Dingin

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER…..

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. Maaf beberapa hari Dj. sembunyi, karena ada sesuatu masalah (halaaah…. alasan saja…!!!)

Okay…Kali ini Dj. ingin sedikit cerita akan cuaca di Mainz yang mana, “mungkin” juga terjadi di daerah yang lain. Banyak orang mengeluh, cuaca tidak seperti dulu lagi, saat ini cuacapun sudah semuanya sendiri. Benarkah demikian mbak Kris…, Ely… mbak Wid…juga anda yang lainnya???

Anda bisa jawab sendiri, seperti yang anda alami di daerah dimana anda tinggal., entah di Semarang, atau di Puertorico. Mei cerita, di Semarang, kaline banjir, jadi di Semarang saat ini udaranya dingin. Kami lihat di TV, bahwa di Pulau Mallorca dimana kami tahun lalu liburan, pantainya yang begitu indah dan kalau sommer sangat panas, saat ini bahkan tertutup salju, jadi bukan hanya namanya saja pantai putih, tapi benar-benar putih karena salju.

Bisa anda bayangkan pohon palm, kaktus atau perkebunan jeruk yang tertutup salju…???  Si manis Mea, juga cerita di China dingin… Kami sempat ngobrol di FB. Mea heran, kok dingin-dingin kami makan bubur kacang ijo, katanya di China kacang ijo bersifat dingin untuk perut….Hahahahahahaha…… Lha masak bubur kacang ijonya kan pakai jahe yang dimemarkan, jadi di tubuhpun cukup hangat…

Dj. hanya ingin sedikit cerita tentang Mainz, lain tidak. Sampai akhir tahun lalu, yaitu 2011, musim dingin sudah tiba, tapi udara sangat sejuk dan sama sekali tidak dingin, apalagi salju.

Akhir bulan lalu, orang mulai mengeluh, karena dikagetkan dengan udara yang sangat dingin. Yaitu angin dari Russia, yang membawa udara sangat dingin, malam di Mainz bisa mencapai -20°C dan siang juga dingin, bisa mencapai -10°C. Di daerah selatan Jerman, malah sudah mencapai -28°C.

Saat mau mengeluarkan mobil dari dalam garasi jam 6:30, suhu di mobil…. anda bisa lihat –8,5°C . Sekali lagi Dj. katakan ini suhu di dalam garasi, yang mana malah coca cola di botol juga beku, untung botol plastik, kalau dari beling, pasti pecah.

Dan saat keluar dari garasi, masih gelap, walau bulan terang, bisa dilihat, karena langit tidak berawan. Ini kalau mas Anoew lihat bulan ini, langsung nyanyi…

Tanggal limolas (Tgl. 15) padang njingglang…bulane bunder…..
Bareng wis gede aku dikudang bu dokter… Hahahahahahaha….!!!

Di Eropa bagian timur, sudah lebih dari 300 orang yang meninggal karena kedinginan. Mereka adalah gelandangan yang tidur di depan toko atau kantoran. Di saat-saat seperti sekarang ini, orang malas keluar rumah, hanya ingin berdiam di rumah dimana ada alat penghangat.

Dan menekuni hobby yang bisa dikerjakan di dalam rumah, bersihin aquarium, membersihkan photo kamera…dll..dll… Apa boleh buat, Dj. juga harus ngarit, harus cari suket (rumput) untuk bisa menyambung hidup, tidak bisa hanya bermalas-malas di rumah saja.

Hari Sabtu minggu yang lalu, kamipun harus berbelanja mingguan, seperti biasanya….Kami hanya ingin naik bus, mengapa…??? Karena kasihan mobilnya bisa kedinginan, biar istirahat dulu….hahahahahaha….!!!

Siang hari, matahari bersinar terang, walau suhu masih menunjukan -5°C di dalam kota, di luar kota jelas akan lebih dingin.

Walau matahari bersinar dengan terangnya, tapi sedikit menusia yang ada di luar (City walk). Benar mereka lebih memilih berada di dalam toko cafe duduk-duduk di tempat yang hangat…Jadi ingat, kalau mudik, di luar kepanasan dan kami masuk toko, atau Mal yang pasti ada ACnya, jadi sejuk.

Mungkin mas Iwan akan bertanya, lha ada matahari kok pakai jacket tebal, malah kepala pakai kudung. Nah inilah Mainz yang walau bermatahari, tapi tetap sangat dingin, apalagi anginnya….

Dan kalau sudah dingin begini, mau apa lagi…Mana perut juga sudah menuntut untuk diisi, olehnya idee yang bagus adalah masuk Restaurant saja. Kalau di Jogja, bisa ikut mas Fire cari ronde panas, untuk menghangatkan tubuh. Sayang di Mainz tidak ada yang jual ronde mas. Naik dermolen…??? Uuuuiiih…anginnya pasti akan sangat dingin…Mending nonton di Tong setan saja, mungkin hangat….hahahahahahaha….!!!

Okay… untuk makan….Kami banyak pilihan, mau masuk Restaurant apa….??? Yang jelas jangan minta gudeg Yu Jum, pasti tidak ada….!!! Serabi yang Nana beli di Solo, srabi Notosuman juga tidak ada….!!! Di Rastaurant, mau dengarkan suara sinden Encim Masnah alias Pang Tjin Nio….??? Jelas tidak bisa, lha wong tidak ada, gambang keromongnya juga tidak ada….!!! Walau mas Iwan dan dimas Josh Chen ngotot, juga tidak akan ketemu di Mainz…. Hahahahahahaha….!!!

Puji TUHAN….!!! Tapi ada yang dekat dan cukup enak, yaitu Thai Restaurant….!!! Jelas suasananya, sangat Asia dan dihias dengan banyak menggunakan bahan bamboo….

Tapi tidak seperti ceritanya Hennie di China yang menunjukan saat dinasti “Ming” Dimana banyak bangunan seperti yang di pilem silat… hahahahaha…!!!

Haleluya…!!! Masih ada tempat kosong…??? Ya, di belakang jendela kaca di bagian depan. Karena kalau ada apa-apa bisa cepat lari keluar, tanpa bayar….hahahahahaha….!!! (ini yang ajarin si Pambres….hahahaha…..)

Ya tidak ding…, yang jelas sudah banyak kejadian, dimana Restaurant kebakaran dan tamu yang duduk di bagian dalam tidak bisa lari keluar, karena panik, semua orang ingin lari paling dapan, sehingga malah banyak baku tindih dan apes deh…

Nah akhirnya kami memesan minuman terlebih dahulu…Untuk Dj. Jasmine tea yang sangat panas dan Susi memilih Cocktail, yang tanpa alkohol. Entah di Ambon, di tempatnya Neverg, pasti juga ada ya….???

Sayang tidak ada kerang, kesukaaan Dj. apalagi seperti yang mbak Ari Hana pamerkan kerang dari Kenjeran (Surabaya ???), atau dari Irian Jaya….  Nah….setelah kami memilih menu yang kami inginkan, maka datanglah sup “Tom Yam Gung” … (bukan kupang lho mbak Hana… hahaha…!!!)

Yang jelas enak, asem, pedes dan juga panas, hhhhhhmmmmm….!!!! Jadi sangat cocok untuk udara yang dingin di luar jendela….Di dalam mangkok ada 4 udang (cukup besar) dan banyak jamur…

Setelah sup kami santap, maka tidak lama lagi datang pesanan kami berdua. Yaitu bebek dengan sayur dan kuah yang bersantan pedas (menurut Dj.) dan di atasnya dibubuhi kelapa muda (kanan). Juga Cap Chay ala Thai yang juga cukup pedas…. (kiri)

Benar Linda, ini bebek sangat lain dengan yang kita makan di “Paris van Java” di Bandung. Tapi di seluruh China Restaurant di Mainz, semua bebek hanya daging dan tidak ada tulangnya sama sekali. Mungkin takut kalau tamunya ada yang keloloden tulang…. hahahahahaha…!!! Dan bisa dilihat, nasinya masih utuh (panjang), bukan yang sudah pecah… hhhhmmm….!!!

Setelah kenyang makan dan badan sudah terasa hangat, maka kami sedikit ngobrol kiri-kanan. Setelah bayar… jelas kami beri “tip” untuk pelayannya, tapi tidak dimasukan ke kutang, seperti penari “Tayub”nya mas Handoko. Hahahahahahahaha….!!!

Kemudian kami meninggalkan Restaurant dengan perasaan tenang. Bagi yu Lani yang punya teman yang memiliki Thai Restaurant atau anda yang sering makan di Thai Restaurant, bukan hal yang aneh.

Yang aneh adalah…..Tau-tau Susi berkata, lihat tuh ada dua orang makan es grim…..Saking herannya, lihat suami istri yang makan es grim, malah Dj. lupa ambil photo….Lha diluar udara sudah sangat dingin, mereka masih makan es grim….Yang jelas, es grim masih ada yang jual, walau udara dingin…. Tidak percaya…???

Silahkan lihat ada “Eis Florenz”, jelas jualan es grim bahkan di lantai atas banyak yang duduk-duduk dan makan es grim. Mudah-mudahan mereka tidak keracunan seperti monyetnya mas Rahardi….. Maksud Dj. perutnya tidak juga beku…hahahahahaha…!!!

Kami masih sangat bersyukur, karena udara sangat kering. Langit kelihatan sangat bersih, tidak segumpal awanpun ada di atas (langit) di Mainz. Dengan demikian, juga tidak ada salju, jalanan tidak licin, ini semua sudah mengurangi beban yang biasanya sangat melelahkan.

Hanya anginnya saja yang tidak ketulungan dinginnya. Olehnya berbahagialah anda yang tinggal di Indonesia, Hawaii yang selalu hangat dan bahkan panas seperti Rosda di Qatar dan mbak Titin di Cairo. Mbak Dewi, di Brazilia, panas atau dingin saat ini…??? Kan akan ada carnaval bukan…??? Pasti hangat ya….

Mbak Kornelya, di N.Y. pasti juga tidak dingin kan….??? Bu GuCan di Jogja, pasti kepanasan, karena harus selalu menari untuk suami….. hahahahahaha….!!!

Nah, tidak terasa, buspun sudah mendekati appartment kami dan kami akhirnya sampai rumah, bisa leyeh-leyeh di sofa, tanpa memikirkan dinginnya udara di luar sana….Semoga anda tidak mengalami kedinginan seperti di Mainz, kecuali Sasayu yang di Finlandia, mungkin di tempat Sasayu tinggal, lebih dingin daripada di Mainz.

Di bawah ini, photo yang Dj. ambil barusan, sebelum matahari terbenam, dari belakang jendala di balkon appartment. Sayang terlalu banyak ranting pohon, jadi mataharinya tidak kelihatan dengan jelas. Tapi cukup indah, karena ranting-ranting yang membeku.

Terimakasih untuk perhatian anda semua, terimakasih juga kepada pengasuh BalTyRa yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Mohon maaf kalau Dj. banyak mencantumkan nama-nama anda, sebagaibumbu pengharum oret-oretan ini…..

Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN, senantiasa menaungi anda semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

58 Comments to "Dingin"

  1. Dj.  16 February, 2012 at 20:14

    Mas Iwan, cerita tentang gunung Bromo, ingat saat itu ajak mertua dan Daniel masih umur 7 bulan.
    Semua saudara marah, karena anak bayi diajak ke Bromo, takut kedinginan.
    Lha di Mainz lebih dingin, kok di Bromo bisa kedinginan.
    Tapi ternyata benar, bukan Daniel yang kedinginan, tapi Dewo dan Dewi.
    Mereka pertama tertawa lihat orang jual sarung tangan.
    Lha di Indonesia kok jual sarung tangan.
    Tapi jam 5 pagi kami sudah diatas gunung dan memang -1°C, untung mereka bawaa pull over, yang tadinya untuk dipesawat. Nah itulah manusia.
    Dj. tidak boleh tidak menyenangi seseorang, tapi kalau orangnya rewel atau tidak sepikiran, ya mending Dj. ngalah dan Dj. usahakan untuk berdoa untuknya.
    Shalooom…!!!

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 February, 2012 at 19:37

    Hahaha…inget pertama kali saya ke Bromo tahun 1995. Pertama pakai mantel tebal dan kaos tangan. Besoknya saya celana pendek dan tanpa mantel Kata org sana, jangan atau pantang bilang “dingin”, nanti akan tambah dingin. Saya turutin dan benar.

    Ternyata dingin atau panas, dari otak yang memerintahkan bisa tahan atau tidak. Kalau saya tak suka Om Djoko, maka apapun ttg Om Djoko pasti jelek. Begitu juga dingin, kalau sudah bilang dingin, akan dingin semuaaa..

    Salam kembali dari Mawar dan Melati…

  3. Dj.  16 February, 2012 at 18:20

    Mas Iwan…
    Terimakasih sudah mampir…
    Maaf baru bisa balas, karena dari tadi chatting dengan adik mas Iwan yang tinggal di Puertorico. Dia mamerin Tempe mendoan dan macam-macam h´jajanan pasar, bikin Dj. sewot…hahahahahaha….!!!
    Jadi ingat kata-kata seorang teman yang berkunjung ke Mainz dimusim dingin.
    Kok kamu bisa tahan hidup di kedinginan seperti ini….???
    Saat itu, hanya +5°C dan saat kami didalam mobil dia sudah menggerutu, agar heaternya dinyalakan.
    Dj. bilang sudah nyala dari tadi.
    Tau-tau kami lihat dijalan ada orang yang naik sepeda dengan hanya pakai celana pendek.
    Dia makin heran, lha didalam mobil dan pakai pakaian tebal masih kedinginan, kok yang naik sepeda malah hanya pakai celana pendek…???
    Maka Dj. jawab, mungkiin kamu kurang sehat ( sakit ) , jadi terasa dingin.
    Hahahahahahahahahaha…..!!!!

    Salam manis untuk keluarga dirumah dan cium sayang untuk melati dan Mawar

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 February, 2012 at 14:31

    Berkaitan dengan cuaca, saya tak bisa tinggal di negeri dingin. Bisa mati saya. Salut untuk Om Djoko dan keluarga yang bisa bertahan dalam cuaca ekstrim dingin. Maklum orang kampung…darahnya tropis…

    Salam untuk Keluarga..

  5. Dj.  16 February, 2012 at 04:38

    Dedushka…
    Selamat Malam dari Mainz…
    Bagus dong dekat dengan Istambul, kota metropolitan.
    Bagus untuk berbelanja….
    Kami senang keliling Istambul, terutama malam diatas Galata Tower, bisa lihat seluruh Istambul.
    Juga siang bagus jalan-jalan di Bazar, atau menyusuri jalan dekat laut Bospurus atau didekat Domabache Palast.
    Selamat istirahat dan mimpi yang indah….

  6. dedushka  16 February, 2012 at 03:46

    saya turki nya dekat istanbul om,kocaeli tepatnya

  7. Dj.  16 February, 2012 at 00:21

    Mei…. Terimakasih ya….
    Itu dia, karena memang beda lalang, beda pula ikannya kan…???
    Selamat istirahat dan mimpi yang indah…

  8. Meitasari S  15 February, 2012 at 22:44

    Ohhhhhhhhhhhhhhhh begitu kah???? okay okay beres kakang….sip!!!! xixixi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.