu gulung untuk mengganti tisu closet yang habis, enggak dirapihkan lagi. Atau habis pakai pernik-pernik kamar mandi seperti lotion atau handbody, enggak ditaruh kembali dengan manis. Tap yang paling mengganggu adalah tumpukan buku-buku tebal, yang menjadikan kamar mandiku serasa perpustakaan. Itu kebiasaan suamiku yang suka lama-lama duduk di atas closet yang tertutup sambil baca buku, lalu naruhnya asal brekk…aja, jadinya ya itu tadi, tidak teratur..

Mengeluhkah aku..? Weeehhh, tidak ada waktu untuk mengeluh. Kalau pun ada keluhan, hanyalah, karena aku cuma punya waktu sekali dalam seminggu untuk membereskannya.

Apa yang aku lakukan di kamar mandi jika sudah demikian..? Nomor satu, membersihkan kloset. Tuang cairan pembersih, sikat dengan sikat bergagang, lalu flush..! Flush.. sekali lagi. Kemudian semprot dengan wipol, bersihkan semua sisi kloset. Membersihkan kloset, done..!

Nomor dua, cuci wastafel, gosok semua bagian sampai detil di bawahnya, dan sentuhan akhir pastilah disemprot wipol. Membersihkan wastafel, done!

Nomor tiga, semprotkan cairan pembersih pada ke empat sisi dinding kamar mandi, gosok dan cuci hingga bersih, dilap pakai handuk bersih. Kemudian semprotkan wipol, lap kembali dengan handuk bersih. Dinding kamar mandi, done..!

Nomor empat, bersihkan atap kamar mandi. Lha kenapa sampai atap dibersihkan..? Itu karena kebiasaanku dan suamiku, sering duduk-duduk berdua di kamar mandi, sambil ngobrol ngalor ngidul, sambil ngopi hangat, kadang-kadang ngemil juga. Dan yang nggak ketinggalan adalah, udud bersama. Acara ini sering kami lakukan ketika kami sama-sama ada di rumah, karena jadwal kerja kami agak berbeda, jadi nggak terlalu banyak kesempatan macam ini.

Karena kebiasaan udud bersama di kamar mandi ini, atap terkadang nampak menguning. Itu tar dari asap rokok yang menempel pada atap. Nahh, acara “mengepel” atap ini yang paling membuat krenggosan. Setelah ngos..ngos…, akhirnya selesai juga. Membersihkan atap kamarmandi, done..!

Nomor lima, ambil keset kamar mandi dan penutup closet, masukkan ember, tuang cairan pencuci, kemudian sikat, bilas hingga bersih, dan keringkan. Mencuci keset dan penutup closet kamarmandi, done..!

Nomor enam, menyikat lantai kamar mandi. Tuang cairan pembersih, sikat sampai berbusa, dan bersihkan dengan pel, kemudian lap dengan handuk khusus buat lantai. Tes dengan colekan tangan, kalau sudah kesat, berarti cairan pembersih sudah terangkat semua. Menyikat lantai kamar mandi, done..!

Tiba-tiba kamarmandi diketuk, itu suamiku, “Ngopi..”

Lalu kamar mandi aku buka, kemudian di dalam kamarmandi yang belum sepenuhnya tertata, lagi-lagi kami duduk berdua sambil udud, ngopi, dan ngobrol sedikit. Kira-kira 10 menit jeda, ngopi dan bgobrol pagi ronde pertama, done..!

Nomor tujuh, rapihkan rak kamar mandi, tata buku-buku yang berserakan, tata pernik-pernik kamarmandi di tempatnya. Menata rak kamarmandi, done..!

Nomor delapan, aku masuk ke bathtube, menggosok dalamnya hingga bersih, otomatis seluruh tubuhku basah, anatara campuran keringat dan cipratan air. Maka langsung aku mandi pakai shower, deh, keramas pake air hangat.

Membersihkan bathtube sekaligus membersihkan badan sendiri, done..!

Selesai itu semua, sebelum aku meninggalkan kamarmandi yang sudah nampak kinclong, aku semprotkan pewangi ruangan rasa “After Rain”.., hmm…, benar-benar segar, seperti membaui tanah basah dan rerumputan setelah diguyur hujan… Saatnya ngopi ronde kedua, kali ini sambil Facebookan di meja tengah….

Senangkah hatiku..? Tentu sajaaaaa…ha..ha..ha..

