Keindahan Pantai Oa dan Rako di Kabupaten Flores Timur, NTT

Dwi Setijo Widodo

 

Kali ini saya ingin berbagi kembali tentang informasi tempat wisata di kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Kabupaten Flores Timur.

Lebih sering dikenal dengan perayaan Paskah tahunannya atau “Semana Santa” di kota Larantuka. Ternyata Kabupaten Flores Timur mempunyai banyak pantai indah yang sebagian besar belum tergarap dan tersentuh pembenahan maupun dikunjungi wisatawan, baik Nusantara apalagi mancanegara.

Salah satunya adalah Pantai Oa di Kecamatan Wulanggitang. Pantai selatan berpasir putih halus dan luas serta berombak tenang ini bersebelah dengan Pantai Rako yang mempunyai karakter pantai yang sama. Potensi pantainya akan terlihat begitu Anda memasuki kawasan ini. Belum banyak dijamah menjadikan pantai-pantai ini begitu privat dan sangat bersih dari sampah-sampah plastik. Masyarakat lokal yang sangat ramah dan terbuka saat dikunjungi adalah salah satu aset yang siap untuk dikembangkan di sana.

Kendalanya saat ini hanya akses jalan menuju ke sana dari desa terdekat. Meski kendaraan besar semacam bus kayu – demikian masyarakat lokal menyebut truk yang difungsikan sebagai angkutan orang – dapat melaluinya, karena badan jalan yang rusak berat di banyak bagian, bila musim kering, debu beterbangan mengiringi setiap kendaraan yang lewat. Bila musim hujan, jalanan menjadi liat karena berlumpur. Namun bagi para penikmat wisata petualangan, kendala tersebut rasanya tidak ada apa-apanya bila sudah sampai dan melihat keindahan kedua pantai tersebut.

Tertarik ke sana? Ditempuh dari Maumere, hanya berjarak ± 97km untuk sampai di desa Boru, ibukota Kecamatan Wulanggitang. Bila dari Larantuka, perjalanan ditempuh hanya ± 51km. Dari pasar desa Boru, ikuti saja jalur menuju ke selatan menuju desa Oa untuk mencapai Pantai Rako dan Oa. Jalan sepanjang ± 22km inilah yang sebagian besar belum diperhatikan pemerintah daerah untuk segera diperbaiki meskipun sudah cukup parah kerusakannya. Saat menelusuri jalan, perhatikan bahwa Anda harus lurus bila menjumpai pertigaan pertama (ke kiri menuju ke Gunung Lewotobi). Setelah melewati enam jembatan di sepanjang jalan ini, sampailah di pertigaan kedua dimana kita harus belok ke kiri.

Berjarak ± 2km dari ujung pertigaan tadi, Pantai Rako yang pertama Anda akan jumpai. Pantai Oa, dalam bahasa lokal berarti “wanita“, berada di balik bukit karang sebelahnya. Dari sini, terlihat kemegahan gunung api Lewotobi di latar belakang. Karena ketiadaan fasilitas warung makan dan sejenisnya, membawa perbekalan yang dibutuhkan selama berwisata di sana sejak dari berangkat sangat disarankan. Namun, jangan lupa untuk selalu membawa semua sampah kita dan dibuang di tempat yang seharusnya setelah selesai berwisata ya. :-)

salam,

Dwi Setijo Widodo

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

50 Comments to "Keindahan Pantai Oa dan Rako di Kabupaten Flores Timur, NTT"

  1. jeffry tukan  25 July, 2017 at 22:12

    Aku akan pulang ayah larantuka adalah asal..

  2. uran kristo  23 July, 2015 at 19:56

    oke. kami sangat bangga dengan keadaan yang ada di pantai rako mari kita kembangkan keindahan pantai rako,yang asri dan membaggakan,sallam helero,uran,s.

  3. rafael liwu  16 November, 2013 at 09:42

    keindahan pantai rako dan pantai oa memang sngat memikat hati para pengunjung yang datang kesna,,,begitu indah n pesona, di ujngpantai rako ada tanjung manuk dan di puncak tajung manuk ada taman doa yg sudah ada sejak dulu kala yg merupakan warisan leluhur,,

  4. Evi Irons  30 September, 2013 at 06:33

    Indahnya

  5. linus lalun  29 September, 2013 at 19:19

    Pinta Ku untuk PEMDA FLOTIM sedikit luangkan waktu Mu untuk melihat putri jelita yang ditelantakan. jamalah dia,dandanlah dia biar dikenal. Kata orang dikenal maka disayang, tak kenal maka tak sayang. salam…….salam…….Nus Liwu. Tabana Putra. Anak Lewo Jawa

  6. linus lalun  29 September, 2013 at 19:05

    saya mau ngjak teman-teman untuk bisa menghabiskan waktu akir pekan di Pantai Oa.Sangat menyenangkan dan membahagiakan.

  7. Dwi Setijo Widodo  19 September, 2012 at 09:17

    Halo Pak Rafael,

    Benar sekali, Pak, Semoga tulisan kecil ini dapat membantu untuk mempromosikan keindahan dan keunikan Pulau Flores.

    Salam.

  8. rafael liwu  17 September, 2012 at 17:28

    benar skli masi bnyak tempat wisata di flores timur yg belun di expos keluar shgga masyrakat luas belum mengetahuinya,,,flores pada umumnya memiliki bnyak potensi wisata yg harus di kembngkan tpi faktor sarana dan prasarana yg menjdi kendala, sya mngharapkan kedepannya nanti pemerintah harus jelih melihat berbagai aset yg perlu di kembgkan terutama wisata alam yg msi di tggalkan bgtu sja, sbgai contoh kita melihat bhwa pulau dewata sgatlah indah stlah di tata sgga bnyak wisatawan asing yg meliriknya.

  9. Dwi Setijo Widodo  13 September, 2012 at 10:09

    Halo Pak Ben,

    Wah, akhirnya ada juga yang bisa sharing juga pengalamannya berkunjung ke pantai Oa ya.

    Ya, setuju Pak Ben. Masyarakat di sana masih asli dengan keramahannya. Sangat terkesan sekali ya.

    Salam dari Maumere.

  10. Ben Prayogo Hillman  12 September, 2012 at 16:46

    saya pernah ke pantai Oa desember 2011 lalu, masih bersih, masih asri ….
    orang-orangnya pun ramah banget…saya seperti dianggap keluarga mereka sendiri disana..
    pokoknya mantap lah… jadi pengen kesana lagi…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *