Suara Si Mungil Dari Surga

R. Wydha

 

Manusia hebat adalah manusia yang sanggup mengartikan tanggung jawab dan kasih sayang. Tapi tidak mengingkari pula manusia kadang kalah melawan emosi nafsu amarah dan egoisnya. Perbuatan yang menguntungkan dan merugikannya mudah untuk dilakukan karena akan merasa puas dan bangga. Hemmm..jangan menyalahartikan akan hal itu. Apapun yang dilakukan di dunia ini Tuhan Maha Melihat.

Saat ini zaman sudah mulai berkreasi dan mengalami perubahan yang fantastik. Bukan hanya kota metropolitan, kota kecilpun sudah mangalami perubahan yang mewah. Wawasan lingkungan pun luas dan sangat mudah orang akan terpengaruh jika tingkat keimanannnya kecil. Salah satunya kasus pembunuhan. Serasa pembunuhan saat ini menjadi cerita yang memilik tingkat persentase yang tinggi. Terjadi pada kalangan anak-anak remaja. Hemm,,, yup salah satunya pergaulan bebas dan menjurus dalam hubungan seks bebas. Dilanjut dengan aborsi.

Sungguh mengerikan dan menggemaskan kalau sudah mendengar kata aborsi. Seorang bayi mungil yang tak berdosa masih berumur satu minggu atau satu bulan dia meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Hanya karena ketidak tanggungjawaban dari kedua orang tuanya.

Mungkin yang hanya bisa dilakukan menangis dan menyesal. Setiap ada pertanyaan “mengapa kau melakukan aborsi?”. Jawabannya “Saya tidak mau punya anak haram, saya tidak siap, saya ini itu!!”. Bermacam alasan yang terlontar dari bibir manisnya. Sedangkan bayi itu menangis merengek.

Apakah bahagia tersenyum lega melihat bayi yang tak berdosa dalam keadaan seperti itu?

Atau seperti ini?

Tidak inginkah melihat seorang bayi mungil tertawa dengan lucunya? Dia seolah teriak dan berbicara dengan lucunya

“ Bunda… Ayah……. Mama.… Papa…… aku kangen kalian.. aku ingin memeluk kalian. Kenapa aku dibunuh..? Kenapa aku dibuang?

Apakah Ayah

Apakah Bunda

Tak menyayangiku?

Tak suka padaku?

Tak ingin memelukku?

Tak ingin merawatku?

Tak ingin melihat senyum dan tertawaku?

Tak inginkah Ayah dan Bunda mengantarkan aku sekolah, melihat aku bermain bola, berenang, dan jalan-jalan wisata bersama?

Tuhan, Ayah Bunda ku tank menyayangiku. Aku dibuang. Aku dibunuh. Dosakah aku? Salahkah aku, Mama Papa?

Aku ingin melihat dunia, terangnya dunia. Tapi kalian tak menyukai ku.

Sedih

Tuhan,

Aku ingin Ayah dan Bundaku bahagia di dunia.

Ayah

Bunda

Semoga kelak kita bertemu di surga

Dan aku akan selalu menanti.

Salam rindu dan peluk cium untuk

Mama dan Papa…

You’re My Everything

Love Mom Dad.

24 Comments to "Suara Si Mungil Dari Surga"

  1. R. Wydha  24 February, 2012 at 13:59

    hehehehe,,,,,, lhaa sering kali mereka bilang begitu kalo sudah berbuat ujung2nya bilang haram hehehe huft

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  24 February, 2012 at 13:57

    Wahnam, itu namanya “FEMALE INFANTICIDE”

  3. Wahnam  24 February, 2012 at 10:31

    Lagi nikmat2nya ngak pikirin haram, setelah hamil dan ngebrojol bayinya baru di bilang haram.. piye toh ..

  4. R. Wydha  24 February, 2012 at 09:04

    pak pamrs : yah itulah jaman sekrang udah berkreasi aneh2 hehehehe.. tp nyata.. huft

    pak ISK n mbak aLvina : yups thanks…. setujuuuu… no to abortion

    kang noew : hehehehehe…….. iyaaa yups yups hehehehe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *