Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pengalaman Tinggal di Cairo (9)

Monday, 30 January 2012

Viewed 1470 times, 1 times today | 23 Comments |

Titin Rahayu

 

Di Indonesia kalo orang mati sebagian besar bakalan dimakamkan dalam tanah, tapi tidak begitu dengan di Cairo. Kuburan di Cairo baik Muslim ataupun Kristen adalah berupa sebuah bangunan dengan ruangan di dalamnya buat menaruh mayat.

Besar kecilnya bangunan itu tergantung seberapa kaya si empunya bangunan. Terkadang banguan kuburan itu juga ada yang menjaga, dan adakalanya juga mereka itu adalah orang-orang miskin yang gak mampu menyewa tempat tinggal akhirnya mereka tinggal di kuburan itu sekalian jadi penjaga makam.

Seperti yang aku bilang, mayat tidaklah dipendam tapi cuman ditaruh di atas bangku yang beralaskan pasir, setelah jadi tengkorak barulah tulang belulangnya dipendam. Bisa di bayangkan kalo pas musim panas di Cairo dan ada orang yang meninggal, bayangkan sendiri saja yaa…

Sebetulnya secara tidak sengaja kita melewati area pemakaman. Saat itu yang kita lihat adalah bangunan yang berjajar tapi tidak ada penghuninya, karena pengen tahu tempat apa itu, akhirnya kita turun dari mobil dan jalan-jalan di sekitar situ, sampai ada pak tua yang datang menghampiri kita.

Sama pak tua yang jaga makam kita diijinkan ambil foto mayat yang ada di salah satu bangunan itu, tapi suamiku menolaknya. Sebelum meninggalkan tempat itu tidak lupa kita harus memberi baksis (tips) ke pak tua penjaga makam tadi.

Jangan salah pengertian yaa, meskipun kuburannya orang Kristen ornamen-ornamen di dinding juga di tulis dalam bahasa dan huruf Arab. Orang Kristen Koptik menyebut Tuhannya juga Allah, sama seperti orang Muslim, mereka mengucap salam juga sama seperti orang Muslim mengucap salam, mereka juga bilang alhamdulilah kalo di tanya keadaannya, sama seperti orang Muslim juga. Kitab suci mereka juga di tulis dalam huruf Arab.

“ Bukra, Insya Allah “ adalah sebuah perkataan yang sangat lazim di ucapkan baik itu orang Muslim ataupun Kristen.

Kalo membuat janji sama orang Cairo dan mereka bilang itu, artinya mereka gak bakalan menepati apa yang sudah di sepakati.   Bukra, insya Allah kalo diartikan dalam bahasa kita adalah; besok, kalo Tuhan mengijinkan, tapi bisa juga di artikan kapan-kapan kalo saya ingat akan hal itu.

Sangatlah bertentangan dengan adat kita kalo kita bilang insya Allah, artinya 90 prosen “ iya “, aku datang atau apa yang sudah disepakati bakalan dilakukan, tapi tidak begitu di Cairo.

Balik ke cerita soal trip hari itu, setelah melewati area pemakaman kita lanjut perjalanan kita buat melihat danau  (Lake Qarun el fayyum) di tengah gurun pasir. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan dan lagi-lagi saat kita mau minum di sebuah tempat yang bersih, sangat susah menemukannya. Karena kita sudah sangat kehausan, dan di kejauhan terlihat papan nama sebuah restoran, akhirnya kita memutuskan buat mampir ke sana.

Saat kita memasuki restoran itu terlihat tempat duduk yang sudah tua dan berdebu, aahhh di mana-mana sama saja, kita sudah tidak terheran-heran lagi di buatnya. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan dengan membawa menu makanan dan minuman.

Terlihat dalam daftar menu kalo mereka tidak mencantumkan daftar harga, kita berempat tertawa bebarengan, “perasaan mereka bakalan merampok kita “ kata salah satu dari teman perjalanan kita.   Akhirnya kita cuman minum teh, selanjutnya kita memutuskan nyari sebuah hotel buat makan siang di sana.

Setelah kenyang makan dan puas menikmati pemandangan yang sangat indah di belakang hotel itu, kita lanjut jalan-jalan menikmati indahnya padang pasir dan oase. Yang membuatku terheran-heran adalah di tengah-tengah padang pasir terdapat air terjun, sungguh sebuah pemandangan alam yang menakjubkan !!

Sepanjang jalan pulang adalah pemandangan padang pasir yang indah dan bersih dari sampah…, kurang lebih 50km sebelum jalan raya tiba-tiba suami bilang kalo lampu alarm warna kuning sudah menyala, artinya kita kehabisan bensin di tengah-tengah padang pasir.

Waduh !! Siapa yang mau ndorong mobil sejauh itu ?? Setelah berunding bersama kita memutuskan buat nunggu orang lewat, dan berusaha minta tolong buat mendapatkan bensin.  Hari itu kita benar-benar beruntung karena gak lama kita menunggu, di kejauhan terlihat 2 pengendara sepeda motor, kita berusaha menghentikan mereka dan berusaha minta tolong buat jadi tukang ojek kita untuk mendapatkan bensin, ternyata mereka malah menawarkan bensin dari tanki sepeda mereka buat mobil kita, tentu saja kita tidak menolaknya. Sebagai tanda terimakasih kita ingin memberikan sejumlah uang buat mereka berdua tapi mereka menolaknya !! Duuuhhhh. . kita benar-benar berterimakasih kepada mereka berdua. Kalo gak ada mereka berdua kita semua pasti bermalam di tengah-tengah padang pasir, karena sepanjang jalan kita gak ketemu seorangpun di jalanan yang sepi itu.

Note: foto-foto dalam cerita kali ini akan saya sambung di Pengalaman tinggal di Cairo 10, takut gak muat kalo semua foto saya taruh di sini.

 

Bersambung….

 

Share This Post

Posted by Monday, 30 January 2012 on 08:25.

Categories: Dunia. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

23 Responses to “Pengalaman Tinggal di Cairo (9)”

Pages: « 3 [2] 1 »

  1. 20
    Tammy Says:

    Linda: kalo banyak masyarakat indonesia yg pikirannya sempit itu wajar, krn emang masih banyak yg blm bisa menikmati pendidikan tinggi. lah kalo para pejabat negara kayak gitu… sebenarnya that is shocking! tp aku yakin kita nggak shocked krn kita tau gimana kualitas para anggota DPR kita.

  2. 19
    Linda Cheang Says:

    Titin, saya penganut Kristen tapi saya tidak perlu merasa kagok mengucapkan salam kepada teman-teman Muslim dan suka juga mengucapkan Insya Allah, Alhamdullilah. Toh itu baik dan tujuannya, klan memberkati orang yang kita beri salam.

    Memang, sih, bagi beberapa tema yang tidak paham, suka melarang-larang. Coba kalau dengar tuturan Titin di cerita ini, pasti terkaget-kaget.

    Saya pernah dengar kisah beberapa pejabat RI dan anggota DPR yang (katanya) lagi kunjungan di Palestina, kabarnya mereka sampai terkaget-kaget mendengar lantunan puji-pujian Kristen dari sebuah gereja setempat yang terdengar seperti lantunan orang-orang yang mengaji dengan membaca Al Quran.

    Kalau sudah sepeti ini, saya hanya bisa membatin, betapa sempitnya pandangan saudara-saaudaraku sebangsa…

  3. 18
    Dj. Says:

    Titin rahayu Says:
    January 30th, 2012 at 15:11

    Pak DJ, banyak juga khan orang muslim yang gak tahu arti dari ucapan yang mereka ucapkan dalam bahasa arab, sedangkan kalo orang kristen yang mengucapkannya sepertinya mereka itu keberatan sekali …
    ———————————————————-

    Mbak Titin….
    Nah ya, namanya juga manusia, yang waras ngalah… Hahahahahahahahaha….!!!
    Dj. juga ada pengalaman yang lucu, karena kami 10 bersaaudara, 5 islam dan 5 kristen.
    Jadi saat Dj. ditanya, apa kabar…???
    Dj. jawab Almahdulilah…!!!
    Ada yang dengar dan melarang Dj. untuk berkata demikian, karena itu hanya orang islam saja yang boleh.
    Langsung Dj. jawab, emang bahasa arab itu milik mmbaahmu…???!!!

  4. 17
    Kornelya Says:

    Mba Titien, jenasah yang digeletakan diatas wadahnya tidak di catok burung?.
    Ditunggu kisah selanjut nya. Salam.

  5. 16
    anoew Says:

    … dan kalau gk salah, shalat dengan memakai sajadah juga tapi gambarnya lain.

    Betul begitukah, pak Hand?

  6. 15
    Handoko Widagdo Says:

    Titin, mereka memakai Alkitab berbahasa Arab dan membaca Alkitab dengan dilagukan seperti orang Muslim baca Quran.

  7. 14
    Titin rahayu Says:

    Linda, ya begitulah di sana..

    Pak DJ, banyak juga khan orang muslim yang gak tahu arti dari ucapan yang mereka ucapkan dalam bahasa arab, sedangkan kalo orang kristen yang mengucapkannya sepertinya mereka itu keberatan sekali …

    Hennie, saya juga gak mau di ajak ke dalam bangunan itu..

    Lani, kira- kira sendiri saja yaa bau atau enggak, berbelatung atau enggak ?? aku gak mau menuliskannya,soalnya gak bisa makan setelah itu..

    Pak HAn, kalo sholat saya gak begitu tahu tapi kalo puasa iya, puasa dalam arti gak makan daging selama
    semingguan kalo gak salah…

  8. 13
    Titin rahayu Says:

    Bu Probo, dapatny tepuk tangan saja ya..

    Jc, ada kok kuburan yang dekat dengan pemukiman, malahan ada juga yang tinggal di kuburan bersama keluarganya , kehabisan bensin gara- gara pak supirnya selalu bilang ” nanti saja, masih banyak bensinnya ”

    Tammy, kita berempat gak tahu kalo tempat yang kita tuju bakalan ada di tengah gurun….

    Paspam, foto- fotonya ada di edisi berikutnya, takut gak muat kalo semua saya taruh di sini…

    Mas Anoew, sengaja saya ceritakan akan hal itu karena banyak dari teman- teman kristen saya selalu mengaitkan antara bahasa arab dengan muslim, padahal orang kristen di Cairo kan tidak seperti itu ,meskipun mereka kristen tetap bilang alhamdulilah, isnya allah …..dst.

  9. 12
    Handoko Widagdo Says:

    Setahu saya orang Kristen Koptik juga melakukan shalat.

  10. 11
    Lani Says:

    TITIN : mayat diletakan begitu saja didlm rumah? panas lagi udaranya wuiiiiiiiiiiih ambune rek…….opo ora nggilani dirubung lalat pisan?????

Pages: « 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)