Khas Semarang Peranakan (1): Ca Hwie Dwie Kee ala Pawon Peony

Peony – Serpong


Dear Sahabat Baltyra di manapun berada…

Semoga semuanya selalu dalam lindungan Tuhan YME ya…

Udah lama banget ya, Peony gak masak di Baltyra… kangen pengen nulis banget sebenernya… tapi Peony sedang susah bagi waktunya..

Nah selagi sempat, weekend ini Peony masak salah satu menu khas Semarang Peranakan, yang belum pernah Peony temukan di kota lain..yaitu menu Hwie Dwie Kee.

Hwie Dwie Kee ini sebenarnya menu yang berbahan dasar daging ayam lapis / gulung ham (bacon), tapi untuk rekan-rekan yang tidak mengkonsumsi bacon, silakan digantikan dengan daging asap lainnya ya. Di Semarang sendiri ada beberapa versi mengolah Hwie Dwie Kee ini, ada yang ayam dan ham nya digulung dan dilapis tepung baru digoreng dan diberi kuah, ada lagi yang ayam dan ham-nya ditumpuk dan kemudian dikepang.

Ohya, di Baltyra Peony sudah pernah juga menyajikan “Ayam Gulung Ham” yang digoreng saja, kemudian dicocol dengan sambal botol.

Untuk penyajiannya hwie dwie kee ini pun ada beberapa variasi, ada yang disajikan dengan kuah bening macam sup, dan ada pula yang disajikan dengan kuah “nyemek” kental macam “ca”.

Favorit Peony adalah hwie dwie kee yang di-ca, jadi please welcome… Ca Hwie Dwie Kee ala Pawon Peony.

Siapkan…

  • 150 gr daging dada ayam tanpa tulang, tipiskan dan potong uk.4x6cm
  • 100 gr ham / daging asap, potong uk. 4x6cm
  • 2 siung bawang putih, keprek dan cincang kasar
  • 1 butir bawang bombay yang kecil, iris sesuai selera
  • 100 gr wortel
  • 1 tangkai daun bawang, iris serong tipis
  • 100 gr kembang kol, potong sesuai kuntum
  • 150 cc kaldu ayam
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm minyak wijen
  • sejumput garam
  • gula pasir dan lada secukupnya
  • 3 sdm minyak untuk menggoreng dan menumis
  • larutan maizena secukupnya

 

Kemudian…

  • Kepang ayam dan ham, sisihkan.
  • Campurkan kaldu ayam + saus tiram + minyak wijen, sisihkan.
  • Panaskan minyak, goreng setengah matang kepangan ayam-ham nya, sisihkan.
  • Sisa minyak, panaskan kembali, tumis bawang putih hingga harum, masukan bawang bombay dan daun bawang, aduk-aduk hingga agak layu. Masukkan campuran kaldu ayamnya, didihkan.
  • Masukkan wortel, masak hingga wortel setengah matang, masukkan kepangan ayam-ham, aduk-aduk, tambahkan garam, lada dan gula pasir, aduk-aduk dan didihkan.
  • Setelah mendidih, masukkan kembang kol, aduk-aduk sebentar, masukkan larutan maizena sembari tetap diaduk hingga kuah agak mengental. Matikan api.
  • Ca Hwie Dwie Kee siap disajikan.

 

Ohya, karena citarasa ham atau daging asap adalah asin, maka pemakaian garam dalam menu kita ini benar-benar sangat sedikit sekali ya..

OK, seperti biasa, menu ala Pawon Peony, guampangggg dan praktis… dan tentunya… uenakkk lho..

jadi.. selamat mencoba ya.. semoga cocok dengan selera.

Selalu memasak dengan sepenuh hati, Peony…

 

Dear Redaksi Baltyra.com… terima kasih banyak ya.. juga buat Sahabat Baltyra, terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu membaca sajian ala Pawonku… Pawon Peony (http://pawonpeony.blogspot.com/)

61 Comments to "Khas Semarang Peranakan (1): Ca Hwie Dwie Kee ala Pawon Peony"

  1. Peony  18 March, 2012 at 00:29

    Yung, makasih ya udah mampir dan jg buat apresiasinya

    Ngepang nya jangan di salon, cukup di DPR (dibawah pohon rindang) aja

  2. lembayung  17 March, 2012 at 10:38

    ngepangin ayam+ham nya ke salon mana, tante Pea-Peooooo?

  3. Peony  13 March, 2012 at 21:31

    Hi Hennie, makasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    Memang nikmat lho sajian hwie dwie kee ini, dan ngepang ham dan ayam nya guampang banget, lebih cepet daripada menggulung lho…

    caranya, ayam dan ham, ditumpuk, disobek tengahnya sedikit dengan ujung pisau, kemudian, satu sisi ham dan ayam diselipkan ke lubang tersebut… voila… terkepang lah ham dan ayam nya

    Ayo, silakan dicoba ya.

  4. HennieTriana Oberst  13 March, 2012 at 21:15

    Peony, terima kasih resepnya.
    Lama tak muncul, begitu hadir dengan santapan lezat.
    Kapan-kapan aku coba nih, enak banget. Kira-kira ngepangnya sulit nggak ya?

  5. Peony  8 March, 2012 at 18:29

    Iya Mas, gobyos-gobyos kepedesan

    Duuhhh jadi “ngilu”

  6. anoew  8 March, 2012 at 17:49

    Pe, bukan hot lagi tapi gobyos-gobyos

  7. Peony  8 March, 2012 at 11:59

    Jiaahhh Mas Anoew… dibahas juga disini

    yang jelas, kalau foto no. 2 dikasih saos… “makin hot” ya Mas

  8. anoew  8 March, 2012 at 11:53

    Pe, foto nomer 2 itu kalau dikasih saos kayaknya serem ya haha

  9. Peony  8 March, 2012 at 09:38

    Hi Dewi Aichi, makasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    iya ayamnya dikepang… unik nan enak…

    silakan dicobain… dengan bumbu sendiri juga boleh

    ayam kepang ham, di-grill setengah matang trus dicampur salad dg thousand islands jg uenakkkk lho

  10. Dewi Aichi  8 March, 2012 at 09:04

    Wuihhh..Peony…resepnya mantap banget…..ayamnya di kepang segala hi hi..mantap mantap…..aku mau meniru tapi dengan bumbuku sendiri saja……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.