Museum Dirgantara Mandala (Lagi)

Dewi Aichi – Brazil

 

Saya sampai minta saran buto ijo alias JC, judulnya apa gitu. Lha…saya ngga mau kalah dong dengan pak Handoko. Mungkin pembaca mengira, ada part 2 dari tulisan pak Handoko yang berjudul “Museum Dirgantara Mandala”.

Wah sirik saya sama pak Handoko, wong saya yang ke Museum Dirgantara Mandala duluan, kok pak Handoko yang laporan ke baltyra duluan. Lagian pak Handoko urik(curang), ngga mau nyamperin saya, takut saya minta jajan ya? He he…bercanda..!

Sebagai orang Jogjakarta, saya ngga mau kalah dong, masa kalah sama orang Solo(pak Handoko) hi hi hi…! Saya juga mau ceritakan kunjungan saya ke Museum Dirgantara Mandala waktu itu. Eh..bukan kunjungan saya ding, tapi kunjungan anak saya bersama teman-temannya, dan saya menyusul kemudian untuk mengabadikan saja dalam foto-foto.

Tapi terima kasih saya kepada pak Handoko, karena sudah ada penjelasan tentang Museum Dirgantara Mandala yang ditulis oleh pak Handoko, maka saya irit, tidak perlu menjelaskan di sini. Lumayan..jari ngga keriting.

Waktu itu, dari sekolah anak saya mengadakan kunjungan ke museum ini. Hari Sabtu biasanya sekolah mengadakan kegiatan di luar ruang, outbond atau kegiatan social lainnya seperti kerja bakti, membersihkan lingkungan kelas. Sabtu itu acara mengunjungi museum.

Karena saya juga ada janji ketemu teman di Kotagede, maka sekalian saya akan menyusul anak saya ke museum. Maka saya menyusul kemudian. Dari Kotagede kan tinggal lurus saja dan dekat.

Saya juga melewati jalan layang Janti, dan sempat mampir ke JFC sekedar melihat pameran kerajinan nusantara. Niat saya menyusul anak saya juga ingin mengabadikan kebersamaan anak saya bersama anak-anak lainnya saat bersekolah di Jogjakarta. Dan inilah yang bisa saya pamerkan di sini.

Saat berada dalam museum.

 

Foto bersama teman-teman dan bapak ibu guru.

 

Bersama bapak kepala sekolah (dosen YKPN) Jogjakarta.

 

 

Nah foto-foto yang di bawah ini adalah saat pulangnya mampir ke masjid Agung UGM.

He he…foto di atas, saya menyuruh semuanya bilang aaaaa….! Jepret……….jadi deh rame..!

 

Bersama teman paling akrab dalam satu kelas.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

30 Comments to "Museum Dirgantara Mandala (Lagi)"

  1. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 06:50

    Lani, lha dirimu milih yang mana…….aku tak sama saja sama pilihanmu..!

  2. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 06:49

    pak DJ ha ha…wong saya kawin sama sapi kok, anak saya bukan banyak (angsa) pak, tapi anak saya pedhet he he….

    Terima kasih, salam saya dari Sao Paulo…!

  3. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 06:45

    Nah Imeii, itu dia…top kan pengarah gayanya siapa dulu dong…..sayaaaaa….he he..

  4. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 06:37

    Wah mas Elbe….matur suwun sudah menganalisa foto ha ha….kocak banget analisanya..! nanti aku kirim foto2 untuk dianalisa ahh….

  5. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 06:36

    Kornelya…terima kasih, iya aku juga berpikir begitu…banyak moment yang kuabadikan, setiap saat, sepanjang usianya.

  6. Lani  25 January, 2012 at 13:41

    DA : SRONDOL? opo TRONDOL??? wakakak……..

  7. Dj.  25 January, 2012 at 00:35

    Mbak DA…..
    Anakmu ki sing endi….??? ( anakmu tu yang mana…??? )
    Mbok e mung nulis anak e mlancong karo konco-kancane…
    ( ibunya asal nulism, tapi lupa kasi tau yang mana anaknya yang bersama teman-temannya )
    Tapi lali sing endi anak e…. ( tapi yang mana anaknya ).
    Dasar mbak DA, wis cilik mentik, anak e akeh banget..
    ( dasar mbak DA, sudah kecil banget, tapi anaknya banyak banget )
    Hahahahahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz yo mbak….

  8. Imeii  24 January, 2012 at 23:22

    seru DA.. foto kedua dari bawah.. sampai guru2pun ikutan heboh haha

  9. Elbe  24 January, 2012 at 23:11

    Permisiii…ikut nimbrung; nuwun sewu kalo comment-nya sudrun…

    THE BEST ACTION menurut saya adalah nomor 4 dari atas. Perhatikan : Ada yang gaya “metal” (yg artinya I LOVE U – bhs.Isyarat para tuna rungu kelingking, telunjuk, jempol diperlihatkan,dua jari lain dilipat) bocah belakangnya -keroncong mania-melet ngledek si metal boy;sampingnya metal boy..lha..kok???..waah..ati-ati Le!…mosok jeruk mangan jeruk!.

    Di depan metal boy, gendhuk (yg pake kerudung) gaya NGE-RAP* yo…yo..yo…yogya,..yogya…yogya istimewaaa…*Belakangnya Ndhuk Rapper. bocah cewek dibelakangnya bingung: “..iki si mbak mendhem opo to yo?…”Bocah botak : “..wah koyok’e..mboys tenan gaya ne..mestine yo aku sing pante…lha wong wis bothak ngene kok yo kalah karo wedho…”

  10. Kornelya  24 January, 2012 at 21:36

    Wi, foto anak lanangmu bersama teman-temannya, nanti akan menjadi sangat berharga. Usia lugu, gigi ompong, menggemaskan. Salam.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *