Weekend Dadakan

Sasayu – Helsinki

 

Entah mengapa dua minggu terakhir ini akhir pekan Sasayu diwarnai hal-hal yang tidak biasa. Yang Sasayu maksud weekend biasa itu bangun siang di hari sabtu-minggu, video call sama si Mbok and Mbah, atau bersih-bersih kamar sambil nonton-nonton sitcom.

Minggu yang lalu, Sasayu iseng mengundang teman-teman sekolah untuk makan malam di rumah. Rencananya sih mengundang empat orang saja, karena kan kamarnya juga tidak besar, hanya 15 m2. Tapi apa mau dikata, akhirnya yang datang sembilan orang, karena tidak enak untuk tidak mengundang teman-teman yang memang dekat dengan Sasayu. Sasayu juga sudah memperingatkan untuk bersempit-sempit ria.

Lumayan lah saling mengenalkan satu sama lain, siapa tau ada yang jodoh gitu, Sasayu jadi mak comblang. Acara makan malam berubah menjadi ajang curhat massal yang berlangsung sampai pukul dua pagi. Lucu juga mendengar pengalaman-pengalaman cinta anak kampus. Dari yang memutuskan hubungan yang sudah berlangsung selama 6 tahun dengan sang tunangan, diputusin pacar yang ternyata seorang gay dan memiliki bekas calon mertua yang masuk bui gara-gara urusan obat terlarang.

Karena yang datang cukup multinasional, tiba-tiba adik kelas Sasayu menyeletuk,”Which women’s body part does attract you at the first sight?” Hampir semua representatif dari Asia menjawab bagian wajah yang cantik dan mulus yang paling menarik dan langsung di iyakan dengan serentak oleh cewe-cewe Asia. Teman-teman yang dari Amerika Latin langsung berkilah, “Nope, men in Mexico and Peru, they definitely see the big boobs first, if you don’t like the face, just cover it with grocery bag.” Wadohh, ga laku donk yang berdada tepossss. Sayangnya tidak ada perwakilan dari black community untuk menambah referensi, kan katanya bokong menjadi daya tarik tertinggi untuk kaum tersebut.

Hari Jumat minggu berikutnya, Sasayu yang sedang ngubek-ngubek agar di lab dihubungi teman sekelas untuk ikut party gratisan yang berlangsung dari Jumat-Minggu. Saat dihubungi, jam menunjukkan pukul empat sore dan acara pembukaan pukul 6 sore. Teman Sasayu ini berkata tidak akan berlama-lama, jadi asumsi Sasayu kita akan pulang hari itu juga. Setelah janjian bertemu satu jam kemudian, Sasayu bengong karena dua teman tersebut membawa backpack yang besar sekali, ternyata kita akan menginap. Gedubrakkk dehhh, gini nih kalo dadakan ngasih taunya. Balik lagi ke rumah, karena terburu-buru yang diangkut hanya sebuah selimut tebal, baju renang dan alat-alat mandi untuk sauna.

Di dalam bus, si teman baru menjelaskan acara yang sebenarnya. Ternyata, acara sleepover itu diadakan oleh organisasi internasional AIESEC. Acaranya sendiri disebut dengan LAS (Local AIESEC Seminar), jadi sebenarnya acara Training Leadership untuk mahasiswa yang dibarengi dengan sauna party. Satu setengah jam kemudian, kita bertiga sampai di halte tujuan. Turun dari bus, kita bertemu dengan dua mahasiswa lain yang ikut acara yang sama. Karena daerahnya di tengah hutan, susah sekali mencari cottage yang dimaksud, terlebih di tengah kegelapan padang salju setinggi 50 cm. Sungguh terasa seperti di film thriller pembunuhan.

Ladang salju yang harus dilewati sewaktu nyasar

Setelah hampir setengah jam berjalan dan berusaha menghubungi panitia, akhirnya salah satu panitia mengangkat telepon dan menjemput mahasiswa-mahasiswi kesasar ini. Baru saja meletakkan barang-barang, panitia memberi tahu kabar buruk, bahwa pompa air mati dan tidak ada air mengalir sama sekali. Jadi alternatif lain adalah mencairkan salju untuk kebutuhan memasak dsb dan bagi yang ingin buang air harus di WC darurat di luar cottage. Langsung bersyukur pas lagi winter, acaranya pasti bubar jalan kalau diadakan saat musim panas, jauh banget musti ngambil air karena jarak dari satu cottage ke cottage lain minimal 2 km.

Di luar kekurangan yang ada, acara berlangsung dengan amat seru diawali dengan presentasi tentang AIESEC, games perkenalan, diskusi bersama dan makan malam. Acara malam itu diakhiri dengan sauna bersama. Para cewe-cewe dipersilahkan untuk menggunakan sauna terlebih dahulu. Untuk sauna yang campur akan diadakan setelah jam 12 malam. Tentu karena cewe-cewe dipersilahkan duluan, kita tidak malu-malu lagi untuk bertelanjang bulat bersauna ria sesuai dengan tradisi sauna di Finland. Again, karena tidak ada air, kita berbilas dengan menggunakan salju yang dicairkan. Tak lama kemudian, hangatnya uap sauna segera menghilangkan penat dan pegal-pegal di tubuh.

Sasayu sebenarnya amat menantikan melakukan AVANTO, tradisi menceburkan diri di kolam yang beku. Sayangnya malam itu kita tidak bisa melakukan avanto, karena lubang yang sudah dibuat belum dipasang tangga untuk naik ke atas. Dibarengi dengan kondisi yang gelap gulita akan sangat berbahaya bagi yang belum pernah melakukan avanto. Alhasil, kita bersembilan hanya berguling-gulingan di salju dan dengan secepat mungkin kembali lagi ke ruang sauna. Kegiatan berguling-guling di salju ini bisa dilakukan berkali-kali sesuai dengan keinginan.

Rasanyaaaaa, MAKNYUSSSS!! Satu badan seperti ditusuk ribuan jarum. Perubahan temperatur di permukaan kulit yang cukup drastis langsung memberikan sensasi kesegaran yang tak terkira. Menceritakan pengalaman tersebut, si Mbok langsung cuap-cuap, masa berguling-gulingan di salju sambil telanjang bulat. Lah Sasayu bilang, gelap-gelap gulita tengah malam dengan suhu -6 di cottage pribadi, siapa juga yang mau lihat. Mungkin kalau di Indonesia sudah diringsek oleh salah satu ormas gitu yaaaa….

Sungguh ingin untuk mengikuti acara sampai selesai, sayangnya hari Sabtu sudah ada janji makan siang di rumah salah seorang teman gereja. Sungguh tidak enak untuk menolak undangannya. Sesuai dengan pesan di seminar”AEISACERs always walk the talk”, pagi-pagi pukul sepuluh Sasayu kembali ke rumah untuk bersiap-siap makan siang. Sungguh perjuangan menyusuri lahan salju yang membuat kita tersasar sehari sebelumnya, tetapi pemandangan di pagi hari sungguh amat indah. Akhir minggu Sasayu pun diakhiri dengan pelajaran membuat kimchi oleh si teman gereja.

Bagaimana dengan akhir minggu Baltyrawan dan Baltyrawati? Bagaimanapun akhir pekannya, have a nice weekend untuk semua…

 

Helsinki,

19-2-2012     

 

About Sasayu

Dari kecil passion'nya adalah makanan, bahkan sampai cicak pun dilahapnya tanpa basa-basi. Petualangannya melanglang buana, menjelajah benua Eropa mengantarnya meraih gelar dan ilmu dalam Food Technology dan Food Science. Setelah lulus dari Helsinki, kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan kerajaan kecil keluarga: PONDOL - Pondok Es Cendol, spesialis masakan Jawa Tengah yang cukup melegenda di Jakarta.

Arsip Artikel

63 Comments to "Weekend Dadakan"

  1. SU  5 March, 2012 at 13:02

    Foto2nya bagus2.

    Karena sudah ada kimchi, saya bawain bahan2 buat makan sama kimchi ah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.