No More Drama Queen

R. Wydha

 

Kadang kita tak sadar dengan apa yang kita lakukan itu di depan mata orang lain terlalu berlebihan ataupun juga terlalu mendramatisir. Hal yang sepele menjadi hal besar seolah-olah orang sekampung halaman rumah dengar akan kehebohannya. Hemm…serasa nama sebutan buatnya itu “Drama Queen”. Istilah “Drama Queen” atau Ratu Drama sering dilekatkan pada seseorang yang sering bereaksi berlebihan terhadap peristiwa sehari-hari. Hal-hal kecil dan sepele menjadi sensasional dan layak diperbincangkan.

Ups…sebenarnya hal tersebut suatu hal yang kurang baik. Karena bisa merusak hubungan pertemanan dan keluarga. Misal saja hal yang sering terjadi di kalangan hubungan pacaran anak muda zaman sekarang. Memergoki sang kekasih berjalan dengan seorang sahabat (dia seorang wanita). Belum ditanya, lha sudah berteriak-teriak di pinggir jalan, “Dasar lelaki buaya darat. Dasar sahabat penghianat, “. Ditambah lagi dengan adegan pukul-pukulan sok jadi petinju hebat gitu deh, dilanjut dengan adegan tampar-tamparan huh seremnya. Yah begitulah. Aneh tapi nyata hehehehe. Tapi parahnya lagi, pake’ acara adegan mau bunuh diri loncat dari jembatan karena memergoki sang kekasih berjalan dengan seorang sahabat (dia seorang wanita). “ Aku tak kuat melihat kenyataan ini. Kita putus saja. Aku lebih baik mati daripada aku melihat kau kekasihku selingkuh dengan sahabatku,”. Gubraaaaaaaaak……

Kejadian seperti bukan malah menjadi hal yang mengundang simpati orang lain akan diri seorang “Drama Queen”, yang ada malah menjadi naskah skenario adegan pelawak yang sedang bermain perannya. Huft, astaga……hehehehe….. Memang kadang hal seperti itu menjadi suatu hal yang mengerikan tapi karena sering menjadi alasan malah sekarang ditertawakan. “silahkan deh kalau berani bunuh diri karena patah hati,”. Hemmm menghela nafas panjang dan geleng-geleng kepala.

Ada beberapa tips untuk tidak menjadi “Drama Queen”, pertama berpikirlah realistis. Saat ingin menumpahkan emosi dengan menangis, yakinlah bahwa apa yang dialami itu adalah hal sepele. Emosi boleh saja, wajar namanya juga manusia. Kejiwaan manusiawi itu kadang kalanya mengalami ketidakstabilan. Misal saja, memergoki kekasih berjalan dengan sahabat atau bahkan juga kekasih selingkuh dengan sahabatnya sendiri. So, berpikirlah realistis kalau masih banyak lelaki terbaik di sana dan sahabat yang bukan menjadi pengkhianat. Jangan bunuh diri itu solusi yang menyesatkan hehehe..

Tips kedua, dari yang nevthink (negative thingking) menjadi posthink (positive thingking). Melatih otak untuk mengubah pikiran negative menjadi positif. Mendamaikan hati dan pikiran dengan menyelesaikan masalah berpikir maju bukan mundur. Tips ketiga visualisasi positif, bayangkan hal-hal positif dan membahagiakan untuk keluar dari segala situasi yang tidak menyenangkan. Caranya, tutup mata, ambil napas panjang, dan bayangakn jalan keluar atau solusi yang diinginkan dari situasi tersebut, jangan membayangkan negative. Bayangkan saja penonton yang bertepuk tangan dan tertawa senang bangga karena melihat kita berhasil menyanyi diatas panggung dengan performance yang bagus.

Tips ketiga sadar diri, terimalah kenyataan bahwa perilaku yang negative akan berdampak negative juga misal dapat mengganggu orang lain. Menjadi “Drama Queen” akan mengesankan menjadi orang yang butuh perhatian, egois, tidak memikirkan kepentingan orang lain dan menganggap dirinya paling penting. Meskipun tanpa disadari pada diri kita mungkin orang lain menganggap seperti itu. Adanya faktor like or dislike mereka akan menilai apa yang terlihat bukan apa yang kita rasa. So, sadar diri itu penting juga lho yaaa!!??? Cuek sih oke oke aja akan tetapi lebih bisa menempatkan posisi yang sekiranya nyaman dipandang diri kita dan juga nyaman dipandang mata orang lain.

Tips keempat, berpikirlah dewasa dan bijaksana  dalam menghadapi segala masalah. Boleh lah kita menangis dan merengek seperti halnya anak balita yang merengek minta permen ke bundanya hemmm….. Melampiaskan emosi memang lebih lega dengan menangis dan berteriak-teriak. Tapi apakah dengan hal seperti itu masalah akan cepat selesai dan hilang? Baiklah, setelah menangis tersenyumlah kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Kedewasaan membutuhkan waktu tahap demi tahap dengan adanya masalah yang dialami disitulah dengan samar-samar kita bisa menjadi dewasa.

Yah, itulah beberapa tips untuk tidak menjadi “Drama Queen” hehehehe… Lebih baik jadi queen yang cantik dalam kehidupan yang sederhana dan apa adanya. Selalu bijak dalam menghadapi musuh dan masalah hidup. Karena kasih Tuhan yang luar biasa selalu menemani kita disaat kita sedih dan bahagia. Meredam emosi dengan doa dan menyebut namaNYA. Perlahan-lahan merah menjaid putih dan suasana hati panas menjadi hati bening hening dan bijaksana.

 

16 Comments to "No More Drama Queen"

  1. sisca  16 August, 2012 at 06:42

    Kl asisten jual body ke atasannya apakah dinamakan drama queen jg kah ?

  2. uci  24 February, 2012 at 17:00

    Ci Linda betul sekali , No matter what , we all will become like our mother, satu tips, kalau kita fokus pada hal-hal positip dari emak , yang negatipnya lebih mudah ditangkal, tapi ya ,itu juga we sometimes need to forgive our mother as no mother is perfect isnt it?
    salam
    uci

  3. uci  24 February, 2012 at 16:56

    Dan kalau butuh menangis , carilah bahu yang rela dibanjiri oleh airmatamu, tanya dulu , bolehkah aku menangis bombay dibahumu? kalau yang bersangkutan bersedia, ya sudah tumpahkanlah airmata dan kesesakan jiwa, tapi jangan ditemoat umumlah , menganggu,
    Thanks Widya , Nice post,
    salam dari uci

  4. R. Wydha  23 February, 2012 at 10:12

    mbak dewi : hehehehe iyaa mbk,, sama2.. thanks juga.. salam

  5. Dewi Aichi  23 February, 2012 at 06:41

    Wydha…terima kasih tipsnya…sapa tau mendadak ada kejadian yang memaksa menjadi drama queen…he he…

  6. R. Wydha  20 February, 2012 at 17:34

    kang noew : plang apa kang noew ? hehehe.. sapa sahibul hikayat itu ? hehehe

    mbk Linda : hehehehehehehe,,, sabaaaaar .. mbak,,,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *