Sekolah Murah, Mimpi Indah: Buah Takdir?

Djenar Lonthang Sumirang

 

Menyapamu pagi tadi, menghela kegalauanku, Tuhan…
Menyirnakan awan gelap dari guratan pikir yang semalam..
Menyapamu setiap waktu bukan candu, bagiku.
Ah, menyenangkan menjadi orang biasa, yang awam dari segalanya…
karena segalanya adalah sebuah ke-Baru-an, bagiku..
Ah, tak hendak saya berkeluh kesah,
ijinkan saya menyambung lidah orang-orang susah..
Ya…keluh kesah yang seragam…sekolah murah adalah mimpi indah…

Ruang bertanya masih terbuka kan?
Ruang mengadu tak hanya satu kan?
dan ruang bergerak tak hanya sekotak kan?

Menggenapkan takdir pada kelam malam…
di deras hujan bersama kawan-kawan.
Buah takdir hari ini sungguh manis, terima kasih Gusti.

Umbul Sidomukti, 28 Juni 2011, 19.00…dalam hujan sekali setelah 21 hari dalam panas…

 

11 Comments to "Sekolah Murah, Mimpi Indah: Buah Takdir?"

  1. J C  20 February, 2012 at 09:34

    Aku meneruskan tidur dulu, supaya mimpi ini berlanjut…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.