[Family Corner] Metode Nyanyian Untuk Pengajaran Anak Usia Dini

Yeni Suryasusanti

 

Dulu, tidak ada tuh yang namanya PAUD, Play Group, TK. Yang ada juga langsung SD (atau SR = Sekolah Rakyat kalau di zaman Papa saya dulu).

Ketika saya kecil, belum ada PAUD dan Play Group, tapi sudah ada TK (kelas 0 kecil dan 0 besar, sekarang kelas A dan B). Mengapa sekarang sekolah ada sejak usia yang sangat dini? Bisa jadi karena ketiadaan waktu orang tua zaman sekarang untuk mengajak anak-anaknya bermain sambil belajar :)

Belum lama ini saya semakin menyadari betapa harus kreatifnya menjadi seorang Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK.

Tantangan bagi mereka – dan juga seharusnya bagi kita sebagai orang tua – adalah bagaimana “menyelipkan” pengajaran di tengah permainan atau nyanyian.

Pertama kali saya menyadari hal ini adalah saat makan malam bersama Fian pada hari pertama Fian “sekolah” di PAUD di Mesjid Komplek kami.

Saya berkata, “Fian, ayo doa sebelum makan.”

Fian tertawa, kemudian bernyanyi :

Tanganku ada dua (sambil mengacungkan dan menggoyangkan jempol seperti simbol OKE)
Jarinya lima lima (sambil menggerakkan kesepuluh jari-jarinya)
Ku susun semuanya (sambil menirukan gerakan tangan ketika berdoa)
Mari kita berdoa…

 

Doa sebelum makan :

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahummaa bariklanaa fiimaarazaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar. Amiinnn…

 

Saya terkejut sekaligus senang.

Demikian juga ketika mendengar refrain lagu “Sayonara” di pelesetkan menjadi :

Buat apa jajan
Buat apa jajan
Lebih baik uangnya di tabung…

 

Wah, ternyata Ibu Guru di PAUD mencoba menciptakan suasana doa sebagai suatu hal yang menyenangkan anak-anak, dan menyampaikan himbauan untuk tidak jajan dengan metode yang menyenangkan :)

Belum lama, ketika mengalami sedikit kesulitan mengajarkan Fian nama jari-jari tangan, saya mencoba mengadopsi metode Ibu Guru di PAUD, dengan menciptakan gerak dan lagu untuk pengajaran.

Terciptalah gerakan dan lagu sederhana tentang “Tangan” khusus bagi Fian hehehe…

Posisi awal : jari-jari tangan kiri mengembang, tangan kanan menunjuk.
Jari jempol Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari jempol tangan kiri)
Jari telunjuk Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari telunjuk tangan kiri)
Jari tengah Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari tengah tangan kiri)
Jari manis Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari manis tangan kiri)
Jari kelingking Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari kelingking tangan kiri)
Ini tangan Fian (sambil menggerakkan kesepuluh jari-jari tangannya)
Ini siku Fian (sambil memegang siku kanan dan kiri bergantian)
Ini bahu Fian (sambil kedua tangan memegang bahu)

Diakhiri dengan tepukan tangan :D

Ternyata, tidak sampai beberapa menit, Fian sudah hafal nama jari-jari tangannya hehehe…

Penggunaan lagu untuk penyemangat belajar dan menghubungkan gerakan dengan lagu yang sesuai, juga biasa kami lakukan.

“Fian, ayo naik ke tempat tidur!” kata saya.

Maka Fian akan naik ke tempat tidur sambil bernyanyi, “Naik naik ke puncak gunung…” dst.

Atau ketika Fian bertanya hari ini hari apa, dan saya jawab, “Hari Minggu”

Maka Fian akan bernyanyi :

Pada hari Minggu aku tidak sekolah
Senang dan gembira ku bermain di rumah
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu
Itu nama hari sekolahku
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu
Ku belajar bersama bu guru…

(Ketahuan lagu yang biasa saya ajarkan termasuk lagu anak-anak jadul karena Sabtu masih hari sekolah hehehe…)

Demikian juga ketika Fian mengerjakan tugas mewarnai 2 Bebek, 1 Siput dan 3 Kaktus, saya berkata “Ayo, Fian, mewarnai bebeknya yang bagus ya… Nanti bunda nyanyikan lagu tentang bebek.”

Fian mulai mewarnai dengan bersemangat, dan menuntut sambil dinyanyikan :D

Bebek-bebekku, mari kemari
Ikutlah aku ke kebun bibi
Di sana banyak kesukaanmu
Cacing yang gemuk hai ayo diserbu
Berebut, berebut, sungguh ramainya
Kwek-kwek-kwek, kwek-kwek-kwek, bersukaria…

 

Kedua Bebek selesai diwarnai.

Ketika tiba giliran mewarnai Siput, Fian berkata, “Ayo bun, nyanyi lagu Siput !”

Saya pun terbengong, “Ha? Gimana lagu Siput?”

Dengan suara cadel Fian menjawab, “Gini lhoooo….. Siput-siputku… mari kemari…. ikutlah aku ke kebun bibi…”

Percakapan serupa terjadi ketika mewarnai Kaktus :D

Sambil tertawa bersama, kami bernyanyi lagu Siput dan Kaktus yang asal tadi, walaupun terpikir juga oleh saya semoga jangan sampai Fian menganggap Siput dan Kaktus makanannya cacing dan bersuara kwek kwek juga heheheh….

Kemarin, saya bahkan sedikit terkejut, karena Fian malah menciptakan sendiri secara spontan gerakan dan lagu baru untuk “Kaki”nya :

Posisi awal : duduk dengan kaki menekuk.

Jari jempol Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari jempol kaki kiri)
Jari telunjuk Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari telunjuk kaki kiri)
Jari tengah Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari tengah kaki kiri)
Jari manis Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari manis kaki kiri)
Jari kelingking Fian (jari telunjuk kanan menunjuk jari kelingking kaki kiri)
Ini kaki Fian (sambil menepuk kaki)
Ini lutut Fian (sambil menepuk lutut)
Ini paha Fian (sambil menepuk paha)

Diakhiri dengan tepukan tangan :D

Saya tertawa, takjub, memberinya pelukan. Sungguh luar biasa. Setiap menit bersama anak-anak sungguh merupakan anugerah tak terkira. Setiap hari saya juga ikut belajar, bukan hanya mengajari. Alhamdulillah ya Allah…

 

Jakarta, 24 Januari 2012

Yeni Suryasusanti

 

13 Comments to "[Family Corner] Metode Nyanyian Untuk Pengajaran Anak Usia Dini"

  1. Suhartini Novita  12 August, 2014 at 11:17

    Wah seru sekali, boleh saya minta kontak kakak kakak sekalian? Saya dalam pendidikan PGSA dan saya masih terlalu muda karna usia saya masih 19th. Saya butuh sharing dan saran dari kakak kakak sekalian

  2. kak zepe lagu2anak.blogspot.com  8 February, 2012 at 10:27

    Wahhh…. Blognya keren
    Salam kenal ya…
    Saya juga punya sebuah blog yang banyak membahas lagu2 anak..
    Ada juga 80an lagu anak karya saya sendiri
    Mohon kunjung balik ya…
    Kak Zepe

  3. Yeni Suryasusanti  30 January, 2012 at 08:11

    Kornelya, eh iya ya… rasanya dulu aku belajar rumus kimia (Na, Ca, dll) juga dinyanyiin deh, tapi udah lupa lagi hihihi

Terima kasih sudah membaca dan berkomentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)