Karena Aku Seorang Wanita dan Kamu Laki-laki?

R. Wydha

 

Setiap orang itu memiliki ciri khas yang berbeda-beda, type orang yang memiliki watak sensitive, pemarah, pemalu, penyabar, pendedam , dan masih banyak type orang yang lainnya. Dimana dalam kehidupan memang sudah menjadi hal yang mutlak akan perbedaan itu. Tapi entah kenapa mudah untuk berbicara akan kekurangan tiap orang??

Huft, bisa dikatakan hal itu tidak lazim untuk diumbarkan ke semua orang. Karena adanya kata “hak”.  Bisa nggak sih kalau untuk tidak membicarakan kekurangan ataupun juga kelebihan tiap orang kepada orang lain? Susah ternyata jika harus menghilangkan kebiasaan itu. Dijadikanlah suatu tradisi dalam lingkungan yang sebenarnya metropolis menjadi kampungan. Hemmm????

Memang nggak ada yang disalahkan jika sudah berkumpul bersama teman dan “ngeggosip” tentang orang yang lain. Sudah jadi kebiasaan sih hohohoho…… itulah yang menjadi suatu hal pertengakaran dalam tiap hubungan ada kata “perbandingan”. Sebenarnya sama saja sih wanita dan laki-laki itu. Tidak perlu ada yang disbanding-bandingkan, atau karena gender? Oh…nggak boleh gitulah?

Setiap laki-laki yang melihat seorang wanita menangis mereka berkata “ Kau adalah wanita yang lemah. Wanita memang cengeng.” Apakah seorang lelaki itu tidak pernah menangis? Kadang pula wanita itu juga mengatakan hal yang sama, “ Kau adalah laki-laki, tak sepantasnya menangis. Laki-laki jiwa hatinya harus lebih kuat daripada wanita.” Yah, begitulah hati tiap orang berbeda-beda. Sebenarnya tidak ada yang harus dijadikan suatu perbandingan.

Suatu kebodohan jika hanya melihat dari satu sisi saja yang berseberangan. Jika mata sudah terbuka dan otak mulai beraksi saat itu juga hati manusiawi akan mengetahui perbedaan itu indah. Bukan menjadi suatu kelemahan dalam kehidupan. Akan tetapi tidak munafik jika bibir manis disaat emosi, ia akan melontakan kata-kata manis yang tak berintelektual. Bisa menjadi suatu masalah kesalahpahaman dari pribadi orang itu sendiri.

Hal seperti itu bukan malah menjadi seorang wanita dan laki-laki akan saling menghargai, malah menjadi caci maki yang ramai dalam kehidupannya. Jadi untuk apa diciptakan kasih sayang dan cinta jika cacian dan pemukulan kata keras menjadi bulanan dalam peran kehidupan mereka? Hemmm…

Untuk kehidupan yang penuh kasih dan damai, jangan menganggap suatu perbedaan menjadi suatu hal yang untuk di benci dan diperbandingkan. Jadikan lah suatu hal yang harmonis untuk wanita dan laki-laki. Salam Kasih dan Damai.

 

13 Comments to "Karena Aku Seorang Wanita dan Kamu Laki-laki?"

  1. Linda Cheang  4 February, 2012 at 18:03

    laki-laki dan perempuan menangis, yah, wajar ajah buatku, sih. justru malah sebal sama laki-laki yang sok gengsi enggka mau nangis di saat seharusnya menangis

  2. rina s  4 February, 2012 at 11:09

    orang selalu menilai menangis sama dengan cengeng….

  3. R. Wydha  2 February, 2012 at 10:59

    Pak DJ,,, : hehehe iyaa pak DJ,trims commentnyaaa… em,,,laki-laki cuek kadang dia cuek dengan keadaan sehingga dia bisa lebih tahan setiap menghadapi tantangan

    kang Noew.. : Basmi yaa virus parasit di planet sana heheheh,,,membahayakan …

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *