Pengalaman Tinggal di Cairo (12)

Titin Rahayu

 

Suatu sore si Z sms aku, “ datang yaa ke pestaku akhir pekan ini “  isi pesan itu,   “ ok, kita datang  see you there..”  balasku.

Sabtu siang, bersama supirku kita muter-muter Maadi buat beli ‘in si Z bunga, selain bunga aku juga gak tahu harus bawa apa ke pestanya dia.  Kita sudah beberapa kali melewati toko bunga, tapi kok yaa terlihat sepi…ada keraguan mau ke sana, bunga-bunga yang dipajang juga gak begitu menarik minatku buat membelinya…Gak ada pilihan lain, mau gak mau aku harus memilih.

Aku minta sama penjual bunga buat membuatkan buket yang aku mau, si penjual mulai mengikat dan merangkainya, menurutku buket itu terlalu kecil dan tiba-tiba dia bilang  “ finish, 100 EGP ( 15 Euro ) please.. “ .

Setelah membayar penjual bunga itu, kita kembali ke apartment, sepanjang jalan aku lihatin tuuh bunga, kecil mungil dan gak ada bagusnya sama sekali, dalam hati aku bertanya-tanya kalo buket yang besar berapa yaa, apa kita harus mengeluarkan duit lebih dari 700 EGP cuman buat buket bunga?? Aau penjual itu yang sudah menipu aku ???

Sesampainya di apartment, aku taruh bunga itu dalam ember  yang berisi air, saat suami pulang dan melihatnya dengan kening berkerut dia bilang “ apa kau mau membawa bunga itu ke pesta atau cuman buat hiasan di meja kita ?? “.

“Aku gak punya pilihan lain honey, kita sudah gak punya waktu lagi buat nyari buket yang lebih baik dari ini, nanti aku akan minta maaf ke Z soal ini..”,  “ oke..”  sahut dia.

Gak lama kemudian kitapun  berangkat ke tempatnya si Z.

Sesampainya di sana terlihat beberapa tamu sudah datang, eehhhmmm cantik-cantik dan ganteng-ganteng yang datang.  Di sepanjang hall way berderet buket bunga yang cantik-cantik dan besar-besar, dengan perasaan malu aku umpetin bungaku di belakang salah satu buket-buket itu, dduuuhhh benar-benar memalukan !! Suami melirikku sambil tersenyum.

Setelah cipika-cipiki dengan teman-teman Indonesiaku yang datang serta ngobrol dan berhaha-hihi, kita di minta duduk di taman belakang yang sudah di sulap menjadi tempat acara makan dan menikmati acara tradisionalnya orang Mesir, di antaranya tari perut.

Acara dimulai dengan makan-makan, rupanya si Z tidak lupa akan lidah Indonesia kita yang dosan sambel.  Selain hidangan Mesir, ada juga sate serta makanan Indonesia yang lain.

Sepanjang acara makan kita disuguhi nyanyian ala timur tengah yang kita juga gak tahu apa artinya, cuman senyam senyum saja melihatnya, setelah beberapa lagu selesai datanglah penari perut itu.

Beberapa orang yang sedang makan terlihat menghentikan makan ketika seorang penari datang dan dia mulai menari dan meliuk-liukkan badannya, kita  melihat dengan takjub saat si penari menggoyangkan dadanya naik turun dengan diiringi musik ala  timur tengah, kita berdua yang belom pernah lihat penari perut cuman tersenyum saja.  Sama sekali gak menyangka kalo malam itu kta bisa menikmati tari perut yang menawan.

Setelah menggoyangkan dadanya naik turun, dia memutar dan meliuk-liukan badannya sekali lagi, setelah itu dia berhenti dan mulai menggoyangkan pinggul ke kanan, kiri, depan dan belakang.  Sebuah pemandangan yang super erotis (kalo nontonnya cuman berdua sich ;) ).

Dia berhenti sebentar buat mengatur posisi, sekali lagi dia mulai menggoyangkan dadanya naik turun, dan menggoyangkannya ke depan dan ke belakang dengan cepat setelah itu diperlambat dan di percepat lagi, dia diam sebentar…dengan di iringi musik yang pas dia mulai memutar pinggul serta perutnya ke kiri, dengan gerakan memutar dia membaliknya ke kanan, depan serta belakang.

Terlihat para bapak-bapak itu menahan nafas sambil melihatnnya  tanpa berkedip.  Aku dowel suamiku, aku bisikin “mana bisa aku menggoyangkan dadaku seperti dia “, dia cuman terkekeh saja…

Terdengar apalus yang sangat meriah …. Dan dia mulai mengulang tarian itu dari awal lagi. Dan dengan nafas terengah-engah dia mengakhiri tarian itu dengan membungkukkan badan, setelah itu dia berlari ke dalam rumah.

Sungguh saat aku menulis hal ini, aku bertanya-tanya  gimana reaksi para mas-mas dari  F*I  kalo mereka menontonnya, gak bisa membayangkannya…

Acara dilanjutkan dengan tarian dari seorang laki-laki yang memakai  rok panjang yang berwarna-warni seperti pelangi, dan dia mulai berputar, dan perputar lagi dengan cepat sehingga roknya terangkat ke udara, diiringi music timur tengah serta tepuk tangan dari beberapa laki-laki yang mengelilingi si penari.  Setelah dia selesai menari, datang lagi penari perempuan tadi dengan kostum yang berbeda..

Masih dengan diiringi musik ala timur tengah dia mulai menari di antara penonton,  wwuuuiiihhhh semua penonton tepuk tangan dengan meriahnya…dengan kostumnya yang seperti baju kurang bahan itu di tambah dengan manik-manik dia mulai meliuk-liukan badannya di antara penonton. Beberapa orang ditariknya buat maju ke depan, ada yang mau, ada yang mau tapi malu,  ada juga yang  malu-malu in  dan ada juga yang menolak ajakannya dengan sopan.

Tidak cuman meliuk-liukkan badannya di antar penonton dia juga mulai menggoyangkan dadanya seiring dengan musik yang mengiringinya. Sekali lagi para penontong bertepuk tangan dengan meriah…,tidak cuman bapak-bapak yang dia dekati dan diajak joget, ibu-ibu juga diajak ke depan sama dia buat joget bersama.

Menurutku dia adalah penari yang patut diberikan 2 jempol, dan juga kata si Z, yang sudah beberapa kali  mengundang dia, si penari itu sungguh bisa kerja secara profesional, tepat waktu  dan gak tinggi hati meskipun penggemarnya banyak, dan tidak lupa juga untuk tidak membuat para istri cemburu, dengan cara tidak melupakan para ibu-ibu untuk joget bersama dia.

Ini adalah salah satu pertunjukan yang patut di lihat di Cairo, aku juga sangat beruntung si Z mengundangku ke pestanya,  bukan hanya sekali ini saja si Z menggundangku buat nonton tari perut di tempat tinggalnya dan ternyata dialah penari perut terbaik dan tercantik dari Cairo, aku bisa mengatakannya karena kita juga pernah di undang ke sebuah acara yang menyuguhkan tari perut tapi penarinya gak mampu membuat suasana jadi hidup seperti di pestanya si Z.

Akhirnya tepat tengah malam kita berpamitan pulang dengan perut kenyang dan sebuah pengalaman melihat tari perut yang spektakuler.Thanks Z…

 

Bersambung…

 

35 Comments to "Pengalaman Tinggal di Cairo (12)"

  1. Adhe  26 February, 2012 at 11:43

    Thanks mba Titin, hari ini aku merapel artikelmu dari no. 8 – 12. mantapss…. yang paling mengerikan saat kehilangan kunci mobil di gurun pasir. seandainya naik mobil sendirian tanpa rombongan bener2 seraaam apalagi disusul dengan habis bensin, hehehe….lengkap sudah, kisah2mu sudah menghibur akhir pekanku. Salam manis dari BDL.

  2. anoew  21 February, 2012 at 23:43

    @Ayla, kalau ‘Berita Gembira’ seperti ini kudu disebarluaskan segera untuk kebahagian umat.

    @Hennie, hahaha sama ya? Hm, maksudnya Hennie dengan ‘bapak-bapak yang lucu dan aneh’ di foto 3-4 dari bawah itu, duduk tapi berdiri? Haha

    @Yu Nut, manteb tenan dan puas tenaaan. Wareg.

    @Titin, oooh jadi begitu. Kalau penari cewek bawa semangka, penari cowok bawa anakonda? Kupikir bawa-bawa pisang..

  3. Titin  21 February, 2012 at 19:02

    Mas anoew, kata si Dewi khan soal penari cowok, naaahh kalo cowok apanya yg mau di pamerin selain anakonda mereka, tanya dech sama si Dewi,

    Elnino, walah soal itu maahh aku gak tahu lah, masak juga aku nanya ada berapa digit yg dia punya di bank ,tapi yang pasti dia cinta banget sama istrinya, tari perut itu khan yg suka istrinya..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.