Sariawan Terindah

Diday Tea

 

“Sebelum Allah mengambil kenikmatan hidup kita, ingatlah selalu untuk selalu beryukur untuk nikmat yang Allah berikan di sekujur tubuh, dari ujung rambut sampai ke ujung kuku”

 

Tidak ada orang yang akan bisa lupa bagaimana pedihnya ketika ada sariawan di dalam mulut.

Penyebabnya sih macam-macam, dari hanya sekedar luka karena tergores oleh sikat gigi, sampai efek samping dari panas dalam.

Apa pun penyebabnya dan sebagaimana pun  besarnya, tetap saja, “kenangan terindah” bersama si sariawan ini pasti hanya satu: rasa pedih yang nyelekit sampai ke ubun-ubun.

Baru beberapa hari ini ada sariawan yang lumayan besar datang berkunjung di dalam mulutku. Bentuknya seperti kawah putih yang terbentang di area pipi kanan dalam dan gusi kananku. Kali ini lebih besar dari sariawan-sariawan yang biasanya. Luasnya sekitar satu sentimeter persegi.

Letak dan luasnya sangat strategis sekali untuk menimbulkan rasa pedih yang sangat maksimal dan rasa sakit yang super mantap di dalam mulutku.

Apa pun aktifitas yang melibatkan mulutku, luka sariawan itu pasti akan tersentuh. Dan sekecil apa pun sentuhan di daerah itu pasti akan memancing mengamuknya syaraf- syaraf sakit di otakku untuk berunjuk rasa hebat menimbulkan rasa pedih yang luar biasa dahsyat. Pedih yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Walaupun kecil, tapi si sariawan ini sangat mengganggu irama hidup kita.

Mengunyah makanan terasa seperti mengunyah puluhan jarum peniti

            Minum air putih terasa seperti minum air aki

            Menyikat gigi harus super hati- hati

            Menggigit makanan pedihnya setengah mati

            Berbicara pun jadi setengah hati

            Karena pedihnya super sekali

Pedihnya yang kurasakan selama sepuluh hari sariawan itu berada di mulutku, entah kenapa membuatku sama sekali lupa bahwa aku pernah merasakan kenikmatan dari segar dan pedasnya tongseng ayam buatan istriku. Atau sensasi pedas dan panas yang luar biasa enak ketika renyahnya toge, kol, dan wortel cincang yang berpadu di dalam sebuah gehu yang dicolekkan ke sepiring kecil saus sambel lampung. Atau hanya sekedar sejuknya segelas air putih yang kuminum setelah kelelahan sehabis bermain sepakbola.

Aku sampai lupa bagaimana nikmatnya makan dan minum. Aku lupa bagaimana nikmat dan lezatnya asin cumi, tahu tempe goreng yang berpadu dengan pulennya nasi beras merah dan sensasi panas dan pedasnya sambel terasi khas Sunda serta segarnya lalapan segar masakan istriku.

Jangankan makan dengan menu semewah itu (di Qatar, menu seperti ini adalah menu yang mewah, karena harganya yang lumayan mahal), hanya seteguk air minum yang tak sengaja melalui daerah sariawan itu, sudah terasa seperti puluhan jarum yang menusuk-nusuk dari bawah pipi hingga kepala. Sakitnya terasa sampai ke ubun-ubun.

Ada salah satu obat yang sering kupakai ketika si sariawan ini datang tak diundang. Biasanya sih sekali dicolek, obat ini akan tokcer menghilangkan sariawan. Walaupun ketika dicolekkan ke atas sariawan akan terasa pedih luar biasa, tapi tidak sampai tiga hari, sariawan itu akan hilang tak berbekas.

Entah karena kali ini sariawannya terlalu besar atau penyebab yang lain, hampir seminggu belum sembuh juga.

Kupakai obat itu dengan berbagai cara, dari penggunaan normal yang hanya sekedar dicolekkan, kupakai berkumur- kumur. Dan bahkan sampai saking frustasinya, langsung kuteteskan obat itu langsung di atas sariawan.

Bukannya sembuh, pedih luar biasa yang kurasakan itu malah semakin dahsyat.

Aku pun menyerah.

Selama beberapa hari, “kunikmati” saja rasa pedih yang dahsyat itu sampai ke ubun-ubun.

Alhamdulillah, ternyata ada temanku di kantor yang mempunyai obat sariawan yang lebih mujarab (katanya).

Tentu saja tidak ada pilihan lain selain kucoba saja obat itu. Walau pun prosesnya lebih lambat, tapi Alhamdulillah, setelah lima hari, pedih yang sampai ke ubun-ubun itu sudah sangat berkurang dan hilang sama sekali di hari ke sepuluh.

Ternyata kita bisa dengan mudahnya melupakan semua kenangan indah nikmatnya memakan makanan enak, hanya dengan sekedar sebuah luka kecil bernama sariawan yang Allah takdirkan di dalam mulut kita.

Sebelum Allah mengambil kenikmatan hidup kita, ingatlah selalu untuk selalu beryukur untuk nikmat yang Allah berikan di sekujur tubuh kita, dari ujung rambut sampai ke ujung kuku.

Nikmat Allah mana lagi yang akan kita dustakan?

 

www.didaytea.com

 

25 Comments to "Sariawan Terindah"

  1. Chadra Sasadara  28 February, 2012 at 21:07

    kata org tua dulu, apa saja yang masuk mulut itu pendendam. ya makanan, ya sikat gigi, ya tusuk gigi dll

  2. Dj.  28 February, 2012 at 20:50

    Kadang memang harus bersyukur kalau sari awan datang, kalau sari mbengi yang datang, itu bagiannya mas Anoew.

    Dj. ketuk kamar mas Anoew….
    Mas Anoew…!!! Digolek i mbak Sari…
    Mas Anoew, belum sadar dan berkata.. suruh datang nanti kalau sudah awan-awan saja…
    Maka datanglah mba Sari awan, mas Anoewüpun ngomel…. hahahahahahaha….!!!

    Kadang kalau sedang makan, tau-tau lidah kegigit, maaak Cleeeeeng…!!!
    Puji TUHAN…!!!
    Selama 1 minggu, tidak bisa makan banyak, jadi berat badan bisa turun 1-2 Kg.
    Hahahahahahahaha….!!!

    Salam,

  3. Itsmi  28 February, 2012 at 20:48

    Seriawan, liat liat dulu di bibir yang mana….

    Seriawan sampai sekarang tidak ada obatnya, apa sebabnya juga belum di ketahui…

  4. Itsmi  28 February, 2012 at 20:45

    Linda, pemikiranmu ciri khas orang jawa yah, selalu harus bersyukur, hilang satu kaki masih ada kaki lain hahahahah

  5. Linda Cheang  28 February, 2012 at 19:49

    Iya, perlu belajar bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan juga untuk hal-hal yang tidak menyenangkan yang erjadi pada hidup kita. Sariawan termasuk di dalamnya

  6. Handoko Widagdo  28 February, 2012 at 13:54

    Bersyukurlah yang kena sariawan karena itu tandanya anda masih punya bibir.

  7. Lani  28 February, 2012 at 13:33

    SARIAWAN? apakah sama dgn COLD SORE ya???? pernah bbrp kali ngalami mmg rasanya ndak nyaman blasssss…….biasanya aku oleh dgn lip balm yg mengandung tea tree oil dan segera sembuh……mmg rasanya panassss………pedesssss……spt terbakar…….

  8. anoew  28 February, 2012 at 12:09

    @Nanana, minta gendong suhu Buto Waaah gk mau ah..

  9. didaytea  28 February, 2012 at 11:25

    Pokoknya jangan sampe deh kena sariawan….

  10. Nana  28 February, 2012 at 11:06

    [email protected] kalo mau gendong sama suhu JC aja, kalo diterawang dari sini keliatan JC lebih keker dibanding sampean kang….haha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.