Stories From the Roads (2) : Stranded in Santa Rosa

Hariatni Novitasari

 

Rencana awal, kami akan berangkat dari St. Louis Rabu, 21 Desember 2011 siang hari. Karena ada satu keluarga di St. Louis yang juga akan menuju Las Vegas, akhirnya kami sepakat untuk berangkat bersama-sama, beriringan dua mobil. Akhirnya, kamipun merubah rencana awal dan berangkat pada Kamis dinihari. Kalau sesuai dengan rencana awal, kami akan tiba dan menginap di Albuquerque, New Mexico keesokan harinya.

Dan, kami juga masih mendapat kesempatan untuk jalan-jalan sebentar di salah satu kota besar di New Mexico ini. Jarak antara St. Louis dengan Albuquerque sekitar 1.038 dan bisa ditempuh dalam waktu lebih dari 17 jam lewat Oklahoma. Kalau sesuai dengan rencana awal, kami bisa terus menyetir dari St. Louis ke Albuquerque terus menerus atau kita bisa saja menginap di rute antara kalau kami terlalu capek. Dengan jadwal yang baru, kami tetap berencana untuk menginap di Albuquerque dengan catatan kami tidak bisa jalan-jalan ketika kami sampai pada hari Kamis itu karena hari sudah malam. Baru pagi harinya, kami akan melanjutkan perjalanan ke Las Vegas dengan melewati Arizona. Jum’at malam, kami akan sampai di Las Vegas.

Berangkat dinihari, bagiku tidaklah menyenangkan. Jam segitu, biasanya waktunya tidur dan kami dipaksa untuk “melek.” Dalam perjalanan ini, aku bertugas sebagai navigator yang mengajak teman nyetir ngobrol biar terus melek dan sekali-kali membaca tanda-tanda di jalan meskipun kami sudah menggunakan GPS. Selain itu, aku juga sekali-kali bertugas menjawab panggilan HT dari mobil satunya. Sekitar jam 6 pagi, kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah rest area di Oklahoma karena semua sudah tidak kuat untuk melek. Setelah tertidur di mobil sekitar dua jam, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Barat.

Dan, kamipun berada di dalam mobil sepanjang hari itu. Hanya berhenti untuk sekali-kali untuk isi bensin, ke toilet, makan, dan sholat. Karena kami melewati Oklahoma yang notabene adalah Midwest, maka yang kami lihat hanyalah padang yang sangat luas sesekali diselingi dengan pohon yang tidak begitu tinggi atau rumah-rumah penduduk dan pusat bisnis kalau kami sudah mendekati kota. Agak membosankan juga. Hari itu, dinginnya juga minta ampun. Semakin kami ke Barat, semakin dingin saja suhunya. Terutama ketika kami berhenti untuk makan dan sholat di salah satu rest area di Oklahoma. Anginnya kencang sekali. Hembusan angin yang kencang membuat suhu lebih rendah dari temperatur yang seharusnya. Agak aneh juga. Harusnya, semakin ke Barat harusnya semakin panas.

Ketika jam menunjukkan pukul 5 sore, kami memasuki Santa Rosa, satu kota di New Mexico. Meskipun baru jam 5 sore, sekeliling sudah sangat gelap. Disinilah kami menyadari kalau jalan tol ke Barat sudah ditutup. Beberapa kali kami berputar untuk mencari rute yang memungkinkan kami meneruskan perjalanan ke Albuquerque. Sayangnya, kami tidak menemukan alternatif jalan. Mau tidak mau, kami harus memasuki kota ini. Ketika mengendarai mobil masuk ke dalam kota, kami melihat begitu banyak kendaraan-kendaraan yang diparkir di sepanjang jalan dan di halaman penginapan-penginapan yang ada di sepanjang jalan utama. Kamipun pada akhirnya juga memutuskan untuk menginap di kota ini. Setelah beberapa penginapan, kami mendapatkan dua kamar di Holiday Inn. Dari orang-orang di penginapan, kami diberitahu kalau jalan tol ditutup karena ada black ice dan potensi terjadinya South snow blizzard pada malam itu.

Ketika kami bangun keesokan harinya, kami mendapati bahwa salju sudah menyelimuti Santa Rosa. Sebenarnya, agak anomali juga salju turun di negara bagian ini karena New Mexico merupakan wilayah yang “jarang sekali” turun salju. Padahal di St. Louis yang biasanya salju sudah tebal di akhir Desember masih kering. Jadi, sebenarnya salju pertamaku di musim dingin kali ini justru aku dapatkan di Santa Rosa daripada di St. Louis.

Kami berencana berangkat pagi-pagi sekitar jam 8. Sayangnya, dari update informasi yang kami dapatkan, jalan tol belum bisa dibuka. Para tamu hotel yang ingin melanjutkan perjalanan ke Barat berkumpul di lobby dan ruang makan hotel untuk informasi terkini dan kemungkinan rute alternatif. Satu-satunya rute alternatif adalah kembali ke timur, kearah Texas, tapi itu sama saja dengan kembali ke St. Louis. Lalu, kami memutuskan untuk menunggu jalan tol dibuka. Itu adalah solusi yang terbaik. Sayangnya, sampai dengan waktu check out hotel, kami belum mendapatkan kepastian dibukanya jalan tol, meskipun salju sudah berhenti dan jalanan sudah mulai dibersihkan. Kamipun memutuskan untuk check out dan berputar-putar di kota sambil menunggu jalan tol dibuka. Beberapa kali kami ke pintu jalan tol. Yang kami temui hanyalah para polisi yang sedang berjaga disana. Kami bertanya kepada mereka jam berapa jalan tol dibuka. Sayangnya, mereka juga tidak tahu dengan pasti. Baru jam 2 siang, jalan tol dibuka. Lumayan panjang juga antrian kendaraan yang akan masuk jalan tol.

Dengan tertahannya kami di Santa Rosa selama sekitar 20 jam, maka kami baru akan tiba di Las Vegas pada Sabtu dinihari. Kalau kami menyetir tanpa berhenti sama sekali, kami akan tiba sekitar jam 1 malam. Karena kami tidak mungkin berkendaraan tanpa berhenti, kami memprediksi baru akan tiba di Las Vegas sekitar jam 3 pagi.

Ketika kami melalui jalan tol di New Mexico, kami mendapati kalau lanskap sudah mulai berubah. Dari sekedar tanah datar menjadi ada sedikit variasi bukit dan kaktus. Selain itu, ditambah pula dengan butiran salju yang menghiasi gurun di New Mexico. Tampak indah sekali. Apalagi ditambah dengan cahaya matahari ketika dia tenggelam. Sayangnya, ketika kami memasuki wilayah Arizona, sekeliling sudah gelap gulita. Kami tidak bisa melihat apa-apa. Dalam bayanganku, Arizona mungkin memiliki lanskap yang mirip atau mungkin lebih indah dari New Mexico.

Karena kami harus sampai di Las Vegas pada malam itu juga, kami berhenti lebih sedikit dari sebelumnya. Kami hanya berhenti untuk isi bensin dan ke kamar mandi saja. Tapi, setelah lewat tengah malam, kami sudah terlalu capek dan kami sudah skipped makan malam. Kamipun lalu memutuskan untuk berhenti di salah satu restoran di tengah gurun. Dalam kondisi setengah lapar dan mengantuk memang agak sedikit berbahaya karena semakin ke Barat, kami menjumpai kalau para sopir semakin ugal-ugalan dan tidak mau mengalah.

Ditambah dengan jalan tol di sini lebih gelap dan sempit daripada di Midwest. Setelah makan malam telat ini, nampaknya aku sudah sangat kecapekan dan tiba-tiba saja jatuh tertidur. Untung, dua orang temanku yang duduk di bangku belakang sudah cukup tidur jadi bisa bercakap-cakap dengan teman yang nyetir. Setengah jam sebelum sampai di tujuan, aku mulai terbangun. Mulai tampak dari kejauhan gemerlapnya kota Las Vegas. Hampir aku tidak percaya, kota ini dibangun di tengah gurun dan sekarang merupakan salah satu kota yang paling padat penduduknya di Amerika Serikat. Tepat jam 3 pagi, kami menginjak di lobby hotel. Begitu masuk kamar, yang aku lakukan tidak lain adalah menghempaskan tubuh ke dalam kasur dan tidur. Karena ini adalah hal yang benar-benar ingin aku lakukan setelah berada di dalam mobil sepanjang 1.556 dari St. Louis.

 

(BERSAMBUNG)

 

23 Comments to "Stories From the Roads (2) : Stranded in Santa Rosa"

  1. Handoko Widagdo  4 February, 2012 at 08:27

    Menikmati beer dan iga babi di tepi sungai yang jernih adalah pengalaman tak terlupakan saat di Brattleboro.

  2. Oscar Delta Bravo  4 February, 2012 at 01:18

    HN kalau tahu mau mampir ke ABQ.NM saya bisa ganti harinya cuti kantor,karena Thanksgiving disana dan 29 desember sampai 8 Jan balik lagi ,…terus dari ABQ,NM drive ke Las VegasKetika landing di ABQ anak saya cerita baru saja ada badai salju minggu kemarinnya ,sehabis Thanksgiving dan sebelum tahun baru 2012,Salam dari Florida

  3. HN  3 February, 2012 at 23:51

    Mbak Hennie dan Bu Nunuk: hahahaha… Wah, jadi pengen coba-coba deh.. Nanti kalau balik kesana lagi, bisa coba.. hihihihihi.

    Pampam: iya, Pam… Tol teruuuusss.. Lurus. Seperti kata Bu Nunuk, jalan tol yang seperti tidak ada ujungnya dan tidak ada orang yang jualan teh botol… hehehehe.

    Oom Dj: selamat berdingin-dingin di Mainz ya Oom.. Di St. Louis anget banget. tidak percaya ini sedang musim dingin. Salju hanya turun sekali. Kalau ke Barat menjadi lebih dingin kayaknya. Hari ini,Denver kena snow storm.

    Subo Lani: ya karena badai salju sampai jalan tolnya ditutup. Eh, pengalaman buruk opo, Subo? Piye kabare? Lagi bersenang-senang ya sekarang? hehehe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *