Suarakan Impianmu

Ratman Aspari

 

Sahabat anak menyerukan kesadaran masyarakat atas hak marjinal Indonesia untuk mengeluarkan pendapat dalam peringatan Hari Sahabat Anak 2012 dengan tema “Suarakan Impianmu”.

Kegiatan ini menjadi semangat Gerakan Sahabat Anak selama tahun 2012 yang dimulai dari Hari Sahabat Anak pada 17 Februari 2012 hingga puncaknya pada Jambore Sahabat Anak 2012 yang akan diadakan pada Juli 2012.

“Di tengah riuh  rendahnya opini dari pemerintah, masyarakat, pemerhati, dan praktisi pendidikan tentang pentingnya perbaikan kesejahteraan bagi anak-anak marjinal, apakah ada yang mendengarkan suara dari anak-anak itu sendiri ?, tanya Minggu Tamba, Koordinator Harti Sahabat Anak 2012. “Hak untuk mengeluarkan pendapat merupakan salah satu hak yang sering kali terlewatkan karena mereka dianggap masih kecil dan karenannya tidak tahu apa-apa. Berangkat dari kepribadian ini Sahabat Anak mengajak masyarakat untuk mendengarkan suara-suara kecil ini.”

Kampanye Hari Sahabat Anak 2012 merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Sahabat Anak sejak tahun 2008 untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap 10 hak-hak sesuai dengan Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989.

Selama kampanye tersebut berlangsung, Sahabat Anak akan melakukan roadshow yang didukung oleh PT.Asuransi Aviva Indonesia ke berbagai wilayah Jabodetabek untuk mensosialisasikan hak-hak anak untuk mengeluarkan pendapat serta memberi mereka kesempatan untuk melontarkan uneg-uneg tentang sosok/guru/pengajar yang menjadi panutan mereka dengan membuat video sederhana yang ditargetkan akan melibatkan 1.000 anak dari 25 area di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang.

Partisipasi publik diakomodir melalui peran para pendamding anak dalam roadshow tersebut. Jalannya acara juga dapat diikuti oleh masyarakat yang tidak bisa hadir melalui audio streaming di www.sahabatanak.com.

“Intisari dari vidio yang telah dibuat oleh anak-anak tersebut akan direkomendasikan kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah, media, tokoh pendidikan, institusi pendidikan dan lembaga-lembaga terkait. Perubahan terjadi ketika kita mau meluangkan waktu untuk suara anak-anak,” kata Minggu.

Sementara itu Asuransi Aviva Indonesia mendukung penuh kegiatan Sahabat Anak,karena kepedulian yang besar terhadap anak-anak Indonesia terutama anak marjinal yang seringkali kehilangan kesempatan untuk memiliki impian dan masa depan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social responbility Aviva Global yang sudah dilaksanakan dibeberapa negara dalam program Street To School yang memfokuskan pada pemberdayaan anak-anak jalanan. “Kami berharap konstribusi ini dapat memberi jalan bagi anak-anak jalanan dan anak marjinal sehingga mereka berani bermimpi untuk memiliki masa depan yang lebih baik,”tutur Meyliana Kwan, CSR Manager Asuaransi Aviva Indonesia.

 

Tentang Sahabat Anak

Komunitas Sahabat Anak (SA) merupakan sekelompok sukarelawan yang mendukung gerakan pendampingan anak jalanan di daeraj DKI Jakarta dan sekitarnya. Saat ini SA memiliki 8 (delapan) Bimbingan Belajar di daerah Prumpung, Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Tanah Abang, Mangga Dua dan Kota Tua. Sahabat Anak mendukung kampanye “Stop Beri Uang, Jadilah Sahabat Anak.”.

Gerakan yang dirintis sejak tahun 1997 tersebut dimulai oleh sekelompok pemuda yang menjalin persahabatan dengan anak-anak kaum marjinal melalui acara tahunan Jambore Anak Jalanan (sekarang dikenal sebagai Jambore Sahabat Anak). Selama lebih dari 10 tahun keberadaannya, selain Bimbingan Belajar, Pusat Kegiatan Anak/PKA (sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah), TK/PAUD anak jalanan di Grogol, dan Rumah Singgah di area Pasar Rebo. Sahabat Anak juga memberi bantuan beasiswa bagi lebih dari 100 anak jalanan. Komunitas ini juga secara rutin melakukan pemutaran film, mengadakan taman bacaan, pembagian makanan/minuman bergizi serta pengobatan gratis. Saat ini Sahabat Anak mulai merintis kegiatan advokasi dan pemberdayaan ekonomi bagi anak-anak binaannya.

Perlu dicatat bahwa asset terbesar Sahabat Anak adalah para sukarelawan yang memiliki semangat volunterisme luar biasa. Mereka terdiri dari mahasiswa, alumni, pemuda, kaum professional hinga ibu rumah tangga yang tidak jarang merogoh kantung pribadi untuk keperluan adik-adik binaannya. Kepedulian mereka, didasarkan oleh kasih dan terutama pengakuan bahwa anak-anak ini sama seperti anak normal lainnya, yang memiliki hak untuk hidup lebih baik dan kesetaraan dalam berbagai kesempatan, terlebih, karena mereka berharga. * (ratman aspari)

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

10 Comments to "Suarakan Impianmu"

  1. Alvina VB  29 February, 2012 at 21:35

    Mas Ratman, terima kasih utk reportasenya….ini kegiatan yg positif banget, yg kita musti dukung….kasih harapan buat anak-anak yg memang butuh dukungan, spy ada perubahan dlm kel.nya dan masa depannya. Salut!!! (baru tahu kl Aviva juga sudah masuk ke Ind., krn di US dan Canada, Aviva sudah mendukung kegiatan sosial spt ini dgn nama Aviva Community Fund).
    Semoga banyak kaum muda ikutan volunteer/ kerja sosial spt ini.

  2. Dj.  29 February, 2012 at 04:44

    Mas Ratman…
    Terimakasih untuk ulasannya.
    Dj. juga berharap, sudah saaatnya anak-anak diberi kesempatan untzk mengemukaan pendapat pun idee-
    idee mereka. Ingat jaman Dj. kecil dulu, tidak ada sama sekali kesempatan untuk berbicara.
    Malah sering dikatakan… KAMU ITU TAU APA….???!!!
    Sehingga anak-anak tidak bisa maju, karena pendapatnya distop, baik oleh guru disekolahm juga yang menyedihkan, malah oleh orang tua atau saudara-2 yang lebih tua.
    Sering anak-anak tidak dianggap…!!! tidak bisa / boleh mengemukakan pendapatnya.
    Semoga bisa berubah…
    Salam,

  3. Kornelya  28 February, 2012 at 21:43

    Pa Ratman, semoga impiannya menjadi kenyata’an dan mendapat banyak dukungan. Salam.

  4. Itsmi  28 February, 2012 at 20:40

    ” suarakan Impiaamu” tentunya kepada Asuransi Aviva….

    Beginilah pendidikan anak anak Indonesia, dari kecil sudah di siapkan untuk membeli Asuransi Aviva….

    sekarang menjadi impian nanti menjadi konsumen……

    menyedihkan….

  5. Linda Cheang  28 February, 2012 at 19:33

    masih perlu banyak Sahabat Anak agar di jalanan tidak ada lagi anak-anak yang dikaryakan. Tapi kalau berhadapan dengan mafianya, ya, sulit juga…

  6. lida  28 February, 2012 at 18:50

    sama seperti Pak Han, bisa minta emailnya mbak…

  7. Handoko Widagdo  28 February, 2012 at 13:52

    Ratman, bolehkah kita japri? Ini menarik bagisa ya pribadi.

  8. Sumonggo  28 February, 2012 at 11:09

    Didengar atau tidak, tetaplah bersuara gaungkan mimpimu ….

  9. J C  28 February, 2012 at 09:01

    Matur nuwun liputannya, mas Ratman. Para volunteer yang mau melakukan ini semua memang luar biasa!

  10. R. Wydha  28 February, 2012 at 08:34

    satu…

    salam sahabat

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *