Figur Pahlawan

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Masih segar dalam ingatan kita saat tahun lalu Bung Tomo diangkat menjadi seorang yang berlabel sebagai pahlawan, setelah menunggu penantian selama 27 tahun. Setelah menunggu dalam waktu yang lama itu, dan melewati berbagai “proses akhirnya seorang Bung Tomo menjadi pahlawan scara de jure, meski secara de facto seorang Bung Tomo sudah menjadi pahlawan sejak ia rela berkorban demi tanah air Indonesia.

Mengapa begitu lamanya waktu yang diperlukan untuk mengakui seorang Bung Tomo menjadi pahlawan?. Apakah, mana yang benar dan mana yang salah begitu relative saat masuk dalam ranah dunia politik?.

***

Saat berbagai kepentingan berbenturan dalam diri manusia, maka selayaknya manusia itu bisa lebih bijak untuk mengambil keputusan yang terbaik, apalagi jika ia seorang pemangku jabatan atau seorang pimpinan maka layaklah kepentingan umum yang didahulukan.

Jika saja peristiwa besar baru-baru ini dalam pemerintahan yang terjadi tidak terungkap mungkin saja isu kebobrokan segelintir orang penting dalam pemerintahan akan tetap menjadi teori konspirasi yang tak pasti yang jika di bicarakan diragukan kebenarannya. Akan tetapi fakta telah terungkap terlepas mana yang benar dan mana yang salah sesuatu terjadi disana.

Mereka terlihat menjatuhkan dan membuka aib keburukan pihak tertentu, berbagai klaim diungkapkan, berbagai fakta saling dinyatakan, akan tetapi kebenaran yang nyata masih dipertanyakan. Yang pasti kebenaran masih menanti untuk diungkapkan secara pasti.

Saat “mereka“ terus bertindak seperti itu maka keraguan akan kredibilitas mereka sebagai pemimpin di mata masyarakat dikhawatirkan akan semakin menurun, mereka seharusnya bekerja sama dan memiliki musuh bersama yaitu para pencuri uang rakyat atau secara lebih umum musuh bersama mereka adalah mental-mental rendah yang rela terjajah oleh keinginan mengumpulkan harta dan kemewahan dari uang rakyat.

Betapa tidak eloknya sebagai orang penting dalam suatu institusi penting di negeri tercinta ini bertindak seperti itu, meskipun ia hanya manusia biasa. Karena bagaimanpun juga di masa yang tidak seperti zaman perjuangan ini, rakyat juga membutuhkan figure-figur seorang pemimpin yang mampu mengayomi masyarakt layaknya seorang pahlawan di saat zaman perjuangan dahulu, tidak hanya saling menyalahkan atau diam seribu bahasa.

Apa sebenarnya yang salah pada diri mereka? Apakah hanya karena uang, harta, kekayaan, kejayaan sesaat, mereka bertindak seperti itu, sungguh ironis mereka yang digadang-gadang menjadi pemimpin di garda depan pemberantasan korupsi malah bertindak seperti itu. Akan kemana rakyat sekarang ini bisa mendapatkan pahlawan-pahlawan seperti dulu itu? Apakah pahlawan yang ada sekarang ini hanya TKI yang biasa disebut sbg pahlawan devisa? Apa mau mereka sebenarnya dengan berbuat seperti itu? Apakah mereka menganggap rakyat itu bodoh dan bisa dibodohi setiap waktu? Sungguh bodoh kalau mereka menganggap rakyat sekarang ini bodoh dan mudah dibodohi.

Informasi begitu cepat bergulir, semuanya dapat tahu apa yang terjadi dengan cepat, sebagai generasi muda janganlah bersikap pasrah dan menerima semua informasi begitu saja. Lawan ketidaktahuan, singkirkan kemalasan untuk berpikir, tunjukkan bahwa pemuda yang juga bagian dari rakyat dapat menjadi pelopor dan pendorong ditegakkannya perkataan yang benar.

Jadi selama darah masih mengalir dalam tubuh kita layaklah kita sebagai rakyat dan pemuda berteriak melawan dan tidak menyerah kepada kebodohan dalam diri dan juga pembodohan diri kita oleh mereka. Menutup tulisan ini mari kita simak petikkan pidato Bung Tomo.

“…Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!…”

 

3 Comments to "Figur Pahlawan"

  1. J C  20 February, 2012 at 09:35

    Masih adakah yang seperti Bung Tomo atau Bung Karno?

  2. Handoko Widagdo  19 February, 2012 at 11:23

    Pahlawan kok diresmikan.

  3. James  19 February, 2012 at 10:40

    still ONE left 4 me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.