Seorang Profesor dan Cangkir Kopi

Mpek Dul

 

Beberapa orang master dan doktor yang berkedudukan tinggi di satu saat berkunjung ke seorang guru besar falsafah yang pernah memberi mereka kuliah ketika di universitas.

Mereka mulai membicarakan persoalan masing-masing yang bersangkutan dengan pekerjaan mereka.  Diakir pembicaraan, mereka semua mulai mengeluh mengenai pelbagai persoalan-persoalan, kesulitan-kesulitan di dalam pekerjaan dan kehidupan mereka yang begitu sulit, penuh stress dengan harapan agar guru besar ini dapat sedikit memberikan dukungan dan nasehat-nasehat bagaimana jalan pemecahan terbaiknya.

Professor ini mengusulkan beristirahat sebentar untuk menikmati minum kopi. Beliau mengajak mereka ke dapur dan mempersilahkan mereka memilih cangkir mana yang ingin mereka pakai, karena dia mempunyai banyak sekali pelbagai koleksi dimulai dari cangkir tua yang sudah agak retak, ada yang warnanya sudah berubah, yang kecoklatan akibat dari  endapan kopi, baik dari plastik maupun gelas, ada yang mulus putih dihiasi pelbagai macam-macam corak ragam. Masing-masing memilih cangkir yang bagus, lalu mereka kembali ke ruang tamu menunggu kopi disiapkan.

Tidak lama kemudian professor itu datang ke ruang tamu sambil membawa satu teko berisi kopi panas. Sambil menuangkan kopi ke setiap cangkir, dia berkomentar : “Apakah kalian tidak menyadari bahwa kalian masing-masing memilih cangkir-cangkir yang mulus dan bagus motifnya? Meskipun dapat saya maklumi, sebenarnya ini semua yang merupakan salah satu penyebab besar mengapa sampai kalian mengeluh dan hidup penuh dengan stress !”

Tamu-tamu dari gurubesar ini semakin tidak dapat mengerti apa yang dimaksudkan oleh professor mereka dengan mengatakan kata-kata ini. Meskipun mereka semua master dan ada beberapa yang mempunyai gelar doctor, namun tidak ada yang menyelami ucapan yang berlatar belakang falsafah ini.

Professor ini memulai melanjutkan falsafahnya lagi dan bertanya: “Bukankah kalian semua yakin sekali bahwa cangkir-cangkir yang bagus dan mulus ini tidak akan dapat merubah rasa kelezatan dari kopi yang keluar dari teko ini? Cangkir-cangkir ini hanya untuk menampung apa yang ingin kita semua ingin minum, dalam hal ini adalah kopi, meskipun begitu kalian memilih satu keindahan yang hanya terlihat dari luar saja. Satu pilihan yang telah kalian lakukan dengan penuh kesadaran”.

Kembali dia melanjutkan: “Sadarilah bahwa inti dari kehidupan di dalam contoh ini adalah kopi yang ingin kita nikmati bersama dan semua yang hadir di sini. Pekerjaan, jabatan dan gaji yang tinggi tidak lain hanya keindahan dari luar seperti cangkir yang kalian pilih. Semua ini adalah yang membungkus inti kehidupan kita didunia ini. Seringkali kita melupakan bahwa kopi inilah yang arus kita nikmati, karena kita lebih memperhatikan cangkir yang begitu indah sekali, tetapi sangat peka dan mudah pecah sehingga tidak akan dapat menampung kopi yang ingin kita minum. Kita dapat merasakan kepuasan dan menciptakan rasa kebahagiaan sendiri jika kita menyadari semua ini.

Kalian telah memilih  jalan hidup yang berliku-liku dan kedudukan yang tinggi, indah untuk dipandang dari luar, namun kalian tidak dapat menikmati inti dari kehidupan ini sendiri sehingga membuat stress.

Hiduplah sederhana di dalam hati kalian, sosial dan menerima semua berkat yang dapat kalian makan harian tanpa berlebihan dengan penuh rasa syukur dan terima kasih. Tidak usah memamerkan kepandaian, gelar-gelar dan kedudukan yang telah kalian miliki, karena semua ini hanya keindahan yang terlihat dari luar, mudah pecah dan tidak penting.

Bukan apa yang kalian miliki yang lebih berharga, melainkan apa yang ingin kalian nikmati saat seperti sekarang ini yaitu secangkir kopi yang hangat. Bukan apa yang menjadi pilihan kalian dan tingginya ilmu yang telah kalian tuntut serta kepandaian yang kalian miliki yang lebih penting untuk dipakai sebagai ukuran di dalam kehidupan ini, melainkan yang lebih penting adalah apa yang dapat kalian sumbangkan demi ke sejahteraan sesama kita di dunia ini. Mereka-mereka yang tidak dapat menikmati kopi seperti saat ini. Nikmatilah kehidupan harian kalian dengan kopi ini, selama keadaan memungkinkan, sehingga membuat kualitas kehidupan kalian lebih berarti dan bukan keindahan cangkir yang membuat kalian stress”.

Semua orang ini akhirnya diam, rupa-rupanya mereka merenungkan apa yang telah dipesankan guru besar yang bijaksana ini, dan apa yang terdengar hanya hirupan kopi yang mereka semua nikmati pada saat itu……..

 

42 Comments to "Seorang Profesor dan Cangkir Kopi"

  1. SU  5 March, 2012 at 19:39

    Tulisan yg bermakna. Terima ksh ya Mpek.

  2. mpekDuL  4 March, 2012 at 04:16

    Lani Says: March 3rd, 2012 at 08:07
    MPEK DUL : Lani on Seorang Profesor dan Cangkir Kopi

    SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE 40 03-03-2012. SEMOGA PANJANG UMUR DAN TETAP SEHAT2 RETETETETETEET . BIAR TAMBAH RAME….. MACHINE-GUN WKAKAKAKAKAKAKAKAK…
    MINUM KOPI YANG BANYAK…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.