Pondok Asdabil di Seberang Jalan Jawa

R. Wydha

 

Sudah saatnya duduk status sebagai mahasiswa dan di saat itu juga sudah tidak bertempat tinggal bersama kedua orang tua.  Orang tua berpesan , “ Hati-hati di sana jangan sampai terpengaruh dengan lingkungan baru dan mendengar kalau ada orang-orang terlalu fanatik itu biasanya datang ke kos-kos untuk mencari teman dan diajak berpolitik”. Senyum dan menjawab “Iya” serta salam langkah kaki berjalan satu dua tiga lepas dari rumah. Mencari tempat tinggal selama study mahasiswa usai. Tidak jauh dari kampus ada salah satu rumah yang dimanfaatkan untuk kos. Nama rumah itu “Pondok Asdabil”. Dalam hati “ Bangunan rumah kok pondok namanya? Kalau pondok biasanya indentik dengan bangunan bertingkat, ada halamannya luas, dan juga penghuninya muslim muslimah memakai jilbab dengan kegiatan mengaji, sekolah, dan lainnya yang berhubungan dengan religion.

Ragu untuk bertempat tinggal di daerah itu. Berjalan lagi mencari rumah kos sampai blok belkang dan memilih tidak jah dari kampus. “Sudah penuh mbak kamarnya, maaf yaaa”. Jawaban itu sudah berulang kali terdengar. Duduk di salah satu pos satpam yang tidak jauh dari rumah kos yang bertuliskan “Pondok Asdabil” itu. Besuk sudah harus masuk kampus untuk mengisi daftar hadir OSPEK mahasiswa baru di kampus.

Salah seorang satpam bertanya, “ Mau cari kosan mbak? Rumah itu lho mbak masih banyak kamar kosong (jemarinya menunjuk rumah yang bertuliskan “Pondok Asdabil” itu). Ayo mbak saya antar,”. Berdiam diri dan tersenyum heran, “ Sebentar Pak masih mikir dulu. Itu rumah tapi kug namanya “Pondok”? Ragu.” Menggaruk-garuk kepala seolah kayak monyet gatal hehehehe…… Dan ingat pesan orang tua sebelum berangkat. Satpam itu menjelaskan, “Mbak itu kosan sudah dari dulu. Bukan “Pondokan “ yang memakai jilbab itu mbak. Yaah bukan pondok pesantren lah mbak. Ayo saya antar untuk menemui pak kos nya.”

Akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju rumah itu dengan ditemanin pak satpam. Sesampainya, “ Maaf Pak, ini ada mbak yang mau cari kos. Masih ada kamar kosong? “ Pak kosa menjawab, “ Oyaa,, silahkan masuk. Masih ada kamar kos disini yang masih kosong.” Pak kos menunjukkan salah satu kamar yang masih kosong dan juga menjelaskan harga, fasilitas, peraturan kos, dan bagaimana sistem pembayarannya. Dari segi kamar dan kebersihan lingkungan rumah dan kamar mandinya cukup sehat dan tempatnya juga dekat sama kampus. Membeli makan di sekitarnya juga dekat dan warnet pun juga dekat. Setelah tau bagaimana kondisi rumah itu akhirnya memutuskan untuk kos di rumah “Pondok Asdabil” itu.

Genap empat tahun bertempat tinggal di rumah “Pondok Asdabil” suasana yang bisa merentetkan crita-crita bertemu dengan seseorang yang terkasih dan bertemu teman sahabat hingga sudah selayaknya saudara sendiri. Perpisahan bulan July 2011 membuat hati yang dulu ragu kini berubah menjadi hati yang ingin selalu berada di dalam rumah itu. Rasa sayang, rindu kepada yang terkasih dan saudara-saudara di rumah itu sebagai motivator dan inspirasi dalam perjuangan mencapai gelar sarjana. Akan tetapi, kini seseorang itu tak berada di daerah rumah itu.

Saudara-saudara “Pondok Asdabil” juga sudah ada yang tidak bertempat tinggal di rumah itu. Begitu banyak crita yang tak kan pernah bisa terlupakan. Sweet memory hehehehe……. Menjadi anak kos melatih kemandirian pribadi kita dan melatih peka terhadap lingkungan sekitar. Bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan baru kita kenal dengan masyarakat yang baru.

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

10 Comments to "Pondok Asdabil di Seberang Jalan Jawa"

  1. R. Wydha  10 February, 2012 at 10:06

    @ mbak henie :

    @ mbak evi : hehehehehe,,,, iyaa sih klo ngekos duit juga udh menipis jadi cemberut hehehe plg deh krmh ortu hehehe

  2. Evi Irons  10 February, 2012 at 07:41

    ceritanya kurang mendalam nih, bikin penasaran! saya belum pernah merasakan kost, jadi ingin merasakannya….hahahhah..aneh-aneh aja nih keinginannya, cuma kalau gak punya duit ngekost bisa merana deh

  3. HennieTriana Oberst  9 February, 2012 at 10:15

    Ingat masa kos dulu

  4. R. Wydha  9 February, 2012 at 09:37

    pak pams : hehehe cocok gmna pak hehehe….

    koko JC : hehehe iyaa masa KKN itu masa menyenangkan hehehe…

  5. J C  8 February, 2012 at 16:41

    Ngekos pertama di Cimanggis, waktu kerja praktek di salah satu perusahaan di Jl. Raya Bogor sana. Kos selama 3 bulan, asik sekali dan sangat menikmati kehidupan yang berbeda. Ngekos berikutnya waktu kerja di Jakarta, selama hampir 2 tahun. Dan berikutnya waktu studi lagi di Negeri Kincir Angin selama hampir 2 tahun. Banyak-banyak-banyak sekali pengalaman dan cerita.

    Kalau KKN di IDT (Inpres Desa Tertinggal) dan tinggal di mess pabrik dihitung ngekos juga, ya termasuk itu juga lah…

  6. [email protected]  8 February, 2012 at 14:48

    “………Genap empat tahun bertempat tinggal di rumah “Pondok Asdabil” suasana yang bisa merentetkan crita-crita bertemu dengan seseorang yang terkasih……….”

    cocok dengan comment mas anoew….

  7. R. Wydha  8 February, 2012 at 10:44

    pak handoko : siippp betul itu pak,,, kalo tempat kos sudah tak nyaman nggak fokus study nyaa hehehehe,,,

    kang noew : hehehehe,,, yups begitulah kang noew,, hehehe,,,,

    eyang nu2k : hehehehe,, iyaaaa… hrus lebih jaga diri dmana kita mau bertempat tinggal,, kos pun juga begitu hehehe,, trims eyang nu2k… salam

  8. nu2k  8 February, 2012 at 10:25

    In de kost, in de kost…Mana boleh saya in de kost waktu kuliah dulu.. In de kostnya ya di rumah tante sendiri. Baru setelah dapat bea siswa ke Belanda yang namanya in de kost betulan saya alami… Ceritanya tentunya yo sak gudangnya kapal terbang.. Malah hanggarnya masih kekecilan, ‘nggak cukup untuk menyimpan cerita yang ada.. ha, ha, haaa.. Yang penting menjaga diri sendiri dan tahu/ sadar akan apa yang kita kerjakan… Sebuah tempat yang tepat untuk mengenal dan belajar tahu tentang (terutama) diri kita sendiri… Gr en werkt ze, nu2k

  9. anoew  8 February, 2012 at 08:55

    Begitu banyak cerita yg timbul dari kamar kost..

  10. Handoko Widagdo  8 February, 2012 at 08:23

    Tempat kos yang baik akan menunjang suksesnya studi.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *