Tanda Tanya (?)

R. Wydha

 

Pagi mendung dan berkabut, duduk manis di pinggir jendela kamar dengan seruputan nescafe hangat. Merenung bersantai seiring petikan gitar acoustic dan bernada melancolis. Hati yang bersuasana mendung seolah tak lagi mengharapkan mimpi itu menjadi kenyataan. Sudah lah terasa kejenuhan merambat dalam aliran otak yang sudah membeku. Perlahan-lahan wanita itu berdiri tegak dan melentangkan tangannya di depan jendela kamar dan berteriak “ Aku Benci dengan Hidup ini!!!! “

Gemuruh petir bersuara seolah merespon teriakan itu dan akhirnya hujan bersahabat dengannya. Seorang ibu berusia tua mendekati wanita itu dan bertanya “ Sedang apa kau berteriak kencang di malam ini? Tak tahu waktu saja sekarang sudah jam berapa? “

Wanita itu memeluk seorang ibu itu dan berbisik “ Saya sudah tidak ingin mengenal lagi hidup ini ? Saya benci “, sembari ia dengan tangisannya. Tangan ibu itu memeluknya dan berkata “ Tak boleh kau berkata itu! Tak baik nak? Ada apa dengan kamu? Bersujudlah padaNya, semua akan baik-baik saja dan kau akan merasa tenang. “Dituntunlah wanita itu di atas tempat tidur.

Tak pernah wanita itu merasakan kebahagiaan karena saudara-saudaranya yang selalu menyakitinya, seorang sahabat yang dipercaya akan tetapi malah mengkhianatinya, dan juga seorang kekasih yang sudah lama bersamanya malah ditinggal bertunangan dengan wanita lain yang bau ia kenal. Cacimaki yang biasa dia dengar dan tamparan fisik yang dia terima sekarang hanya menjadi suatu senjata yang bisa membuatnya trauma hingga saat ini. Seolah wanita itu hidup tanpa ada kasih dan kebahagiaan. Hidupnya hanya dia isi dengan bekerja hingga pukul 05.00 sore. Senyum canda tawa yang dia dapat di sini, setelah itu dia pulang dan merenung mendengarkan music di kamarnya. Seolah-olah kamar itulah gubuk dia dan orang tua yang bertempat tinggal dengannya hanya menjadi kawan semu.

“ Kring… Kring …”, suara handphone di samping berbunyi. Ups seorang lelaki yang mengaguminya dan mencoba menghiburnya. “ Hay gadisku, kenapa kau tak kasik kabar beberapa hari ini? Masihkah kau bersedih dan selalu di kamar saja? “ Wanita itu menangis dalam kegalauannya. Tak munafik dia menyayangi lelaki itu juga tapi entah mengapa hatinya masih galau akan masa itu? Lelaki yang membuatnya buka mata dan hati akan hidup yang bahagia. Bukan selalu wanita ini hanya merenung saja, sebari dia tersenyum dan mencoba bangkit dalam kepurukan hidup di masa kelam nya yang masih membuatnya trauma. Wanita itu mencoba menganggap apa yang terjadi selama ini dalam hidupnya adalah hal cerita yang biasa saja. Tapi entah mengapa sampi saat ini kegalauan, trauma, sakit hati, terpuruk lemas masih saja merambat dalam hidupnya? Selalu berdoa mendekatkan diri pada Tuhan, tapi selalu saja galau hingga saat ini?

“ Tuhan… sebenarnya dimana saya harus berjalan hingga suatu saat nanti bertemu dengan gubuk kebahagiaan yang saya harapkan? “ wanita itu menangis lagi dalam sujudnya. “ Adakah kata terlambat atau sudah tak ada cela untuk berteduh dalam hawa panas ini? Sebenarnya hidup itu seperti apa? Apa memang hidup saya seperti ini? Tersenyum dalam kenyanyatan drama hidup ini? “

Lelah wanita itu dan terasa tak sanggup lagi dalam peperangan hidupnya, walau dia sadar kalau apa yang telah terjadi dalam hidupnya hanya usapan jempol saja dan masih banyak manusia yang mengalami hidup dalam keterpurukan dan tangisan. Tuhan itu adil dan Tuhan Maha Kasih. Harapan wanita itu ingin terjawab tanda tanya yang masih tersirat dalam benaknya. “ Mengapa dan mengapa hidup ini? Tanda tanya dalam satu jam saja untuk terjawab sebelum mata ini tertutup,” tulisan diary wanita itu.

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

26 Comments to "Tanda Tanya (?)"

  1. R. Wydha  26 January, 2012 at 08:18

    mbak seroja : iyaaa hehehehe…

    pak DJ : tanda tanya, tanya tanda, tanda tangan, tangan tanda pak hehehehehehe

    mbk dewi : hehehehehe sip sip … bukan UN mbk, tp sidang skripsi gmana ? hehehehe

  2. Dewi Aichi  26 January, 2012 at 08:00

    Kalau mau tanya sama saya jangan yang susah susah ya…..kaya UN aja tanya tanya..

  3. R. Wydha  26 January, 2012 at 07:58

    iyaaa,, ntr kalo udh itung tanda tanya baru itungan angka dan huruf hehehehe,,,,,

    kang noew : iyaaaa,,, untuk gadis dpt salam dr kang noew,, tetep semangat hehehehehehe,,,,

    mbak kornelya : yups,,, thanks commentnyaa…. kembali salam

  4. Dj.  26 January, 2012 at 04:04

    Tanda tanya atau tanya tanda…???
    Makin bungung….???

  5. Seroja  26 January, 2012 at 03:06

    deretan tanda tanya, itulah hidup….

  6. anoew  25 January, 2012 at 23:24

    Setujuh sama komennya Kornelya! “Jangan memarginalkan hidup” wah mantab!

    Jadi kesimpulannya, ada berapa total tanda tanya? (Termasuk tanda tanya di setiap komentar)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *