Friday, 27 January 2012
Handoko Widagdo – Solo
Antara akhir tahun 1945 atau awal tahun 1946 Desa Kradenan dibom. Desa Kradenan terletak di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Saya tidak menemukan tanggal pasti kapan kejadian pengeboman ini. Saya menduga pengeboman ini berhubungan dengan kedatangan tentara Sekutu ke Indonesia. Mungkin berhubungan dengan kejadian 10 November di Surabaya.
Beginilah cerita yang saya dapatkan dari emak, engkong dan mama saya:
Pasar Kradenan mulai ramai. Emak sedang bersiap untuk pergi ke pasar. Semua dagangan telah disiapkan sore sebelumnya. Sungali dan dua kuli lainnya sudah siap untuk mengantar dagangan tersebut ke pasar. Namun mama rewel dan menangis terus. Saat itu mama berumur sekitar 5 tahunan. Emak mencoba untuk menenangkan mama. Namun mama terus saja menangis. Hal tersebut membuat emak jengkel. Dia memerintahkan Sungali dan dua kuli lainnya untuk segera berangkat ke pasar. Sementara emak masih berupaya untuk menenangkan mama. Tiba-tiba BUMMMM, ledakan keras terdengar dari arah stasiun kereta dan BUMMMM – BUMMMMM terdengar dua ledakan lainnya terjadi di jalan kearah pasar di dekat gudang depo. Emak segera berlari keluar. Engkong yang sadar bahwa ada bahaya besar, segera mencegah emak untuk keluar rumah.
Tiga buah bom besar jatuh. Stasiun kereta hancur. Gudang kereta api yang kami sebut depo lolos dari bom. Dua bom yang sepertinya diarahkan ke depo, jatuh di jalan pasar yang penuh manusia. Jalan menuju pasar melewati halaman gudang depo kereta api, sehingga para pedagang yang sedang mengangkut dagangan dan orang kampung yang sedang menuju pasar menjadi korban. Dua kuli yang membawa dagangan emak hancur lebur tubuhnya, sementara Sungali selamat karena dia berangkat agak lambat. ”Kami tak bisa menemukan mayatnya. Hanya beberapa gumpal daging yang tersisa. Bahkan ada beberapa daging yang berada di atas pohon trembalo. Banyak korbannya”, kata emak saya saat dia menceritakan peristiwa tersebut.
Berbagai versi mengapa Desa Kradenan dibom adalah karena tentara Sekutu ingin menghancurkan jaringan kereta api (stasiun dan depo) yang merupakan alat tarnsportasi minyak dari Cepu. Ada juga yang mengatakan bahwa pengeboman tersebut sebenarnya ingin menghancurkan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) yang merupakan sumber ekonomi RI, tetapi meleset. TPK terletak sekitar 150 meter dari jalan pasar yang dibom. Cerita lainnya mengatakan bahwa Sekutu menduga para pejuang bersembunyi di rerimbunan pohon-pohon trembesi yang ada di TPK. Mana yang benar? Saya tidak mendapatkan info yang sahih tentang hal ini.
Di tempat dimana bom tersebut jatuh kini didirikan Tugu Pahlawan. Tugu ini dibangun pada tahun 1958. Seingat saya, dulu tertera tanggal pengeboman, tetapi kini tanggal tersebut telah hilang.
Beberapa hari setelah peristiwa pengeboman, ada perintah untuk masing-masing rumah membuat lubang persembunyian yang diatasnya ditutup dengan batang pisang. Engkong membuat lubang yang cukup besar disamping toko. Begitu ada suara pesawat terbang, mereka berhamburan sembunyi di lubang tersebut.
Suatu hari saat Pak Haji Nurrohmad berkunjung ke toko engkong, tiba-tiba ada suara pesawat. Keluarga engkong lari ke lubang, sementara Pak Haji malah keluar. Akibatnya dia tertembak di bagian pantatnya. Darah menghambur. Setelah pesawat menghilang, engkong menarik Pak Haji yang kesakitan ke dalam lubang persembunyian. Dilepasnya baju mama dan dipakai untuk menyumbat luka di bagian pantat Pak Haji. Pada saat maghrib Pak Haji dipikul di atas dipan untuk diantar ke rumah Pak Mantri Jasman, suami bidan Dinah. Sejak itu Pak Haji sangat sayang kepada mama. Bahkan mama dianggapnya anaknya sendiri. Setiap lebaran, mama selalu mendapat baju baru dari Pak Haji.
March 5th, 2012 at 07:27
Mas Tulus Prasetyo, itulah sebabnya artikel ini saya tulis. Harapannya, ada pihak-pihak yang punya data/cerita sehingga sejarah Desa Kradenan bisa direkonstruksi.
March 3rd, 2012 at 13:13
pak handoko masalahnya yang tahu sejarahnya udah pada meninggal ,termasuk mbahku yang terkenal betulin jam alias mbah kacung
January 29th, 2012 at 13:23
Kok belum ada yang tahu peristiwa ini ya? saya berharap dapat tambahan info pengeboman Stasiun Kradenan, sehingga bisa dihubungkan dengan peristiwa yang lebih menyejarah.
January 28th, 2012 at 08:20
Ini dia lyriknya:
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
January 28th, 2012 at 08:09
Bukannya Desaku Yang Kusayangi…seperti judul lagu jaman kita kecil…
January 28th, 2012 at 08:00
Judulnya DESAKU YANG KUCINTA ….wislah…pokok e ngga ada tempat yang paling ku cinta selain desaku..tempat lain karena kepepet ha ha ha..
January 28th, 2012 at 07:57
Mbak Dewi ayo ditulis. Tapi jangan pakai judul Pengeboman Desa Kradenan (lagi).
January 28th, 2012 at 07:55
Pak Handoko, kok sama ya dengan di desa kami…di Sleman sana…