Menghadiri Pernikahan Sahabatku Gadis Thailand (2)

Uci

 

Suara alarm dari handphone, mengakhiri tidur kami di desa Si san ca na lai, nama desanya  panjang amat ya? Ya memang begitulah nama dari desa tempat kelahiran Nissa. Satu persatu kami beranjak dari tempat tidur, kedua kurcaci, seperti biasanya di hari libur selalu mudah untuk dibangunkan. Jangan tanya di hari sekolah, Mak Bapaknya selalu harus kreatif membuat mereka bangun. Setelah berdandan seadanya, dengan mengenakan kebaya yang dipilih kurcaci boy, yang sejak dari rumah kurcaci boy  sudah memesan maknya mengenakan kebaya coklat yang jarang dikenakan.

Tanpa bekal  sarapan kami mengendarai mobil  ke lokasi Rumah Joglo, Rumah Joglo tempat acara pernikahan Nissa dilangsungkan. Tentu saja kami terlambat karena acara dimulai jam enam pagi, dan kami baru tiba jam 7. 30 pagi, terlambat satu setengah jam. Tidak ada waktu untuk menghitung banyaknya jumlah mobil yang terparkir di areal  parkir tetapi kami masih mendapatkan tempat  yang strategis untuk parkir. Disambut oleh Sepupu Nissa yang cantik Po  Pacarnya menyalami kami dan mengantar kami memasuki Rumah Joglo.

Prosesi penyerahan Mas Kawin dan Restu Keluarga

Suasana tempat itu berubah dari pemandangan yang kami lihat tadi malam. Kini Karpet merah terhampar di halaman rumah joglo, terbentang dari lahan parkir  hingga mencapai anak tangga rumah joglo. Diatas rumah Joglo, berbagai macam makanan dan bingkisan-bingkisan kado tersusun rapi, foto-foto pre wedding pengantin menghiasi setiap sudut rumah Joglo sepintas Rumah Joglo menjadi seperti museum pernikahan, para tamu menyempatkan diri menikmati hasil seni foto-foto  berukuran besar yang dibingkai dengan bingkai kayu yang sangat artistik. Acara pernikahan Nissa, tampak sangat  Indah, dimulai dengan acara Keluarga, Acara Agama, kemudian Acara Adat, diakhiri dengan Perjamuan. Pernikahan Nissa berlangsung dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore.

Sepanjang Acara berlangsung, Tentu saja saya  tidak tinggal diam, sibuk memperhatikan apa saja yang dapat  dipelajari. Maklumlah  ini pertama kali saya menghadiri pernikahan Ala Thailand.

Suasana  di atas rumah Joglo tampak ramai, Terlihat keluarga mempelai perempuan sudah siap di atas rumah panggung, Iringan pengantin Pria tampak berjalan memasuki Pintu Gerbang rumah Joglo. Sementara itu, di sisi kiri dan kanan karpet merah yang terhampar, berdiri para penyambut mempelai Pria.

Deretan paling luar, adalah  pasangan orang tua sepertinya adalah kakek nenek Nissa, berdiri  menutup jalan kearah rumah Joglo, Pengantin Pria dan keluarganya berusaha masuk, sang penerima tamu diurutan paling luar tampak bernegosiasi dengan mempelai pria, bertanya  dengan berbagai macam pertanyaan yang sering sekali menuai sorak sorai tamu-tamu yang hadir,   prosesi ini adalah bagian dari tantangan yang harus dilalui mempelai pria untuk mendapatkan pengantin wanitanya.

Penjaga pintu urutan pertama tampak sangat serius menghalangi sang Pengantin pria untuk dapat memasuki rumah Joglo, akhirnya dengan berbagai hadiah dan hantaran yang dibawa keluarga mempelai pria, sang mempelai pria berhasil melewati penjaga pintu pertama, demikian berlangsung dari deretan para penjaga yang berdiri di sisi kanan dan kiri hamparan karpet merah. Negosiasi berlanjut dan berakhir hingga mencapai urutan penjaga pintu terakhir yaitu, satu-satunya adik laki-laki Nissa bernegosiasi, dengan sangat simpatik dan ramah, dan dengan negoisasi yang ringan  pada akhirnya Tun menerima uang, dan hadiah, yang diberikan oleh mempelai Pria. Adik laki-laki Nissa mempersilahkan sang mempelai pria menaiki rumah Joglo setelah terlebih dahulu mencuci kaki pengantin Pria, begitu menaiki rumah Joglo, ternyata tantangan belum berakhir.

Pihak keluarga Nissa menyembunyikan Nissa, dan Pengantin Pria harus mencari dan menemukan Nissa yang bersembunyi di balik pagar. Beruntung seorang peri baik menuntun mempelai pria dan membantunya menemukan Nissa yang bersembunyi di balik pagar, yang mana pagarnya adalah kaum perempuan dari keluarga Nissa.

Kemudian mempelai pria bersama pengantinnya berjalan memasuki rumah joglo dari pagar depan, disambut dengan siraman air dari kedua keluarga besar dari pasangan pengantin.

Di tengah ruangan di atas rumah Joglo, kedua orang tua mempelai tampak duduk di lantai rumah joglo, duduk saling berhadapan, pihak mempelai perempuan menanyakan apa yang dapat diberikan untuk mempersunting anak mereka, berbagai hantaran tampak memenuhi ruangan rumah Joglo. Berbagai macam hantaran berupa buah-buahan, kue-kue manis, kemudian satu set, nampan berisi mas kawin, diserahkan oleh orang tua mempelai pria, satu set perhiasan, Emas murni, berupa kalung, anting gelang  emas, tusuk rambut dll, orang tua mempelai menyerahkan Mas kawin, pengantin pria kemudian mengenakan semua perhiasan dalam nampan pada pengantinya.

Setelah Prosesi penyerahan mas kawin dan mendapatkan restu dari keluarga  kedua pasangan duduk di pojok ruangan rumah Joglo, menunggu prosesi selanjutnya. ********

 

Pembaca Balytra yang terkasih, biarlah saya mendahulukan jemuran yang sedang menantiku di halaman rumah, sebaiknya kisah ini akan kulanjutkan di edisi berikutnya,

Salam dari Uci

Sawadi Ka!

 

Bersambung…

 

37 Comments to "Menghadiri Pernikahan Sahabatku Gadis Thailand (2)"

  1. uci  26 January, 2012 at 19:19

    Lani Betul dua belas Jam ,Asli Gempor, Kisah lanjutannya nanti bisa lihat segempor apa Pengantinya

  2. Lani  26 January, 2012 at 12:48

    30 UCI : ralat dr jam 6 pagi-jam 6 sore bukan 6 jam tp 12 jam nonstop wuediaaaaaaan….gembrobyos, bar ngantenan njur gabag-en kkkkkkk……..opo malah kena panu?

  3. uci  26 January, 2012 at 08:55

    @ Dewi Pengantinnya mesti i kreatif kali ya, temanku menikah dieropa mereka bikin thema, “Perjalanan Kereta Jadul” Alhasil Kisah pernikahannya pun memuat kisah cinta di kereta jadul, Aha, harusnya aku postkan itu juga , ya,

    salam Uci

  4. uci  26 January, 2012 at 08:52

    @ Balytra, Penganten Menyampaikan ucapan terima kasih mereka karena sudah menulis dan mempost kisah pernikahan mereka,
    “Thank you For writing our Wedding story” Demikian email sang pengantin wanita,
    Dengan ini ucapannya sampai sudah kepada Balytra!

    Salam
    Uci

  5. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 08:51

    Aku suka prosesi pernikahan seperti ini nih….di Brasil ngga ada adat khusus dalam pernikahan, meski sering menghadiri pernikahan, tapi ngga ada yang menarik untuk diceritakan, umum banget , di gereja, pengantin pria hadir duluan, pengantin wanita datang paling akhir, didampingi ayahnya, kemudian didampingkan sama pengantin pria, trus pastur menikahkan, trus ciuman…sudah….selanjutnya pesta di gedung lain atau di rumah pribadi.

  6. uci  26 January, 2012 at 08:50

    @ Kine Risty,, Udah pindah Ke Thailand mbak, , hayo yang pada mau lihat pernikahan berikut pada Daftar dengan Pampampress ,

  7. uci  26 January, 2012 at 08:48

    Ko JC , Bener Lama banget kita juga terpaksa meninggalkan acara sebelum Jam enam, kelamaan,
    Kecapean Honeymoon ditunda ,Penganten perlu istirahat beberapa minggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.