Hal-hal begini memang membuatku senang, karena, “bergerak” adalah salah satu jurus pain reliefe bagi tubuhku yang sudah semakin menua, kadang terasa pegal sana sini, kadang terasa tegang kepala pusing, dan gangguan-gangguan lain. Juga jangan terlalu men”judge” bahwa merokok itu selamanya buruk. Sebab, banyak orang-orang menjadi sakit bahkan mati, gara-gara setress. Nahh, bagi sementara orang yang menghayati udud sebagai suatu hal yang berguna, maka akan terasa sebanding, bahwa. dengan merokok, itu juga salah satu jalan untuk pain reliefe, kalau yang ini, pain dalam hati dan jiwa….

Inilah gaya hidup yang sedang aku jalani. Nasty.., jorok.., tak sehat..? Hmmm, ya jangan ditiru. Atauuu.., ini nampak sebagai tantangan..? Maka boleh dicoba dulu buat tema-teman…he..he..he….

 

Virginia,

Dian Nugraheni

Minggu, 27 November 2011 jam 3.52

(Hari ini sejuk.., jangan sampai kau merasa kehilangannya…nikmati saja semilir angin akhir musim Gugur ini…)

 

34 Comments to "Ketika Aku di Kamar Mandi"

  1. Dj.  27 January, 2012 at 23:26

    Dian Nugraheni Says:
    January 27th, 2012 at 10:08

    Pak DJ..he2.., iya tuh, nggak ada yang alok tapi saya kok sudah keburu membela diri soal udud yaa..,
    yaa, itu sebenere otak saya aja yang berasumsi bahwa yang namanya udud itu, secara umum memang dibilang jelek…bla..bla..bla..
    Sebenere saya juga enggak nyandu2 amat, berhenti brek langsung juga sangat bisa, cuma nek wes brenti tuh, knapa malah saya punya jantung detaknya jadi gak karuan, badan meriang, gulu cengeng, kalau sudah gitu..wehh, jadi susah ngapa2in….he2..makasih ya pak DJ…
    ——————————————————————————

    Mbak Dian…..
    Dj. senang dengan kalimat-2 terakhir….
    Yakin seperti yang mbak Dian tulis, kalau mau berhenti, pasti bisa. !!!! Amin..!!!
    Mengapa Dj. aminkan…???
    Karena Dj. juga sejak SMP sudah merokok, bahkan sampai tahun 1981 ( januar ) masih merokok.
    Tapi tgl. 1 Februar 1981 Dj. bilang harus berhenti, kasihan anak-anak yang secara pasiv turut merokok.
    Itu jauh lebih berbahaya daripada Dj. sendiri.
    Puji TUHAN….!!!
    Sampai sekarang tidak pernaha coba-coba lagi dan juga tidak ada keinginan untuk mencoba.
    Jadi Dj. juga membbayangkan, bagaimana dengan putra-putri mbak Dian.
    Kasihanilah mereka yang tidak biisa menolak asap rokok mbak Dian.
    Pernah Dj. bicara dengan seorang dari Maroko yang praktek kkerja disawah dimana Dj. ngarit.
    Dia merokok 1 bungkus/ hari = € 5,- Jadi sebulan € 150,- dan setahun € 1800,-
    Dj. bilang, dengan uang € 1800,- atau $ 2000,- lebih, kamu bisa liburan kemana kamu mau.
    Ngapain uang dibakar…??? itu gajimu 1 bulan.
    Satu saat dia datang ke Dj. dan bilang…
    Dj. saya sudah berhenti merokok, terimakasih….

    Mbak Dian, kalau takut, bahwa setelah berhenti merokok, bisa pusing, gulu cengen, jantung detaknya tidak teratur, atau badan meriang….
    Cari kesibukan/ hobby yang lain diudara yang segar….
    Olahraga ringan dan dibantu dengan doa, pasti deh, Dj. yakin mbak Dian juga bisa berhenti.
    Dj. bantu doa dari Mainz.
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya.
    TUHUAN MEMBERKATI KELUARGA MBAK DIAN…!!!

  2. non sibi  27 January, 2012 at 22:20

    He.. he.. Dian untung saya ngerti bhs Jawa yg ditulis itu, soale saya org Betawi. Apalagi klo musti kerja di hari libur nasional, jam pertama sdh dibayar 2x lipat khan? Di Amrik saya tdk pernah OT, dulu di AmEmb Jkt sering

  3. Lani  27 January, 2012 at 13:02

    24 DIAN : kabarku apik2 ae……siap2 mo rehat dolooooooo…….apakah msh kademen saat ini? jare Dewi dikau asal PURWOREJO? nek ngono podo karo aku

  4. anoew  27 January, 2012 at 12:56

    tak tambahi sing semriwing, kiwir2 tur ndawir..ha2…gosoken dewe…

    Wuaaaah opo ikiy kok kiwir-kuwir ndlawir? Kuping?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *