Saturday, 11 February 2012
El Hida
aku rembulan yang menangis sebelum fajar
mau kau apakan aku setelah malam kau habisi
tak cukupkah langit kau gelapkan dan mimpi kau hitamkan
aku tak ingat akan sepucuk surat yang dikirim hujan
entah itu tentang waktu yang empedu, atau
justru tentang lukisan hening berwarna tabu
namun aku hanya mencoba mengakhiri perih
bekas torehan matahari tempo dulu
aku ingatkan engkau lagi
aku hanya rembulan yang menangis sebelum fajar
kian takut saat adzan pagi digetarkan malaikat

February 11th, 2012 at 15:12
oh, propertiku yang sudah kutinggalkan, sekarang malah jadi begini…
February 11th, 2012 at 13:37
puisi yg indah….
kenapa menangis wahai rembulan?
bukankah biasanya kau paling tegar diantara cahaya mlm?
*keep write !
)
February 11th, 2012 at 11:52
Berlawanan dengan perawan di seberang

Meratap merenung dan bertanya-tanya
Kenapa sang rembulan tak kunjung datang
Engkau kah perjaka yang pergi membawa asa?
February 11th, 2012 at 11:47
terima kasih atas tagnya semoga semangat terus …
February 11th, 2012 at 09:07
Nanti akan saya baca ulang menjelang fajar sambil mengamati bulan yang menangis.
Nanti akan kubaca menjelang fajar, mendahului suara adzan.
Oh bulan yang merindu.