Dipotret

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA…..!!!!

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. Dj. harap anda semua ada dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun…

Kali ini Dj. ingin cerita, dimana pagi disaat dalam pejalanan ke sawah, taunya kena jepretan lampu (Flash) dari kamera milik pemerintah, yang dipasang oleh polisi di jalan di depan Apartment. Entah mimpi apa Dj. semalam….

Bangun pagi dan berangkat ke sawah juga seperti biasa, memang karena winter, jadi jam 6:35 jalanan juga masih cukup sepi dan gelap, tidak ada yang aneh, kecuali sedikit masih ngantuk…. hahahahaha….!!!

Ini jalan di depan appartment Dj. kalau winter, jam 6:30 pagi juga masih sepi dan gelap.

Setelah mengeluarkan mobil dari garasi dan menutupnya kembali, maka Dj. melajukan mobil seperti biasanya. Karena di depan Appartment adalah daerah sekolahan, jadi mengendarai mobil di daerah ini, kecepatan dibatasi, hanya boleh 30 Km. / jamnya. Dj. sering marah juga, kalau ada yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di depan rumah kami.

Sering di belakang mobil kami, sering ada mobil yang kasi “dim”, karena untuk mereka, Dj. mengendarai mobil sangat perlahan. Jelas Dj. hanya ikuti aturan dan juga ingin agar orang lebih berhati-hati mengendarai mobil di kawasan sekolahan.

Ini jalan di depan apartment di saat siang / sore hari.

Pernah satu saat ada mobil berjalan sangat kencang dan Dj. hanya menunjuk dengan tangan dan jari ke arah jalan (aspal). Orang yang mengendarai mobil, mengerem mobilnya, sampai mengeluarkan bunyi yang cukup keras. Orangnya keluar dari mobil dan bertanya, ada apa…??? Dj. jawab, itu lihat ada tulisan cukup besar 30Km. / Jam di aspal…..Orangnya langsung marah-marah, dia pikir dia nabrak apa dan tidak tau atau apa…..

Tapi akhirnya dia kembali lagi ke mobilnya dengan geleng kepala, tapi kemudian menjalankan mobilnya dengan perlahan. Dj. jadi tenang…..

Tgl. 18.01.2012 jam 6:35 pagi itu, Dj. yang selalu ingin memberi contoh yang baik, taunya malah kena jepret kamera dari pemerintah (kena Flash). Mengapa…??? Nah ya… karena Dj. menjalankan mobil dengan 8 Km lebih cepat dari yang diperbolehkan. Bukan soal dendanya yang harus Dj. bayar (€ 15,-), tapi kagetnya saat itu. Sedang kedinginan di dalam mobil, taunya malah kena “Flash”… hahahahahahaha….!!!

Jelas, karena warna merah Flash tersebut yang sangat menyilaukan mata yang masih ngantuk….Dan saat itu Dj. tidak tau berapa Km. Dj. melajukan mobil lebih cepat daripada yang diperbolehkan. Dendanya bisa bermacam-macam, dari yang murah, mahal dan dihukum beberapa bulan tidak boleh stir mobil, rebewesnya bisa dicabut (hilang hak untuk mengendarai mobil untuk sementara atau seterusnya).

Nah ini, benar-benar bisa fatal, kalau sampai rebewes dicabut dan kena denda uang yang sangat mahal. Kalau sampai terjadi hal ini, bisa sih bikin rebewes lagi, hanya tunggu waktu sampai kapan diijinkannya. Dan kalau ingin bikin rebewes lagi, harus ke Psychiater dulu, harus ikuti “ediot test” dulu.

Saat sampai di sawah, Dj. langsung telpon Susi dan cerita…Reaksi Susi, malah tertawa dan berkata… DU…?? (KAMU…???), seolah dia tidak percaya. Kamu kan selalu jadi contoh yang baik…??? Nah ya…… ternyata malah bikin kesalahan juga….!!! Puji TUHAN….!!! Dendanya kali ini masih murah, karena Dj. hanya 8Km./ jam lebih cepat dari yang diperbolehkan.

Bisa trauma juga, karena di jalan “Toll”, pernah Dj. kena Flash juga dengan kecepatan tinggi, dapat denda € 300,- dan 3 points di pusat. Nah ini bisa menyakitkan, karena kalau dalam dua tahun pointnya bertambah (batas 6 point), maka rebewes juga akan dicabut.

Setelah Dj. terima surat dendanya (per post) dan baca, maka Dj. kecewa juga…!!! Lha photonya jelek banget, tidak sesuai dengan harganya (€ 15,-) , mana hitam putih lagi….Hahahahahahahahaha….!!!! Ini oleh Susi di “scan” hanya untuk kenang-kenangan…

Nah….. bukan hanya wajah Dj. saja, (sebagai pengendara mobil), tapi plat nomer mobil juga kejepret. Jadi mereka tau siapa pemilik kendaraan. Yang lucu, karena mobil dengan nama Susi (MZ SU 105), olehnya yang dapat surat adalah Susi. Jadi Susi dapat formulir dan harus mengisinya. Dia harus menjelaskan, apakah kenal pengendara mobil, kalau “ya” maka dia harus mengirm formularnya kembali dan membayar dendanya.

Hari Sabtu kemarin kami harus ke Bank untuk bayar dendanya, mengingat malas ambil mobil di garasi, cari parkir di kota yang cukup lama. Maka kami sepakat naik bus ke kota… Walau sebelumnya Dj. guyonan dengan Susi, bagaimana kalau naik sepeda, karena dekat halte bus di depan appartment juga ada sewaan sepeda. (Automat)

Tinggal masukan Credit Card di mesin yang tersedia dan ambil sepedanya, nanti kembalinya juga demikian. Jadi tergantung waktu pemakaian, maka biayanya akan diambil dari rekening bank kita.

Susi hanya senyum, karena dia tau kalau Dj. hanya guyonan. Lha karcis bus dapat dari perushaan dengan harga sangat murah, cuma bayar 25% dan 75% dibayar oleh perusahaan…Puji TUHAN …!!! Bus nya datang…. Bus dengan Nr. 65 yang lewat dan berhenti di Halte depan appartment.

Di Bank di kota, maka Susi segera bayar denda yang tercantum dalam surat denda.

Saat kami mau kembali ke rumah, di Halte Bus , Nr. 65 belum ada di papan elektronik, maka kamipun jalan-jalan sebentar ke Cafe terdekat, dalam ruangan dan hangat. Hanya minum susu-coklat, daripada nunggu di Halte yang mana udara sangat dingin.

Saat kami kembali ke Halte, maka kami tidak perlu nunggu lama lagi, karena kami sudah lihat jadwal kedatangan bus yang akan kami gunakan ke rumah. Di dalam Bus, Dj. sangat ngantuk dan sempat dikagetkan dengan suara dari Lautsprecher, yang teriak…

Universität….!!! Dj. mak jegagik lihat ke atas, benar kami sudah sampai di Halte Universitas, hanya 3 halte lagi sudah sampai rumah. Susi tersenyum lihat tingkah Dj… hahahahahahahahahaha…!!!!

Demikian kalau ada yang mencet tombol yang banyak terdapat dalam Bus, maka Bus akan berkata lewat lautsprecher dan akan berhenti di Halte tersebut.

Mengapa Dj. cerita dalam oret-oretan ini….??? Dj. hanya berharap agar anda tidak berbuat seperti Dj. yang pagi itu kurang waspada, sehingga kena denda. Baik anda yang tinggal di Eropa, di Indonesia, di USA atau dimana saja anda berada. Turutilah peraturan yang ada dan berusaha jangan melanggar, agar tidak harus kena flash dan juga bayar dendanya.

Okay…Mudah-mudahan pengalaman Dj. ini, juga satu pelajaran, untuk Dj. yang mana jangan dicontoh ya….Kalau kita mengikuti peraturan, maka hal yang demikian tidak akan terjadi. Tapi yang namanya manusia, baik disengaja, atau tidak, bisa dimana saja terjadi. Melihat jalanan yang sepi, atau mulus, maka kita ditak merasakan bahwa kendaraan kita melaju dengan cepatnya. Apalagi bagi pembalap-pembalap di BalTyRa….

Jelas untuk rasa terimakasih, maka Dj. hadiahkan 7 bunga mawar untuk Susi. Nah ya, di toko hanya ada warna kuning dan Susi juga senang menerimanya.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

70 Comments to "Dipotret"

  1. Dj.  1 February, 2012 at 22:55

    Yu lani….
    Selamat Sore dari Mainz yu….

    O…sudah sangat jauh dari Kona ya yu…
    Baguslah, selamat berlibur, hati-hati, jaga diri baik-baik….
    Kalau Dj. kamana saja tetap jalan kaki atau jogging, walau daerah tidak Dj. kenal.
    Ya ambil jalan yang lurus saja, atau kalau belok yang dihitung, berapa kali kekiri atau kekanan…
    Hahahahahahahaha…..!!!
    Pernah di Slovakia, juga nyasar, nggak bisa pulang,( jalan pulang tidak ketemu ).
    Jadi pulang naik taxi…. Hahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz dan selamat bersenang-senang….

  2. Dj.  1 February, 2012 at 22:51

    Mbak Titin….
    Lha kalau mobilnya dicuri orang, kan asihan yang punya mobil.
    Mobil hilang dan masih harus bayar denda lagi.
    Kalau ada wajah si pengemudi, tapi nama lain dengan yang punya mobil.
    Kan seperti kami, mobil nama Susi, tapi yang dijepret wajah Dj.
    Jjadi susi dapat pertanyaan, apakah kenal dengan yang mengendarai mobil.
    Kalau ya, berarti mobil tidak dicuri dan bayar denda sudah pasti….
    hahahahahahaha….!!!
    Sekarang sudah di Belgia lagi, atau masih di Cairo…???
    Salam manis dari Mainz ya….

  3. Lani  1 February, 2012 at 15:33

    42 MAS DJ : lagi sgt jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh soko KONA ora wani mlayu dewean wedi kesasar wakakakak…….jd mesti ada body guard yg sll setia mendampingi hehehe

  4. Titin  1 February, 2012 at 12:14

    Aaahhh iya, pak DJ, kalo di Jerman khan njepretnya dari depan kalo di Belgia dari belakang, jadi sinar lampu jepretannya dari belakang sekalian foto nomor plat mobil…., jadi foto pengemudinya gak kelihatan.

  5. Dj.  1 February, 2012 at 03:41

    Alvina VB Says:
    February 1st, 2012 at 02:46

    Mas DJ,
    Tadinya saya kira photo kembarannya ex pres Irak, ha..ha…ha….
    ———————————————

    Lho kok tau…???
    hahahahahahahaha….!!!
    Alviina, terimakasih sudah mampir.
    Salam manis dari kami di Mainz…

  6. Dj.  1 February, 2012 at 03:39

    Kornelya Says:
    February 1st, 2012 at 01:49

    Pa DJ, kameranya tidak bisa diajak “Damai Ditempat ya”. Uang dendanya jelas masuk kas negara. Salam.
    —————————————————–

    Mbak Kornelya….
    Terimakasih sudah mampir, juga untuk japrinya, maaf sebentar lagi baru akan balas ya…
    Benar memang, polisinya tidak mungkin diajak damai ditempat.
    Ya, kan kami bayar ke kas negara lewat ATM…
    Dj. rasa belum ada disini yang menulis seperti ini.
    Olehnya Dj. pikir tidak ada salahnya, bisa dijadikan pelajaran dan peringatan untuk kita semuanya.
    Salam manis dari Mainz, untuk keluarga dirumah ya…

  7. Dj.  1 February, 2012 at 03:35

    Imeii…
    Terimakasih ya, sudah mampir…
    Masa sih, photo seperti itu dibilang keren…???
    Hahahahahhahahaha….!!!
    Di mainz, tidak semua perempatan ada kamrea, tapi cukup banyak…
    Pernah kami di luar kota, kami ada di perempatan, tapi salah jalur.
    eharusnya lurus, tapi kami ke jalur untuk belok kiri. Saat jalur untuk lurus, lampu hijau menyala, kami jalan.
    Karena pindah jalur, taunya kameranya langsung irim flash…!!! Sialan, karena dijalur ntuk belok kiri, masih merah.
    Nah ya, tidak mahal sih, tapi ya tetap harus bayar, bayar ganti photo…hahahahaha…!!!
    Pemerinzah tidak mau rugi…

    Kalau di Jerman, soal flash, tidak ada hubungannya dengan asuransi.
    Jadi asuransi ya tidak mau tau, kecuali tabrakan, baru urusannya dengan asuransi.
    Nah ya, kita memang harus berhati.hati mengendarai mobil, tidak boleh sembrono…
    Salam manis dari Mainz untuk keluarga dirumah ya….

  8. Alvina VB  1 February, 2012 at 02:46

    Mas DJ,
    Tadinya saya kira photo kembarannya ex pres Irak, ha..ha…ha….

  9. Kornelya  1 February, 2012 at 01:49

    Pa DJ, kameranya tidak bisa diajak “Damai Ditempat ya”. Uang dendanya jelas masuk kas negara. Salam.

  10. Imeii  1 February, 2012 at 01:16

    Om, keren fotonya pengalaman suami temanku lebih lucu lagi (lucu2 ngga sih ) waktu itu jalan2 bawa istrinya keluar kota, nyetir mobil bapaknya yang lagi keluar state, ceritanya mereka house sitting rumah bapaknya, sekalian isinya, termasuk mobilnya, mereka ngga sadar kalo kena potret, 2 minggu kemudian bapaknya sodorin foto yang dikirim dari instansi terkait, berikut denda $360 karena terlambat stop saat lampu merah (keluar garis).. tidak bisa mengelak karena wajahnya jelas2 terpampang di foto itu

    disini selain bayar denda, asuransi juga ikut melambung, karena dianggap pengemudi yang tidak baik.. ada pelanggaran yang dendanya bisa diganti dengan mengikutin traffic class, bayarnya lebih murah dan tidak ada record di asuransi, seperti teman jalanku, kena denda $360, ngga sadar juga sampai dikirimin foto, kesalahan karena tidak stop waktu mau belok, akhirnya milih ikut class, bayar $240 dan untungnya asuransi tidak naik karena tidak ada record

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.