Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Rindu, Dukacita dan Airmata

Saturday, 4 February 2012

Viewed 487 times, 1 times today | 8 Comments |

Yeni Suryasusanti

 

Dulu, seminggu setelah putri tercinta pergi
seorang kerabat yang ternyata mengamati
merasa aneh melihat seorang ibu tidak menangisi
berpulangnya sang buah hati menghadap Ilahi

Ketika itu, dalam kemarahan aku berkata penuh emosi
Apakah hanya karena tidak terlihat menangis berarti aku tidak bersedih hati?!
Jika dengan airmata Nada bisa sembuh dan hidup kembali
maka airmata darah bahkan nanah pun akan aku beri!!!

Setiap insan menghadapi duka cita dengan caranya sendiri
absennya air mata di muka umum bagi beberapa pribadi
bisa jadi benar-benar menggambarkan ketegaran hati
namun bisa juga hanya sekedar perlindungan diri

Meratapi sebuah kematian adalah sebuah ironi
Karena kita tidak tahu dengan pasti
apa yang terjadi saat ini di alam setelah mati
Apakah kenikmatan surgawi ataukah siksa kubur yang tak terperi

Meski terkadang aku masih meneteskan airmata di pipi
ketika rasa rindu pada sang putri menguasai hati
percayalah, itu hanyalah karena rasa iba diri
bukan karena aku tidak ikhlas melepasnya pergi

Karena dua hal yang pasti aku yakini
bahwa segala sesuatu yang kita miliki
hanyalah merupakan titipan dari Ilahi
dan di dunia ini tidak ada yang abadi…

Jakarta, 30 Januari 2012
Ketika teringat dirimu, Putriku…
Yeni Suryasusanti

 

Share This Post

Posted by Saturday, 4 February 2012 on 10:53.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

8 Responses to “Rindu, Dukacita dan Airmata”

  1. 8
    R. Wydha Says:

    dek nada lucu sekali,,,

    semoga selalu tenang dalam dekap pelukanNYA amin,,,,,

  2. 7
    Yeni Suryasusanti Says:

    @ Dewi : Itu foto terakhir Nada dan saya, sekitar sebulan sebelum meninggal. Wah, adikmu pasti lebih shock daripada aku, secara begitu mendadak. Turut berduka utk keluargamu ya…
    Aku masih melewati proses 7 hari sejak waktu awal kejang aku bawa ke UGD : 4 hari di ruang rawat dan 3 hari koma di ICU, kemudian meninggal.
    Pada saat di ICU baru kami dapat diagnosa Ensefalitis (radang batang otak), tapi kondisi Nada saat itu sudah comma dan MBO (mati batang otak). Jadi, aku punya waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kepergiannya…

  3. 6
    Dewi Aichi Says:

    Yeni , itu Ananda yang telah tiada ya?

    Keponakan saya juga meninggal, di usia yang sama, meninggal di pangkuan ibu saya, saya bersama ibu saya waktu itu sudah berusaha melarikan secepat mungkin ke rumah sakit, tapi tak tertolong, adik dan adik ipar sedang kerja saat itu, ahhh…kalau inget …betapa shock adik iparku dan adikku….

  4. 5
    Yeni Suryasusanti Says:

    @ All : Kemarin itu teringat Nada karena si bungsu Fian baru aja didaftarkan masuk TK, ingat Nada nggak sempat melewati proses ini… makasih atas doa dan simpatinya… sungguh bahagia memiliki teman2 yang peduli

    @ Kornelya : Iya, alhamdulillah saya beruntung cukup bisa menuliskan perasaan saya, jadi kalo kangen nggak terlalu penuh rasanya

  5. 4
    Kornelya Says:

    Mba Yenni, saya bisa membayangkan kepedihan ditinggal buah hati. Namun bersyukur mba Yenni bisa menuangkannya dalam tulisan, untuk membebaskan rasa. Salam simpati dariku.

  6. 3
    J C Says:

    Simpati saya juga Yeni…

  7. 2
    nu2k Says:

    Beste zusje Yenny, tidak satupun akan dapat mengisi kekosongan yang telah ditinggalkannya. Semoga diberikan tempat yang nyaman disisiNYA. Amien. Sterkte toegewenst.. Gr. Nu2k

  8. 1
    Titin rahayu Says:

    Ikut berduka, tidak terbayang betapa sedihnya orang tua yang kehilangan anak-anak mereka….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)