Persamaaan dan Perbedaan Antara Tan Malaka dan Soekarno

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Persamaan dan perbedaan yang saya cantumkan berikut bukanlah hal baru, bahkan jika dijadikan bahan diskusi pun akan terkesan basi dan semua orang sudah tahu. Akan tetapi persamaan dan perbedaan berikut dapat dijadikan pengingat bahwasanya ada banyak pihak yang mencintai negeri ini dengan beragam caranya masing-masing, selamat membaca.

  1. Pada tanggal 7 Juli 1942 Tan Malaka dan Ir Soekarno sama-sama meninggalkan tempat “pembuangan”, akan tetapi perbedaannya yaitu pada alat yang digunakan untuk meninggalkan tempat “pembuangan” tersebut. Jika Tan Malaka menggunakan perahu layar untuk meninggalkan Teluk Betung yang mana kerja perahu layar bergantung arah angin maka Ir. Soekarno menggunakan kapal yang ditarik oleh kapal motor Jepang dari Palembang. Sehingga dari perbedaan itu berimplikasi pada waktu tempuh perjalanan yang lebih lama untuk sampai tujuan, dalam hal ini tempat yang dituju adalah Jakarta.
  2. Meskipun sama dibuang oleh pihak kolonial, masa pembuangan Tan Malaka lebih lama dua kali dibandingkan Ir Soekarno. Jika Ir Soekarno selama 10 tahun maka Tan Malaka dua kalinya. Kemudian mengenai proses kembali dari tempat pembuangan, Tan Malaka bukan kembali secara resmi dari tempat pembuangan akan tetapi kembali atas inisiatif sendiri. Berbeda dengan Ir. Soekarno yang “diberi” izin oleh pihak Jepang untuk kembali dan membuat “propaganda” pada media, media yang dimaksud ialah “Sinar Matahari”.
  3. Saat kembali dari pembuangan Ir. Soekarno disambut dengan riang gembira oleh para pengikutnya sedangkan Tan Malaka kembali secara anonim diam-diam saja.

Dari persamaan dan perbedaan di atas bukanlah bermaksud menunjukkan perbedaan yang tegas mengenai cara perjuangan antara dua tokoh Nasional, akan tetapi lebih kepada proses perjalanan masing-masing yang ternyata cukup “istimewa”. Bahkan akhir hidup kedua tokoh ini pun, jika boleh sedikit “nakal” maka saya akan menyebutnya dengan “istimewa” juga.

 

Nb: Sumber tulisan hanya dari satu buku saja, masih perlu pembanding.

 

Pustaka:

Malaka, Tan. Madilog. Maret 2008. Jakarta : LPPM Tan Malaka.

Sumber Ilustrasi:

Harry A. Poeze 2008

 

9 Comments to "Persamaaan dan Perbedaan Antara Tan Malaka dan Soekarno"

  1. rina s  9 March, 2012 at 01:11

    Ada yang bisa membuat kesamaan antara Tan Malaka, Tan Tjeng Bok atau dengan Tan Joe Hok?

    sepertinya itu tugas mas iwan….heheheh peace akh…

  2. Wahnam  6 March, 2012 at 21:15

    Pak DJ bagus juga ya nama mandarinnya “Lie Pai San” artinya “Hari rabu” . ha ha ha..!

    礼拜三 (Lǐbài sān)

  3. Ratman Aspari  5 March, 2012 at 13:14

    Sosok Tan Malaka,merupakan sosok yang mesterius,….

  4. J C  5 March, 2012 at 09:42

    Ikut menyimak saja ah…

  5. Dj.  4 March, 2012 at 22:30

    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:
    March 4th, 2012 at 16:53

    Tan Malaka lebih banyak perbedaannya dengan Soekarno, dibanding persamaannya. Tetapi persamaan mereka sangat cantik: anti kolonial.

    Ada yang bisa membuat kesamaan antara Tan Malaka, Tan Tjeng Bok atau dengan Tan Joe Hok?
    ————————————————————

    Mas Iiwan….
    Kalau Tan Eng Bok, itu derektor SMP saat Dj. di Bandung. Sekarang masih hidup di Amstelveen, belanda.

    Kalau Tan Kak Liang, sahabat Dj. di Jerman.

    Salam manis untuk keluarga dirumah ya….

    dari Lie Pai San.

  6. Dj.  4 March, 2012 at 22:27

    Baik Tan Malaka atau Bung Karno, Dj. belum pernah lihat.
    Jadi maaf, tidak bisa kasi komentar….

    Kalau dengan Suharto, pernah main golf di Gado / Bandung.
    mainya angat jelek, saat itu ( 1968 ) handicapnya masih diatas 15.

    Salam,

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  4 March, 2012 at 16:53

    Tan Malaka lebih banyak perbedaannya dengan Soekarno, dibanding persamaannya. Tetapi persamaan mereka sangat cantik: anti kolonial.

    Ada yang bisa membuat kesamaan antara Tan Malaka, Tan Tjeng Bok atau dengan Tan Joe Hok?

  8. Anwari Doel Arnowo  4 March, 2012 at 11:44

    Membanding dan meneliti adalah hak setiap orang.
    Karena saya tidak pernah membaca banyak tentang Tan Malaka, maka dengan sendirinya pengetauan saya terbatas. Banyak cerita tokoh-tokoh lain yang berhubungan secara langsung dengan Tan Malaka, tetapi banyak cerita semacam itu seperti bisik-bisik saja seperti sesuatu yang harus dirahasiakan.
    Yang seperti ini mengurangi minat saya untuk berkomentar, karena minimnya informasi yang bisa saya selami. Saya biarkanlah apa yang masih misterius dan suatu saat nanti, ketika saya mungkin sudah tiada, akan muncul FAKTA-FAKTA yang bisa diterima masyarakat luas.
    Salam saya,
    Anwari Doel Arnowo – 2012/03/04

  9. James  4 March, 2012 at 10:01

    UNO et Sabato

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.