Tangisan Rembulan Sebelum Fajar

El Hida

 

aku rembulan yang menangis sebelum fajar
mau kau apakan aku setelah malam kau habisi
tak cukupkah langit kau gelapkan dan mimpi kau hitamkan

aku tak ingat akan sepucuk surat yang dikirim hujan
entah itu tentang waktu yang empedu, atau
justru tentang lukisan hening berwarna tabu
namun aku hanya mencoba mengakhiri perih
bekas torehan matahari tempo dulu

aku ingatkan engkau lagi
aku hanya rembulan yang menangis sebelum fajar
kian takut saat adzan pagi digetarkan malaikat

 

5 Comments to "Tangisan Rembulan Sebelum Fajar"

  1. Linda Cheang  11 February, 2012 at 15:12

    oh, propertiku yang sudah kutinggalkan, sekarang malah jadi begini…

  2. anoew  11 February, 2012 at 11:52

    Berlawanan dengan perawan di seberang
    Meratap merenung dan bertanya-tanya
    Kenapa sang rembulan tak kunjung datang
    Engkau kah perjaka yang pergi membawa asa?

  3. mariana diahsusilawaty  11 February, 2012 at 11:47

    terima kasih atas tagnya semoga semangat terus …

  4. Handoko Widagdo  11 February, 2012 at 09:07

    Nanti akan saya baca ulang menjelang fajar sambil mengamati bulan yang menangis.
    Nanti akan kubaca menjelang fajar, mendahului suara adzan.
    Oh bulan yang merindu.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.