Transformasi Personal

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Hari Minggu yang lalu saya tanpa sengaja membaca beberapa artikel menarik di Koran Kompas, dari beberapa artikel itu ada beberapa yang menarik dan rasa-rasanya ingin saya share kepada rekan-rekan seandainya ada yang belum sempat baca. Berikut ini artikel yang judul aslinya “Menyoal Transformasi Personal”

Dalam hitungan hari, tahun ini akan berganti. Berbagai asa yang sempat tercipta pada awal tahun mulai terasa tiada. Muncul pertanyaan, apakah tahun 2011 nanti hal yang sama akan terulang kembali?

Tentu tidak. Ada peribahasa “keledai tak akan terperosok ke lubang yang sama”. Peribahas tersebut jelas menyiratkan bahwa binatang yang dianalogikan sebagai binatang yang bodoh saja bisa terhindar dari kesalahan yang sama. Apalagi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dibekali akal dan pikiran.

Tak heran jika setiap awal tahun, banyak doa dan target yang terpatri di dalam hati manusia. Sayang, entah terlena karena kenikmatan dunia atau karena penyakit malas, kita serng lupa cita-cita di awal.

 

Renungkan dan rencanakan

Agar semua cita di awal dapa tercipta, transformasi personal layak dilakukan semua orang. Ya, apapun dimensi dan prosesnya, transformasi personal adalahsesutau yang penting untuk direnungkan dan direncanakan.

Oleh sebab itu, penghujung tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi pencapaian dan perencanaan tahun mendatag serta melakukan refleksi personal. Berbagai pertanyaan seperti apa yang telah kita capai, prestasi apa yang di ukir, dan kontribusi apa yang telah diberikan adalah hal-hal yang paling lazim ditanyakan dalam diri.

Namun, transformasi apa yang telah terjadi dalam diri yang membuat kita bertumbuh dan berkembang lebih baik? Jawabannya memang tak mudah. Namun, transformasi tersebut dapat meliputi banyak dimensi kehidupan.

Sebut saja, transformasi yang menyentuh karakter, sikap, perilaku, hingga cara pandang, atau cara berpikir. Transformasi karakter dapat terjadi melalui  sebuah proses yang keras dan tak direncanakan, tetapi dapat pula melalui proses yang berkelanjutan dan direncanakan. Transformasi sikap dan perilaku dapat terjadi karena desakan dari luar dan dalam.

Sementaran, transformasi cara pandang dan cara berpikir dapat terjadi karena pengalaman hidup yang mengalir dan pembelajaran yang terarah. Hal ini bisa kita dapatkan dengan cara belajar di institusi pendidikan yang tepat.

Lalu, muncul pertanyaan yang menggelitik, mengapa seorang manusia harus bertransformasi? Jawabannya cukup mudah. Transformasi adalah ciri pertumbuhan dan pertumbuhan adalah ciri manusia yang sehat. Oleh sebab itu, tidak adanya transformasi personal sebenarnya adalah tanda bahaya bagi kehidupan kita.

Kini, jika berkaca dalam diri muncul pertanyaan, transformasi apa yang terjadi dalam diri kita di tahun 2010 ini? Lalu, transformasi apa yang telah direncanakan pada tahun yang akan datang? Ya, hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. [*/INO]

 

Semoga bermanfaat

 

9 Comments to "Transformasi Personal"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 February, 2012 at 14:45

    Halaah…jadi ingat nasihat dari tulisan Dale Carnagie atau intisari kewiraswastaan di majalah Intisari.. Saya tetap percaya faktor X yang mengganggu transformasi…

  2. Fikrul  16 February, 2012 at 10:37

    @Bpk Handoko : Terima kasih juga Pak, atas komennya. Meski makna istilah jawa tsb blm saya pahami akan tetapi pasri suatu hal yg positif.
    @Bu Linda Cheang : Saya rasa transformasi diri memang perlu bu, agar kehidupan terus menerus semakin baik dari hari kehari, menurut tolok ukur masing-masing yang baik.
    @Bu Dewi A. : Bener Bu, makna dari istilah Pak Handoko memang sebaiknya perlu dijelaskan lagi. Agar bisa menjadi pelajaran lebih jauh lagi.
    @Mr. JC : Iya Pak, rasa syukur memang perlu atas semua yg telah terjadi pada diri
    @Pak [email protected] : Hahaha… hal itu termasuk transformasi diri juga, akan tetapi perlu pengontrolan diri yg lebih, utk menjadi yg diinginkan. Baik itu utk mjdi gemuk atau kurus.
    @Bu Itsmi : Perlu, memang, untuk memahami makna terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu agar apa yg nanti dilakukan lebih bermakna.
    @Bpk Dj : Setuju Pak, kerendahan hati memang perlu dimiliki manusia agar hidup tdk terjerumus kepada lubang yang sama. Terima kasih Pak

    Terima kasih juga untuk Bpk Admin yg sudi mengunggah tulisan saya di baltyra.
    Salam..

  3. Dj.  15 February, 2012 at 02:13

    Bung Alamsyah….
    Salam kenal dan terimakasih…

    **** “keledai tak akan terperosok ke lubang yang sama” ***

    Kalimat ini pernah Dj. dengar sekitar 50 tahun yang lalu.
    Ternyata, manusia malah selalu bikin kesalahan yang sama berkali-kali, bukan hanya dua kali saja.
    Mengapa….???
    Karena manusia selalu merasa dirinya paling pintar dan ingin seperti penciptanya ( TUHAN ).

    Salam Sejahtera dari Mainz.

  4. Itsmi  14 February, 2012 at 19:55

    transformasi personal apa itu ?
    selama orang tidak tahu garis hidupnya, transformasi personal tidak tercapai…..

  5. [email protected]  14 February, 2012 at 16:20

    saya merasakan transformasi didalam dirisaya….
    yang saya perhatikan adalah….
    transformasi perut dari kecil… jadi gendut…. itulah transformasi saya…..

  6. J C  14 February, 2012 at 09:05

    Selama ini saya bersyukur menjalani personal transformation dari tahap satu ke tahap berikutnya…

  7. Dewi Aichi  14 February, 2012 at 09:00

    Itu bahasa Kawi bukan Pak Handoko? Jadi ingin ngebahas bahasa Kawi.

  8. Linda Cheang  14 February, 2012 at 08:58

    kalau saya tidak melakukan transformasi, maka saya akan tetap jadi orang yang “diperas darah dan keringatnya” untuk orang lain.

  9. Handoko Widagdo  14 February, 2012 at 07:35

    Thanks FAA. Dalam khasanah Jawa disebut “Mula sarira hangrasa wani”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.