Monolog

Indriati See

 

Perkenalan kita belum lama tetapi perasaanku berkata lain;  “ya!” lebih lama dari itu.

Pada mulanya semua terbata-bata, kau masih ingat?

Sedikit demi sedikit kau bertarung dengan caramu, merebut tempat di hatiku.

Dan jika sekarang ku katakan bahwa sebagian dari tempat itu adalah bagianmu, pasti kau akan tertawa karena kau telah tahu jauh sebelumnya, betulkan?

Percayalah! Aku memerlukan waktu lama tuk menaruh rasa percaya pada seseorang, sampai ku bisa memanggilnya “sahabat”.

Tetapi denganmu, semuanya serba lain …

Ku tak tahu bagaimana cara melukiskannya dengan kata-kata …

Ku ingat, ketika aku sakit, setiap malam mengingatmu dan aku sangat kuatir karena tak tahu tentang keadaanku yang sebenarnya, lalu yang bisa kulakukan hanya berdoa padamu, setiap saat dan setiap hari.

Ku ingin kau tahu, bahwa ku sering memikirkanmu dan percayalah bahwa saat-saat dimana ku bisa baca karyamu lagi, ku sangat bahagia seperti anak kecil.

Kadang-kadang, ketika ku letih sehabis kerja, kau berhasil menghiburku dan mengembalikan tertawaku atau jika ku habis menangis.

Ku tak tahu bagaimana kau bisa melakukan semuanya itu? yang jelas aku bahagia karena kau lakukan semuanya untukku.

Percakapan kita bisa serius atau bercanda dan setiap saat selalu mengesankan.

Kau pasti akan bertanya mengapa ku ceritakan semuanya ini? Karena ada alasan yang mendasar tentunya:

Ku ingin, kau tahu seberapa dalam arti persahabatan kita.

Ku ingin, kau tahu bahwa ku berterima kasih karena aku diperbolehkan mengenalmu.

Ku ingin, kau tahu bahwa kau selalu ada jika aku membutuhkanmu.

Bahkan kau menjadi bagian yang sangat berharga dalam hidupku dan bagian ini, ku tak ingin kehilangan.

Kau harus tahu bahwa kau sangat spesial bagiku, dan akhir kata, ku ingin sampaikan bahwa aku cinta padaMu duhai Sahabat Abadiku.

 

Hofheim im Ried, 27.04.11

 

20 Comments to "Monolog"

  1. Indriati See  6 March, 2012 at 21:07

    Terima kasih Mas Anoew

  2. anoew  6 March, 2012 at 18:19

    Indri, wagu itu aneh atau janggal

  3. Indriati See  6 March, 2012 at 10:40

    Hm … Mas Anoew juga sahabat saya khan ? … wagu itu artinya apa sih Mas ?

  4. anoew  6 March, 2012 at 10:25

    Oh sahabat, sungguh berartinya dikau sahabat.

    *susahnya… saya mencoba berpuisi tapi kok malah wagu

  5. Indriati See  6 March, 2012 at 06:57

    Mbak Dewi bibir tipisnya siapa nih ? … bibir saya atas dan bawah tebal

  6. Indriati See  6 March, 2012 at 06:55

    @Itsmi

    Ahay … kamu juga spesial untuk saya …

  7. Indriati See  6 March, 2012 at 06:53

    @JC

    “Monolog” diatas mempunyai multi tafsir bagi pembaca bisa jadi yang dimaksud “spesial” diatas adalah Baltyra …

  8. Indriati See  6 March, 2012 at 06:50

    Ups … Mbak Dewinya sampai terselek … *sambil memberi segelas air*

  9. Indriati See  6 March, 2012 at 06:48

    @Mas Handoko W

    Terima kasih, bahagia rasanya menjadi seseorang yang spesial bagi Mas Handoko

  10. Dewi Aichi  5 March, 2012 at 17:44

    Seperti biasa, aku tak sanggup berkata, hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menawan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.