Panen Rambutan

Elnino

 

Hai prens…teman-teman  Baltyra-ku tersayang,

Apa kabar semua? Semoga semua hepi ya…. Lama nggak nulis, kangen juga rasanya. Tapi mau nulis apa ya? Mau nulis yang serius, lagi males mikir, hehe… Emang pernah gitu nulis artikel serius?  Tadi baca artikel pak Wiwik Handoko yang ‘pamer’ srikaya cina, jadi terinspirasi deh… Kalo gitu saya mau pamer acara panen rambutan rapiah saya yang pertama kali, hehe…

Di depan rumah kami yang terletak di jalan buntu, ada taman umum yang memanjang sejajar deretan rumah. Di taman ini ditanami bermacam-macam pohon sesuai selera penghuni rumah di situ. Selain pohon-pohon besar seperti akasia dan trembesi, kebanyakan ditanami pohon buah-buahan. Mulai dari mangga, jambu biji, rambutan, alpukat, blimbing wuluh, sampai klengkeng.

Panen ini sangat menyenangkan mengingat pohonnya sudah ditanam kira-kira 5 tahun lalu dan baru kali ini berbaik hati berbuah. Lingkungan sekitar pohon rambutan ini ditanam memang terlalu rimbun karena banyak pohon besar di sekitarnya, sedangkan pohon rambutan perlu sinar matahari yang cukup. Setelah pohonnya cukup tinggi sehingga bisa terpapar matahari dengan cukup, mulailah beberapa bulan lalu berbunga. Lama tidak dilihat, tahu-tahu udah jadi pentil alias bakal buah.

Dari bawah, bakal buah ini keliatan hijau tua nyaris kehitaman jadi kita kira bakal buah itu mengering dan  tidak akan jadi besar. Minggu demi minggu berlalu, pas kita tengok lagi, lho ternyata pentil-pentil itu mulai membesar. Beberapa minggu kemudian dilihat, kok jadi tambah banyak dan ada beberapa buah yang mulai kuning? Seminggu kemudian ketika kami memutuskan untuk melihat lebih teliti, ternyata di sebelas atas pohon yang terpapar sinar matahari lebih intens,  rambutan yang mulai kekuningan itu ternyata ada banyak, bergerombol-gerombol !! Wow, surpriseeee!!!

Mulailah cari penggalah dari batang/ranting pohon yang kecil panjang, ujungnya dibelah dan diselipkan potongan kayu kecil supaya belahan itu tetap menganga. Nah, ranting gerombolan rambutan yang sudah kuning diselipkan ke belahan penggalah tadi trus diputar deh, supaya rantingnya patah dan rambutannya jatuh ke tanah.  Wah, benar-benar seru dan asyik sekali….. Si Cempluk dan adiknya sibuk memunguti jambutan yang sudah dipetik.

Panen pertama, rambutannya masih kuning tapi rasanya sudah manis lho…renyah lagi…

Setelah dua minggu, rambutannya mulai merah dan makin manis, daging buahnya juga cenderung lebih lembut.

Nah, beginilah serunya acara panen rambutan kali ini. Tukang petik diperankan oleh bapak, Cempluk dan adik sebagai pemulung rambutan, emaknya sebagai tukang potret, hehe…

Rambutan yang siap dipetik

 

Juragan merangkap tukang kebon

 

Pemulung besar

 

Pemulung kecil

 

Sini adik yang angkat

 

Setia menanti rambutan jatuh

 

Hati-hati pa, kakak kejatuhan rambutan nih…

 

Ayo dik, kumpulin lagi

 

Kakak mau bantuin

 

Adik juga bica

 

Kena deh!

 

Juragan hepi  bisa manjat-manjat, hehe…

 

Waaah, dapatnya lumayan banyak ya…..

 

Belum makan rambutannya, kok perutnya sudah gendut dik, hehe…

 

Terimakasih sudah membaca. Yang mau barter sama buah lain, boleh lhoooo…hahaha….

 

101 Comments to "Panen Rambutan"

  1. Dj.  7 March, 2012 at 04:39

    elnino Says:
    March 3rd, 2012 at 10:42

    Om Dj, kalo bibit aneka buah2an banyak tuh di Trubus daerah Mekarsari, Cibubur…deket rumah saya tuh, hehe…. Nanti boleh saya anterin
    Tapi kalo bonsai saya kurang tau om. Nanti coba saya cari informasi ya…
    ——————————————————————————

    Mbak Elnino…
    Terimakasih, jangan repot-repot….
    Informasinya saja Dj. sudah sangat senang.
    Karena sampai sekarang yang bisa Dj. tanam dari bijinya dan berhasil sampai sekarang umur 8 tahun, itu asam bangkok yang manis. Dj. tanam 8 biji dan nongol 5 , Dj. ikat jadi sati, tapi yang tahan hidup sampai sekarang yang 3 dan juga cukup bagus. Dj. bentuk sendiri sejak kecilnya.
    Ini photo saat kami kembali dari Indonesia, tumbuh tunas yang sudah manjdi sangat panjang.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.