Merah, Putih, Biru dan Kuning

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO  BALTYRAER  YANG  BERBAHAGIA….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. yang apa adanya saja. Kali ini Dj. sedikit cerita tentang Mainz, sebelum karnaval dan saat karnaval berlangsung…Maaf sebelumnya, karena saat ada karnaval di Mainz, Dj. dalam keadaan sakit dan sudah 2 Minggu dapat istirahat dari dokter. Jadi tidak bisa berburu photo dijalanan yang sangat rame.

Jelas, karnaval di Mainz tidak semeriah di Rio, ibu kota Brazilia dimana mbak DA tinggal. Namun demikian, Mainz termasuk 3 kota yang memperlihatkan karnaval yang cukup meriah di samping kota Köln dan Düsseldorf. Mainz adalah ibu kota provinsi dan Mainz juga cukup terkenal dengan karnavalnya… Olehnya penduduk di Mainz juga terkenal sebagai penduduk yang humoris, yang suka becanda…

Sehingga persatuan sepak bolanya pun, dijuluki peratuan karnaval, jadi mau menang mau kalah, yang penting happy…!!!
Di Mainz terkenal dengan julukan…  MAINZ  WIE  ES  SINGT  UND  LACHT…..!!! (Bagaimana Mainz  bernyanyi dan tertawa). Olehnya bendera karnaval Mainz, terdiri dari 4 warna, yaitu Merah, putih, biru dan kuning… (bendera badut). Inilah warna kota Mainz…  (MCC  = Mainz Carnaval Club). Sampai di MAL  juga dihias dengan bendera warna tersebut.

Gedung Theater di Mainz (sehari-harinya)

Setelah di hias dengan bendera badut (Clown) dan didepannya dibuat tempat duduk (tribune) untuk yang akan lihat karnaval.

Gedung Theater, saat karnaval dan Dj. ambil dari TV., penonton yang begitu berjubel (tapi burem)

Patung Gutenberg, bapaknya kota Mainz, juga tidak ketinggalan dikenakan topi karnaval.

Juga banyak stands yang sudah siap menjual schal dan topi dengan warna merah, putih, biru dan kuning.

Tapi saat kernaval jalan, Dj. hanya bisa duduk di depan TV, jadi mohon maaf, Dj. coba ambil photo dari TV. Tapi hasilnya sangat mengecewakan. Hal ini Dj. masih harus belajar dari bung Gandalf, siapa tau bung Gandalf bisa kasi saran, bagaimana cara yang baik untuk mengambil photo dari TV. Karena hanya beberapa photo yang tidak begitu burem dan yang lainnya, blauuuuur…!!!!

Seorang anak yang mengunakan Indian costum sedang diwawancarai oleh seorang reporter dari Canel 1 (ARD)

Tapi Dj. juga sangat bersyukur, tidak harus keluar, karena saat itu, di luar appartment masih -2°C walau ada matahari. Jadi anda bisa bayangkan itu mbak DA dari Brazilia, hanya dengan sedikit yang kliwir-kliwir, mudah-mudahan besoknya tidak sakit. Di dalam appartment, cukup hangat dan bisa menikmati susu coklat yang cukup panas dan pisang goreng.

Dan ciri khas saat karnaval, orang juga makan Berliner atau orang Mainz sebut Kreppel, yang mana 1 hari sebelum karnaval sempat Dj. beli. Jujur, saat makan pisang goreng Dj. langsung ingat Cech Gentong, semoga anda ada sehat selalu, walau tanpa pisang goreng….

Atau mungkin jauh lebih sering makan pisang gooreng, daripada Dj. ya…. hahahahahaha….!!!

Berliner atau Kreppel yang ada isinya marmelade dan diluarnya dibubuhi bubuk gula. Murah 1 kreppel hanya € 0,50 (50 Cent)

Nah itu tadi yang bisa Dj. ceritakan tentang warna kota Mainz disaat karnaval. Mei….lunas janji Dj. ya…Walau mungkin sedikit lain dari yang Mei tunggu, tapi apa boleh buat, Dj. tidak boleh keluar saat itu.

Ini orang Jerman, menyebutnya Schwellkopf dan orang Mainz, menyebutnya Schwellkopp (kepala bengkak) ini beratnya 25 Kg. Bisa bayangkan memanggul 25Kg selama 3 jam lebih.

Menggambarkan president Jerman yang KO dan harus mundur.

Terimakasih untuk kesabaran anda semua, Dj. yakin untuk karnaval di Rio, mbak DA akan lebih banyak photo-photo yang sangat indah yang bisa kita saksikan bersama di sini. Mohon maaf bila oret-oretan ini tidak sesuai dengan harapan anda.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa , yang selalu bersabar menayangkan oret-oretan Dj. setiap hari Selasa. Semoga  Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita, sekarang dan sampai maranatha TUHAN datang.

Salam manis dari Mainz.
Dj.813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

73 Comments to "Merah, Putih, Biru dan Kuning"

  1. Dj.  7 March, 2012 at 00:01

    Mbak DA memang hebat yu…..
    Dia selalu tau dimana itu gawangnya.
    kalau tidak ada yang jaga, maka dia langsung tembak…!!!
    Hahahahahahaha….!!!
    Selamat untuk mbak DA…!!!

  2. Dj.  6 March, 2012 at 23:39

    Benar Yu…
    Saat itu tahun 1991 , jadi sekitar 21 tahun yang lalu dan dia bilang.
    Neurochirug ( ahli bedah syaraf ) masih bisa dihiitung dengan jari.
    Jadi masih ada kkeragu-raguan, karena merekapun “mungkin” belum banyak pengalaman.
    Karena yang bisa bayar untuk itu operasi juga hanya yang punya uang banyak ( yang kkaya ).
    Saat itu, setelah beberapa hari, maka Dj. sudah boleh pulang dengan ambulans.
    Tapi oleh asuransi disuruh pakai KA walau kelas 1 tapi lebih murah dari pada ambulanz.
    Karena saat di operasi itu sekitar 400 Km dari Mainz.
    Dokternya bilang, kalau dengan KA harus tinggal beberapa hari lagi dan dokternya bilang, kalau
    di rumah sakit, untuk tempat tidurnya saja, sudah DM 950,- / hari
    Belum perawatan, obat dan makan, sedang untuk ambulanz, saat itu hanya DM 700,-
    Langsung asuransi kirim ambulanz .
    Dj. dapat obat untuk menhilangkan rasa sakit. Obatnya sangat kecil dan itupun harus dibagi 4 sekali makan.
    Namanya Vorticortin ( mngkin ada yang tau ), itu obat harganya DM 85,- / biji.
    Dj. setiap kali dapat 10 biji, tapi jarang Dj. makan, karena setiap makan itu obat, maka mulut Dj. malah luka-luka.
    Dan saat Dj. bawa ke Indonesia, ada sekitar 40 biji dan Dj. kasikan kaka Dj. untuk cari penjelasan.
    E…dia malah kesenangan. karena itu obat, di Indonesia suangat muahaal ( katanya ).

    Nah itu sedikit ceritanya

  3. Lani  6 March, 2012 at 23:13

    69 DA : akhirnya sodara kenthirku mencungul jg menggelandag bolanya gollllllllllllllll!

    MAS DJ : ngakak mas baca komentar kakaknya mas, di no 68……tp mmg ada benernya sih

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *