Apakah Arti Hidup Ini?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA PENCINTA BALTYRA…..!!!

Salam Jumpa dengan oret-oretan Dj. Sebelum Dj. mulai dengan oret-oretan ini, Dj. mohon maaf bila mana oret-oratan kali ini tidak berkenan di hati anda.

Bukan maksud Dj. ingin mengadili iman / kepercayaan seseorang, tapi ini sekedar pengakuan iman Dj. semata. Kali ini, “mungkin” sedikit aneh…??? , tapi bukan berarti mengajak anda untuk bersedih.

Hanya sedikit mengajak anda untuk merenungkan perjalanan hidup kita di masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Atau mungkin lebih tepat, merenungkan perjalanan hidup kita sebagai orang yang percaya….Pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri….

Darimana kah saya datang dan kemana saya akan pergi…..???

Atau anda merasa masa bodoh saja. Sangat disayangkan, kalau manusia dilahirkan, hidup, makan-minum, tidur, menikah dan menikahkan, berljual-beli, tua atau muda, kemudian mati…. (apa artinya semua ini ???).

Sangat disayangkan kalau demikian. Hidup harus ada artinya dan tujuannya…

Olehnya Dj. yakin, hidup ini tidaklah sia-sia, hanya makan dan minum, bekerja, tidur-bangun, sakit atau tua / muda dan kemudian mati.

Bilamana hal ini ternyata benar, maka semua orang akan merasa senang, karena “dosa” tidak ada. Tidak ada Soorga, tidak ada neraka, semua setelah mati habis. (titik). Namun bagaimana jika hal ini salah…??? Dan ternyata TUHAN itu ada dan akan ada pengadilan di akhir jaman…???

O…alangkah sedihnya, bagi mereka yang hidup tanpa TUHAN.

Dengan kata yang mudah…. Mereka akan hilang dan tidak terselamatkan. Kemana dengan mereka…??? (Hanya TUHAN yang tau). Pernahkan kita semua berpikir, mengapa…..

Saat kita dilahirkan, kita menangis, tapi semua yang melihat kita akan merasa gembira dan tertawa menyambut kedatangan kita.

Tapi saat kita pergi (meninggal), kita bisa tersenyum dengan tenang dan semua orang yang melihat akan menangis….Aneh bukan…???

Minggu lalu Dj. kehilangan seorang teman yang sudah seperti saudara, karena kami pernah main theater, sebagai kaka beradik.

Banyak yang berkata, untuk pulang kerumah Bapa di Sorga, sebenarnya dia (Antony Sondakh), masih terlalu muda…Di bawah ini photo kedua putra dari Antony Sondakh di depan peti jenazah.

Perjalanan dari rumah duka, ke kubur.

Seberapa muda, seseorang akan pergi, meninggalkan dunia ini…???

Dj. rasa tidak ada seorangpun yang dapat menjawabnya, bahkan anak-anak dan bayipun bisa meninggal dalam usia sangat muda. Apakah satu keberuntungan, atau kerugian kalau boleh meninggal lebih muda atau yang sudah berumur lanjut…???

Bagi kami, orang yang percaya bahwa TUHAN itu ada, maka meninggalkan dunia ini, bukanlah satu hal yang harus dibikin sedih. Apa lantas orang tidak boleh merasa sedih…???

Jelas BOLEH…!!! Mengapa tidak, bagi sanak-saudara yang selalu mendampingi selama hidupnya, jelas merasa kehilangan. Dan dengan demikian siapapun, yang kehilangan, akan merasakan sedih, bahkan mungkin sangat mendalam. Apalagi saat mengantar jenasah ke liang lahat.

Oret-oretan Dj. yang pertama di BalTyRa, (kalau tidak salah), adalah dengan judul “ Apakah kita sudah siap (http://baltyra.com/2009/07/29/apakah-kita-sudah-siap/) … ??? “

Nah oret-oretan kali ini, adalah untuk kedua kalinya Dj. ingin mengingatkan kita semua, bahwa hidup kita di dunia ini tidaklah untuk selamanya. Jadi “hidup” yang sementara ini, baiklah kita gunakan sebaik-baiknya dan janganlah menjadi beban dalam perjalan hidup kita sendiri.

Bagi kami yang percaya, bahwa setelah kehidupan di dunia ini, akan ada kehidupan yang lebih baik, atau lebih indah. Olehnya, sudah selayaknya kalau dalam kehidupan ini, kita selalu siap. Jangan sampai satu saat nanti TUHAN panggil, maka kita belum siap atau sedang sibuk dengan yang bening-bening….

Sibuk dengan harta, pangkat (jabatan) dan lupa akan tugas yang TUHAN telah embankan dalam kehidupan kita di dunia ini.

Puji TUHAN….!!!

Saudara Dj. yang meninggal kali ini, adalah seorang anak TUHAN yang sejati. Sikap kehidupannya, dia tidak buktikan dengan kata-kata yang muluk-muluk, tapi dia saksikan dengan cara hidupnya yang sangat mematuhi kehendakNya.

Anton, selalu berada di belakang layar, dia selalu menyibukan diri untuk orang lain. Dia seorang yang sangat tenang, senyumnya tidak pernah ketinggalan menghiasi wajahnya. Belum pernah orang menjumpainya dengan wajah masam atau cemberut, benar-benar seorang yang sangat sabar.

Bila istrinya teriakpun (Anton…!!!), maka dia hanya tersenyum manis… Semua teman-temannya selalu memberi kesaaksian tentang kehidupannya dan selalu berkata… jadilah seperti Anton…!!! Apapun yang dia hadapi, walau persoalan yang beratpun, dia laksanakan dengan senyuman dan penuh kesabaran. Bahkan yang Dj. ingat, saat dia berkata “tidak” pun, masih diiringi dengan senyuman….

Kita manusia, berasal dari tanah dan kembali menjadi tanah. TUHAN yang memberi dan TUHAN pula yang mengambil.

Terpujilah nama TUHAN….!!!

Mataharipun bersinar terang, tapi temperatur saat itu minus 10°C (10°C di bawah 0) atau bahkan lebih, tapi begitu banyaknya teman, sahabat dan saudara yang turut mengantar jenazah Anton ke makam. Bahkan bersabar antri untuk menaruh bunga atau menebar tanah diatas peti jenazah…

Tidak pandang baik Kristen, Islam, Buddha atau apapun, banyak sekali yang mengenal Anton atau keluarga Sondakh dengan sangat baik… Datang melayat, bahkan banyak yang dari luar kota yang sangat jauuh.

Photo di bawah ini, adalah seorang saudara yang paling sepuh di antara kami orang-orang Indonesia di Frankkfurt dan sekitarnya. Walau umur sudah hampir mencapai 80 tahun, tapi masih sehat dan setiap harinya selalu bersepeda mengelilingi kota Frankfurt.

Dj. hanya berharap, semoga oret-oretan dan photo-photo di atas, boleh mengingatkan kita, bahwa semua yaang ada di dunia ini tidak ada yang untuk selamanya. Semuanya hanya untuk sementara saja dan semuanya akan kembali kepada sang penciptaNya.

Semua, apa saja yang telah kita bikin, tidak mungkin bisa diputar kembali, semua harus kita masing-masing tanggung akibatnya. Hanya ada satu anak manusia yang mau menanggung beban yang telah kita pperbuat dalam kehidupan ini.

Dosa dimulai dari seorang manusia “adam” dan dosa bisa ditanggung, juga oleh seorang anak manusia yang bernama JESUS KRISTUS…!!! Olehnya Dia diisebut JURU SELAMAT.

Tidak ada nama lain yang diberikan dibawah kolong langit ini, kecuali kepadanya, dimana Allah berkenan. Dia sendiri yang dalam rupa manusia, telah datang kepada ciptaannya.

Tapi ciptaannya tidak menerimaNya, bahkan membunuhnya di kayu salib. Itulah harga yang telah Dia bayar, untuk menebus dosa kita manusia. Harganya sangat mahal, tapi Dia sudah bayar dengan LUNAS bagi semua manusia yang percaya kepadaNya. AMIN…!!! Ini adalah ANUGERAH Allah kepada manusia, jadi mengapa mau usaha sendiri, yang jelas, dengan usaha sendiri tidak akan bisa atau tidak akan mungkin.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semuanya yang telah begitu bersabar, menanti, membaca dan bahkan meninggalkan komentar untuk oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semua, sekarang dan sampai Maranata TUHAN datang….!!!

 

Salam Sejahtera dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

36 Comments to "Apakah Arti Hidup Ini?"

  1. Dj.  13 February, 2012 at 01:26

    Mei…..

    R.S. Pantiwilasa jg k banjiran…???
    Bukannya R.S. tersebut ada di daerah bukit di Candi Baru…???
    Kok bisa kebanjiran, ngacau ah….
    Yang bener nih…
    Salam manis dari Mainz.
    Baru saja pulang melayat, ada istri teman yang juga meninggal.
    Ini tahun baru bulan Februari, sudah banyak orang / teman yang meninggal.
    Apa tahun ini akan jadi tahun orang meninggal…???
    Cocok dengan Artikelmu dong…

  2. Meitasari S  12 February, 2012 at 21:04

    kakang., iya banjir. R.s pantiwilasa jg k banjiran. Ha ha ha.

    Artikel hari berikutnya KITA INI ABU DAN AKAN KEMBALI MENJADI ABU ..

  3. Dj.  11 February, 2012 at 22:05

    Hallo Mei….
    terimakaksih sudah mampir…
    Apa kabar Semarang, kaline banjir po rak…???
    Hahahahahahahaha….!!!

    Artikel Mei hari berikutnya, yang mana Mei, kok Dj. tidak lihat, atau kelewatan.
    Akan Dj. cari…
    Salam manis dari Mainz.

  4. Meitasari S  11 February, 2012 at 20:28

    kalang DJ, wah ini artikel nyambung bener ama tulisan mei hr berikutny.a

    betul kakang sdh pantas jd pendeta … Tx kakang DJ

  5. Dj.  10 February, 2012 at 15:04

    Hallo Evi si bidadari cantik….
    Selamat Pagi dari Mainz…
    Terimakasih ya, sudah mampir….
    Pendeta kan hanya titel saja….
    Tapi pelayanan kan boleh dikerjakan oleh semua anak-anaknya yang dipilih dan dipakaiNya.
    Salam manis dan selamat melayani.

  6. Evi Irons  10 February, 2012 at 07:51

    Terima kasih OOm Dj atas renungannya, udah cocok jadi Pendeta atau asistennya deh

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *