Ikan, Kendi dan Kamar Mandi

Fire – Yogyakarta

 

“Silakan dilihat ikannya …, yang ini biar besar tapi nggak nggigit kok ….” Bapak-bapak yang di sebelah kanan itu kayaknya mbatin, “Punya saya lebih besar lagi juga nggak nggigit, … tapi jangan digigit ………. kalo belum digoreng …..”

Kita bisa menemukan bermacam ikan dan kawan-kawannya, udang, kerang, kepiting, cumi-cumi, silakan diabsen satu-persatu siapa tahu ada yang ngumpet . Memang sih sebenarnya ada juga yang didatangkan dari luar pantai ini .., lha iya toh, mongsok ikannya bisa jalan sendiri … pernah lihat kepiting ingkling belum ..

Tempatnya tertata dan lumayan longgar, pagi ini belum banyak pembeli yang datang, tapi para penjual yang kebanyakan adalah kaum hawa ini sudah setia menunggu kehadiran pembeli. Yang jelas tampak kebersihannya terjaga. Kalo bau sih sudah pasti, namanya juga pasar ikan, untunglah kami ke sini juga belum mandi . lho apa hubungannya .., artinya ikan-ikan itu tidak bakal merasa terganggu dengan kehadiran kami …kasihan kan kalo ikannya stress ..

Kasihan Mbak yang ini, sampe keselak cendol gara-gara lihat Brad Pitt mecungul di pasar ikan. Tenang .. Calm down …saja Mbak, semua bakal kebagian tanda tangan .. Apa, minta tanda tangannya di wudel? Lha kalo wudele bodong piye?

Kalo kita cermati pada para penjual yang menunggui dagangannya ini, mereka tampak memegang sesuatu kayak pancing kecil begitu yang kadang digoyang. Itu sebenarnya cara untuk mengusir lalat yang mengerubungi. Jadi kalo panjenengan merasa sering dikerubungi lalat, mungkin bisa mencoba cara tersebut . wakakak …

Kadang sejak di pasar ikan, sudah ada “guide” yang dengan antusias mengarahkan pengunjung untuk mampir di warungnya, maka jadilah kami “terjerumus” tanpa ampun di warung ini. Tapi kalo panjenengan memang hanya niat beli langsung bawa pulang tanpa diolah sedikitpun ya jangan ikut ke warung. (Perhatikan: tulisan “Kamar Mandi” yang terlihat cukup besar dari jauh, sementara nama warungnya sendiri nggak tahu warung apa).

Setelah memilih sendiri ikannya, silakan menunggu dimasak, bisa sambil menikmati segarnya degan dari buah kelapa nan menggiurkan ini. Hmmm . maklum di pantai, jadi buah kelapa pun bisa tampak ranum dan seksi.

Warung-warung di sini formatnya simple, cukup menggelar tikar, pasang meja, pengunjung yang makan duduk lesehan saja. Perhatikan tumpukan piring di atas meja, kata nenek pemilik warung ini, sebentar lagi ada rombongan wisata yang bakal mampir, katanya sih penari perut dari Brasil di bawah koreografi Mrs. Dewi Aichi … wakakak ……

Jika hanya minta dibumbui dan digorengkan saja, dan sebagian lainnya dibeteti, untuk dibawa pulang, maka tidak perlu pesan nasi, cukup hanya minum degan saja sambil menunggu.

Masih ada sejumlah penjual yang belum buka, memang makin sore nanti akan makin ramai. Mungkin saat sore hari terasa lebih nyaman dan indah. Tapi kalo soal makan ikan sih, pagi, siang, sore, sama indahnya, yang penting dibayarin….. Ayo makan ikan ….

Parkirannya juga cukup luas. Kereta kelinci ini barusan datang, katanya sih rombongan studi banding dari Kona …hah ….. Yang jelas dimana-mana tampak terjaga kebersihannya, moga-moga memang seperti ini kondisi sehari-sehari, bukan karena minggu kemarin Pak Mentri baru berkunjung.

Kalo diamati, ternyata hampir semua tempat terdapat kesamaan, tulisan “Kamar Mandi” dengan huruf cukup besar, sementara tulisan yang menandakan ini sebuah warung makan malah nggak kelihatan. Mungkin kalo ada turis asing yang nggak ngerti, dia ditanya nama warung tempat dia menikmati makanannya, dijawab, “Kamar mandi …..”

Kamar mandi di sini meski kecil (cuma tulisannya yang gede), tapi bersih kok, atau mungkin karena masih pagi belum banyak pengguna, yak? Tapi kayaknya semuanya nggak ada yang model duduk, semuanya jongkok. Kalo yang model kayang kayak permintaannya Mbokdhe Elnino kayaknya nggak ada di sini …. Zingg …. “Lho jauh-jauh ke sini, kok cuman ditunjukkin kamar mandi tho……?” Yo ben sakkarepku wong aku sing gawe cerita …….

Ini kantor tempat pelelangan ikannya, tapi kok mirip counter pulsa ya? Mungkin biar nelayan yang mau melaut ingat untuk isi pulsa supaya bisa kirim SMS, “Mami, ini Papi berangkat dulu memenuhi panggilan tugas … Met Palentine … Ai lap yu pull …..” “Palentine… Palentine …. Pala lu ……, cobek di rumah dikemanain, Pakne….? “

Saya sendiri nggak begitu ngeh bedanya baju pantai dengan baju nggak pantai, tapi silakan kalo Yu Lani mau coba mampir kemari, siapa tahu ada yang model kiwir-kiwir, kewer-kewer, dan kowor-kowor ….. Kalo yang model diwut-diwut, tanyakan sama redaksi yang menayangkan artikel ini ……

Barisan ATV, tampaknya belum banyak yang nyewa pagi ini. Kalo Yu Lani sama Mbokdhe Elnino balapan naik ini, siapa kira-kira yang bakal kejlungup duluan?

Hanya satu perahu yang nampak. Sekarang sih masih pagi, kalo sore hari mungkin akan terlihat banyak perahu nelayan.

Deretan ibu-ibu yang menjual rempeyek, dari rempeyek udang, rempeyek jingking, rempeyek teri, dan entah apa lagi yang bisa dibikin rempeyek. Beginilah jajanan pantai, wisata rakyat, jajanan rakyat, …. hidup rempeyek ……. the most flexible food in the world, you can fill it with everything you want …..just named it ..

Ada udang di balik kutang
Tersangkut tali tak bisa lari
Mentari terang pedagang girang
Masih pagi sudah banyak rejeki

Semakin siang, semakin ramai, juga semakin terik. Bisa terbayang suasana sore hari, rasanya pasti lebih teduh dan romantis. Apalagi kalo niat menunggu untuk melihat matahari terbenam. Tapi kalo nunggunya di sini terus dari siang sampe sore ya bisa gosong …….

Hmmm … kenapa mereka jalan terburu-buru ya ….. “Cepetan Mbok, katanya ada Brad Pitt lagi surfing …..”

“Ah mosok, Nduk … Tadi Simbok ketemu di pasar ikan, konangan lagi ngunthet jingking …….”

Maaf, kabar di atas adalah berita bohong, sama sekali tidak benar Brad Pitt lagi surfing, karena perasaan kemarin nggak ada hotspot. Biasanya kalo yang datang berombongan, sesudah membeli ikan, lalu sambil menunggu dimasakkan di warung, melanglangbuana di pantai. Setelah capek, kembali ke warung, hidangan sudah siap.

Sekedar nglarisi sempatkan membeli mainan pesawat dari gabus. Angin kencang di pantai, bagi yang gemar bermain layangan, bisa membeli layangan bentuk burung. “Mas, layangan burungnya ada yang buntutnya panjang nggak…?”

“Nggak ada, tapi semuanya bisa terbang kok …”

“Saya maunya yang buntutnya panjang …”

“Ya sudah, tinggal disambung saja sama buntutnya njenengan….”

Bangunan tinggi dengan speaker ini tempat Pos pengawas pantai untuk memantau kondisi sekitar pantai, dan mengingatkan wisatawan untuk tidak terlalu dekat dengan ombak di pantai. Bayangkan kalo para pengawas pantai yang ada di sini kayak Pamela Anderson di pilem Baywatch … wuihhhh ….. nggak jadi mengawasi tapi malah “diawasi”…..

“Pengumuman … pengumuman …. diumumkan telah hilang seorang bapak bernama Anoew ….. Ciri-ciri gemar nyimpan upil di saku, dan suka lirak-lirik terutama kalo lihat cewek berkumis …. Ditunggu anak dan istrinya di pintu keluar…..”

Bawang merah dan bawang putih ini bukan kisah sinetron, tapi jualan dari hasil petani lahan pasir pantai di sekitar tempat ini, tapi memang di sini harganya lebih murah. Sudah lewat perayaan Imlek jadi buah naganya sudah turun harganya.

Sebentar … sebentar .. ini tadi sudah belanja ikan, rempeyek, bawang, jalan-jalan di pantai, tapi ini pantai mana …? Sori dab … kelupaan … habis banyak fans yang minta tanda tangan sih ……

Sebenarnya sebelum pantai tersebut, ada TPI lainnya yaitu TPI Pelangi. Ada teman yang bilang kalo di TPI Pelangi bisa dapat lebih murah.

Tapi saat datang ke sini masih sepi, lihat parkirannya masih kosong. Saya juga jadi bingung mau parkir kendaraan dimana, soalnya yang tersebut di plang kan “Titipan sepeda motor & mobil”, nah mau ditaruh dimana becak saya ………

Mungkin di sini tempat jualan ikannya.

Bertanya kepada seorang pemilik warung yang buka, menurutnya di tempat ini ramainya waktu sore. Memang bangunan yang ada nggak banyak.

Mungkin bener juga kalo sorenya rame, indikasinya terlihat dari adanya warung motor di sini. Tapi berhubung masih pagi, mungkin masih jadi warung molor …..

Pantesan pagi ini masih sepi belum banyak terlihat aktivitas. Sepertinya kolam ini cocok buat latihan renang gaya kodok ngorek …..

Hanya di ujung sana nampak sebuah perahu dan seorang nelayan sedang memeriksa jaringnya. Kalo yang ingin menyepi dan menikmati keheningan, sebenarnya saat pagi pantai ini cocok, karena hanya terlihat segelintir orang. Jadi bisa menghayati deburan ombak pantai, tanpa terusik keriuhan orang, bagus juga buat rileksasi.

“Pak, pinjam perahunya sebentar ya …?”

“Mau buat apa, Mas?”

“Buat bikin foto pre-wedding, Pak.”

“Lho kayaknya Masnya ini tampangnya saya kenal?”

“Ah biasa saja kok, dimana lihatnya, Pak?”

“Di Youtube …”

“Wah, lihat Youtube juga, Pak? Itu paling penggemar saya yang meng-upload. Apa judulnya, Pak? Banyak nggak yang ngakses?”

“Itu lho yang judulnya “Pencuri jemuran di asrama putri terekam kamera CCTV” …….”

Dulu waktu kecil saya biasa main kitiran dibawa lari atau disebul biar bisa berputar. Tapi kitiran yang ini kok sudah disebul sampai kehabisan abab, nggak juga mau bergeming? Siapa mau bantuin nyebul?

Mungkin untuk yang di TPI Pelangi ini belum begitu dikembangkan, jadi fasilitas kamar mandinya juga masih radak-radak kurang apik. Tapi yang paling menyolok ketika pertama sampe di tempat ini, adalah bau yang agak menyengat.

Baiklah teman-teman, kalo panjenengan pulang-pulang dari pantai masih merasa kehausan, silakan minum dari kendi ini dulu. Lihat pengendara motor di gambar ini, tadinya dia mau minum dari kendi tapi nggak jadi karena lupa bawa sedotan. Mmm .. tapi emang minum di kendi pake sedotan gitu. Mbuh ah .. tapi kalo kendinya segede gaban gini apa nggak blendingen ya ..

Silakan berkunjung ke pantai ini teman-teman, bisa wispan – wisata pantai, wiskul – wisata kuliner, dan wiskamdi – wisata kamar mandi.

Tetap pelihara kebersihan, tidak meninggalkan apapun di pasir pantai kecuali jejak kita. IMHO & FYI GBU ASAP.

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

35 Comments to "Ikan, Kendi dan Kamar Mandi"

  1. Lani  25 February, 2012 at 06:22

    32 EL NANO-NANO : kang geni wanine cm dirumah kita Baltyra………dia takut klu ketemu langsung……hahaha…….aku yakin kang geni ora wani kopdar sama dirimu

  2. Lani  25 February, 2012 at 06:21

    31 AL : mmg ada benarnya klu keracunan minum air kelapa muda…….

  3. Dewi Aichi  24 February, 2012 at 08:02

    Elnino..wani piro? ayo ngombe banyu kendi kae…isine buto ha ha ha..

  4. elnino  24 February, 2012 at 07:26

    Lik Bret Payer ngePitt, sesuk kalo aku mudik lebaran, janjian ketemuan di Pantai Depok yuk… Sambil ngombe degan. Ngiming2i Dewi Aichi, Ayla Yuliantari sama yu Lani. Wani pora??

  5. Alvina VB  24 February, 2012 at 00:11

    Api a.k.a. Fire……Kelapa mudanya menggoda…. kelapa muda konon katanya kl keracunan makan ikan dan sea-food, minumnya kelapa muda utk mengeluarkan racun, betul gak ya….apa ini cuman bisa2nya org yg jualan kelapa saja biarin dagangannya laku, he..he…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *