Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Tangisan Rembulan Sebelum Fajar

Saturday, 11 February 2012

Viewed 325 times, 1 times today | 5 Comments |

El Hida

 

aku rembulan yang menangis sebelum fajar
mau kau apakan aku setelah malam kau habisi
tak cukupkah langit kau gelapkan dan mimpi kau hitamkan

aku tak ingat akan sepucuk surat yang dikirim hujan
entah itu tentang waktu yang empedu, atau
justru tentang lukisan hening berwarna tabu
namun aku hanya mencoba mengakhiri perih
bekas torehan matahari tempo dulu

aku ingatkan engkau lagi
aku hanya rembulan yang menangis sebelum fajar
kian takut saat adzan pagi digetarkan malaikat

 

Share This Post

Posted by Saturday, 11 February 2012 on 08:20.

Categories: Pojok Sastra. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

5 Responses to “Tangisan Rembulan Sebelum Fajar”

  1. 5
    Linda Cheang Says:

    oh, propertiku yang sudah kutinggalkan, sekarang malah jadi begini…

  2. 4
    Zaaku Deyo Says:

    puisi yg indah….

    kenapa menangis wahai rembulan?
    bukankah biasanya kau paling tegar diantara cahaya mlm?

    *keep write ! )

  3. 3
    anoew Says:

    Berlawanan dengan perawan di seberang
    Meratap merenung dan bertanya-tanya
    Kenapa sang rembulan tak kunjung datang
    Engkau kah perjaka yang pergi membawa asa?

  4. 2
    mariana diahsusilawaty Says:

    terima kasih atas tagnya semoga semangat terus …

  5. 1
    Handoko Widagdo Says:

    Nanti akan saya baca ulang menjelang fajar sambil mengamati bulan yang menangis.
    Nanti akan kubaca menjelang fajar, mendahului suara adzan.
    Oh bulan yang merindu.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)