Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kopdar

Wednesday, 7 March 2012

Viewed 3719 times, 1 times today | 147 Comments |

SU – Bumi

 

Saya sudah diajak kopdar sebenarnya dari sejak lama sekali. Tapi memang bagi saya tidak mudah memutuskan untuk kopdar. Ada beberapa alasan. Ada tulisan-tulisan saya yang memang diambil dari kehidupan keluarga dan saya.  Orang-orang yang tersangkut di dalam tulisan-tulisan itu yang saya yakin mereka tentunya tidak nyaman kalau khalayak ramai mengetahui bagaimana kelakuan kerabat/mereka tersebut.  Keluarga dan saya bisa merasa tersakiti dengan apa yang sudah dilakukan kepada kami, tapi mereka pun bisa merasa dipermalukan dengan tulisan-tulisan tersebut.

Nah saya menulis tulisan-tulisan tersebut bukan karena hendak mempermalukan siapa-siapa. Maksud saya menulis artikel-artikel seperti “Pelajaran Hidup Dari Papa”, “Forgiveness”, dan lain-lain (di luar artikel makan, jalan-jalan dan resensi ecek-ecek ala saya mengenai buku atau film) ya karena saya berharap ada yang dikuatkan ketika membacanya, ada yang bisa mengambil manfaatnya tanpa harus melakukan kesalahan yang pernah dibuat oleh saya dan keluarga sehingga kami harus bayar sangat amat mahal.  Air mata yang tumpah kalau dikumpulkan mungkin sudah bergentong-gentong*smile

Juga saya ini orangnya kan tadinya introvert berat. Nah daripada kalau ditanya ini itu dan saya ga nyaman jawab sedangkan tidak semua orang bisa menerima jawaban bahwa saya tidak nyaman jawab pertanyaan dia tersebut….kan yang ada malah jadi berabe. Saat ini saya memang tidak bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan karena ya salah satunya melindungi pihak-pihak yang terkait dengan kehidupan saya juga.

Pertama kali saya tergugah kopdar itu sama Imeii. Kenapa? Soalnya saya lihat Imeii juga selain doyan makan, ya doyan masak sama dengan saya. Betul kan Imeii? Hihihi……Pertama ketemu saya bisa langsung mengenali penampakan Imeii.  Sama seperti yang saya sudah lihat di Facebooknya. Tinggi dan putih. Saya senang melihat kekompakan Imeii dan saudara-saudara perempuannya.

Lalu saya juga sempat kopdar dengan Syanti. Sama juga saya bisa langsung mengenali penampakan Syanti. Orangnya sama dengan apa yang saya gambarkan selama ini. Seru. Saya diberkati dari kesaksian hidup Syanti yang dibagikan langsung ketika kami berjumpa. Waktu ketemu Syanti ini juga tanpa disangka saya ketemu sama salah satu teman maya yang lain. Tidak menyangka.

Terus saya juga kopdar sama Phie. Seneng ketemu Phie dan anaknya. Phie ini ya sama lah seperti  di Facebook, di tulisan dan di komen-komennya. Anak muda banget, ramah dan ramai. Anaknya Phie ini, Embem,  punya mata yang bagus deh juga ramah.

Saya juga sudah ketemuan sama Yunisa. Saya malah diberkati sama dia. Dia menyarankan saya untuk membeli buku Totto-Chan.  Beberapa saat kemudian anak sulung saya yang masuk SD kelas satu mengalami masalah yang sama yang dihadapi oleh Totto-Chan di hari pertama sekolahnya. Anak saya ini sangat aktif. Jadi di minggu pertama sekolahnya sebelum kelas dibubarkan mereka diminta baris di lapangan untuk upacara. Guru wali kelasnya karena kebelet pergi ke kamar mandi dulu. Anak saya bukannya duduk berbaris dengan tenang, malah jalan-jalan dari depan ke belakang dan dari  belakang ke depan.

Guru bagian disiplin berteriak agar anak saya duduk tapi mungkin dia tidak dengar dia tetap saja jalan-jalan. Akhirnya guru bagian disiplin ini marah sekali dan menggunakan pengeras suara berteriak dan menyuruh anak saya duduk di tempatnya.  Saya diberi tahu insiden ini oleh guru wali kelas anak saya dan beliau juga menyampaikan bahwa guru disiplin ini mengancam jika hal ini terjadi lagi, dia akan kunci anak saya sendirian di ruang tata usaha sekolah. Guru wali kelas berusaha menenangkan koleganya tersebut dan bilang bahwa tidak semua anak bisa langsung adaptasi dari TK ke SD.

Tapi guru disiplin ini bilang dia merasa dipermalukan di hadapan para guru yang lain dan para orang tua murid yang melihat dari kejauhan. Setelah saya berdiskusi dengan wali kelas ini saya bertanya apakah ide yang baik jika saya memberikan buku Totto-Chan ini untuk guru disiplin tersebut agar dia bisa memahami anak seperti anak saya yang sulung ini. Karena saya yakin tiap tahun ajaran pasti ada anak-anak yang setipe dengan anak saya. Nah saya akhirnya berikan buku Totto-Chan ini via guru wali kelas sebagai sumbangan kepada sekolah (saya tulis di halaman pertama buku tersebut) agar tidak menyinggung perasaan guru disiplin. Tapi oleh guru wali kelas akan diberikan kepada guru disiplin terlebih dahulu. Coba kalau saya tidak kopdar dengan Yunisa, saya tidak bakal tahu akan adanya buku Totto-Chan. Sejak memberikan buku tersebut memang tidak ada insiden lagi. Puji Tuhan*smile

Saya juga sudah ketemuan sama P@sP4mPr3s. Memang belum sempat ngobrol lama sih sama P@sP4mPr3s. Cuma dari mata dan cara senyumnya saya tahu ini anak muda memang iseng….ya ga jauh deh dari komen-komennya dan artikel-artikelnya juga kelihatan kan? *smile

Yang bikin saya kaget pas janjian ketemuan sama Nia. Ya ampun badannya mungil banget. Tapi ini cewe muda nyalinya luar biasa. Berani jalan-jalan ke negara-negara dengan backpacking.  Luar biasa.

Saya juga sudah ketemuan sama sang Ratu Kopdar. Menurut Ratu Kopdar ini, dia sudah tidak layak menjabat gelar ini karena sudah lama tidak kopdaran sama yang baru-baru. Kalau Raja Kopdar sih katanya masih tetap dipegang sama Josh Chen*smile Hayo siapa coba sang (mantan?) ratu Kopdar ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah Jembatan.

Jembatan ini persis seperti yang saya bayangkan.  Asyik ngobrol sama dia.

Lalu ketemuan sama Ci Lily. Mudah buat saya mengenali Ci Lily karena sebelumnya saya sudah lihat foto-fotonya.  Orangnya ternyata ramai. Saya sih salut luar biasa  bagaimana Ci Lili dan suaminya bisa membesarkan anak-anak yang luar biasa seperti Sasayu dan adiknya ini. Satu hal lagi Ci Lili ini muraaaaaah hati banget. Masa masakan seabreg-abreg di kasih harga seperti main-mainan saja. Sudah begitu kami juga dikasih menu istimewa pudding tapai ketan dan sagu dangan santan. Dua-dua sama enaknya.

Saya juga sempat nyicipin sate wates. Uenaaaaak banget. Pokoknya kalau ada yang ke Pondol musti makan sate wates ya (terima kasih buat yang sudah kasih saya nyicipin sate wates). Cendolnya juga mantap. Saya coba yang dicampur dengan irisan nangka dan tapai ketan. Mau pesan makanan yang lain, tidak bisa. Soalnya sudah ditunggu sama suami untuk makan malam bersama. Sedangkan suami dan saya makan siangnya terlambat banget. Jam 3 siang baru makan…ya karena macet. Tak pikir beri waktu satu jam ke resto tujuan itu sudah lebih dari cukup karena letaknya sebenarnya dekat sekali dengan tempat kami menginap. Tapi itu hari tidak dinyana gerimis. Ya sudah muaceeeet banget.  Sedangkan saya ada di Pondol itu dari jam 5 sore sampai jam 7.30 malam.

Kalau pas ketemu sama Ko Handoko itu saya berpikir,”Wah kalau tidak mengenal beliau dari komen-komennya mana saya bisa menyangka sosok Koko yang satu ini  ternyata iseng deh orangnya.”

Ini contohnya. Memang Ko Han yang datang pertama di Pondol pas kami janjian ketemu itu hari (Puji Tuhan buat ibu Dubes yang bikin  janji sama Ko Han, jadi saya bisa ikutan kecipratan rejeki ketemuan sama Ko Han. Hihihi). Saya bisa langsung mengenali. Saya pikir tadinya JC sudah datang karena pas saya minta JC kasih panduan jalan ke Pondol, saya pikir dia sudah disana. JC bilang ke saya ga usah panik datang terlambat soalnya semua orang pasti mengerti hari Jum’at itu jalanan di Jakarta macet luar biasa (memang sih saya sudah mengerti hal ini, tapi tetep saja kalau janjian itu saya paling stress kalau waktunya mepet.

Biasa kalau janjian dan pergi bersama anak-anak dan suami, ya suka deg-deg an juga sih. Ya tahu sendiri kalau bawa anak-anak. Nanti lihat apa dengan santainya mereka berhenti sebentar untuk pegang dulu deh, untuk mainin  dulu deh, dsb nya. Itu hari saya tidak sama anak-anak sih dan suami juga menunggu di salah satu sudut kota Jakarta. Supir taksi bilang ke saya,”Mbak paling cepat sampai sana satu jam.” Wah sepanjang jalan saya berdoa tidak putus-putus minta agar saya sampai tepat waktu. Puji Tuhan entah bagaimana caranya saya sampai sana pukul 4.55 sore. Hahaha…..)

Sesampainya di Pondol, saya bilang ke Ko Han saya mau kasih tahu JC bahwa saya sudah ditemanin ko Han, tapi Ko Han melarang dan ajak saya ngisengin JC. Hihihi jadilah di situ saya bisa merasakan sendiri betapa Koko yang satu ini iseeeeeng banget. Tapi akhirnya JC bisa mengendus tuh dikerjain sama kami berdua. Hihihi……

ElnNno itu aslinya juga kulitnya lebih putih dari di fotonya dan giginya cantik banget. Saya baru tahu EN ini orang Yogja tapi tidak suka makanan yang manis-manis. Orangnya tadinya saya duga agak-agak pendiam, ternyata…..hihihi enggak juga ya*smile

Mas Iwan juga sempat ketemuan sama saya. Orangnya ya memang unik…..khas mereka yang dikasih talenta daya kreativitas yang lebih tinggi dari kebanyakan orang.  Mas Iwan beneran bisa dikira saudaraan sama Fariz R. M. Mas Iwan ini kan saya lihat sih masih muda tapi rapi banget deh bisa ngumpulin sebegitu banyak arsip-arsip. Sayang belum sempat ketemuan sama istri dan anak-anaknya.

Ada juga sih yang sudah pernah ketemuan sama saya, mama saya, anak-anak dan suami saya. Hayo siapa coba? Hihihi…..Ga mau cerita deh saya. (Ci ga yakin you are comfortable kalau Ci certain di sini) cuma memang saya sudah punya bayangan ini memang anak muda yang usianya jauh di bawah saya. Betul sih pas ketemu …bener anak muda banget. Tapi anak muda yang dewasa cara berpikirnya. Salut!

Terus ada juga satu lagi yang sudah ketemuan sama saya dan suami. Suami tidak sengaja ketemuan karena suami kan orangnya lebih suka di belakang layar.  Ya apa yang saya bayangkan juga tidak berbeda dengan orangnya. Ini juga salah satu teman maya yang saya anggap sebagai keluarga.

Ada juga yang pernah ketemuan sama saya yang lain lagi, tapi saya tidak kasih tahu deh namanya siapa karena saya mau jaga kenyamanannya.

Alexa juga baik sekali kasih saya hadiah via JC.

Sejauh ini kopdar saya baik-baik saja sih. Semua yang saya temui teman-teman tersebut asyik-asyik banget.

Yang jelas untuk go public….sampai saat ini saya belum tergerak.  Saya bicara blak-blakan saja tulis di sini saya tidak bisa menerima semua ajakan kopdar. (Sok penting banget ya kesannya. Hihi…maaf, maaf) kenapa? Alasannya ya yang diatas tadi……Juga saya musti bagi waktu.

Saya ini ibu yang bekerja dan kadang harus melakukan perjalanan kerja.  Anak-anak saya juga masih kecil-kecil. Anak saya yang sulung itu dekat sekali sama saya. Kalau yang bungsu sih lebih dekat sama oma nya. Jadi saya  benar-benar harus bagi waktu saya dengan baik. Kalau semua ajakan ketemuan diterima…nanti yang ada saya tidak punya waktu untuk Tuhan dan keluarga saya.

Saya sangat perlu hadirat Tuhan dalam kehidupan saya.  Karena kalau saya kurang meluangkan waktu dihadiratnya, kedagingan saya akan timbul kembali dan saya juga tidak bisa menjalani kehidupan ini tanpa bergantung pada Dia hari tiap hari.

Belum alokasi waktu untuk suami. Suami saya sangat perlu akan companionship saya. Kami ini sahabat terbaik buat satu sama lainnya dan semua hubungan itu perlu dipupuk. Kalau tidak romantisme bisa hilang dan cinta bisa pudar. Akhirnya satu ranjang atau satu atap hanya untuk bayar rekening-rekening saja dan hanya untuk membesarkan anak-anak saja. Kami tidak mau hal itu terjadi dalam pernikahan kami.

Lalu saya juga kudu meluangkan waktu untuk mama. Saya sangat mengasihi mama saya. Mama itu juga salah satu bentuk menerima kasihnya ya dengan ditemani, didengerin dan ini kan perlu waktu juga.

Ada hal-hal yang saya mau kerjakan sampai hari ini saya belum kerjakan karena prioritasnya kalah dengan prioritas-prioritas tersebut.

Di tulisan-tulisan saya sebelumnya ada yang saya lampirkan foto-foto koleksi pribadi keluarga saya. Walaupun kecil-kecil dan wajah saya minta diburamkan, tapi kebanyakan itu foto-foto kan memang diambil secara diam-diam sama suami/saya jadi itu kan bukti bahwa kami ini beneran ada dan bukan mahluk jadi-jadian*smile

Makanya JC itu sudah tahu wajah saya sekeluarga sebelum yang lain tahu soalnya saya minta bantuan dia untuk memburamkan wajah dari jaman baheula  tapi wanti-wanti untuk diam-diam saja….*smile

Buat saya, saya sangat bersyukur teman-teman mau meluangkan waktu ketemuan sama saya dan juga buat hadiah-hadiah dari teman-teman. Yang jauh lebih berharga buat saya adalah  bahwa lewat dunia maya saya boleh bertambah teman-teman dan kehidupan ini diperkaya oleh kehadiran teman-teman.  Buat teman-teman yang mana saya belum siap kopdaran, jangan marah ya. Semua ada waktunya. Beri saya waktu supaya pada saat yang tepat saya bisa menjadi teman yang dikopdarin dan tidak bikin sepet/eneg dihati  teman-teman. Buat teman-teman yang sudah kopdaran sama saya dan mau jaga kenyamanan saya dengan tidak bilang-bilang sampai saya yang memutuskan untuk cerita karena ada email-email dari jaman dulu dan baru-baru ini yang tanya-tanya saya pernah kopdar dengan siapa saja dan bagaimana sih kopdaran itu…ya ini loh pengalaman saya.

Teman baik di dunia maya ataupun didunia nyata, saya pikir kita semua kudu siap mengelola ekspektasi kita (eh maya juga nyata ya…..hihihi). Tidak ada manusia yang sempurna dan selalu perlu berhati-hati, tapi tetaplah tulus sama sesame. Kalau orang lain tidak tulus sih itu urusan dia deh. Kita sih kebaskan saja virus kekecewaan/sakit hati/pengkhianatan/kebencian/iri hati yang ditaburkan sama dia dan serahkan semua itu kepada Pencipta. Dia sanggup koq ganti dengan teman-teman lain yang jauh lebih baik dari orang tersebut…….

Sampai nanti ya. Terima kasih sudah mau membaca tulisan ini.

 

Share This Post

Posted by Wednesday, 7 March 2012 on 09:13.

Categories: Dari Redaksi. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

147 Responses to “Kopdar”

Pages: « 15 14 13 [12] 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

  1. 120
    Lani Says:

    119 akhirnya JURAGAN PONDOL ikut nimbrung……! itu japri udah aku balas…….pie nek aku wae???? wis ahli……rak sah ngajari hehehe……..

  2. 119
    lili Says:

    hallo semua….. waduuh aku paling ketinggalan comment ya…. baru mudik, maklum baru buka compi lagi… wuaaah menyesal .. ga bisa ikutan kopdar ya… hiks hiks….apa mau dikata.. semoga lain kali bisa ikutan…. pasti seruu ya…
    he he he … aku juga kaget lha kok oma… lha kaya ABG je.. seleb lagi…
    Wah… jangan menyanjung kami seperti itu V… semua hanya karena berkat dan anugerahNya… tak habis2nya kami bersyukur dititipi 2 anak yang unik… setiap anak pasti unik dan selalu ada dalam rencanaNya…. anak siapapun. Tuhan sudah izinkan ada pasti baik adanya…
    ya .. yg belum pernah ketemu EN… pak Han, Lida, JC, ISk… sudah kopdar… yaaa ga ada fotonya sih…
    ok, sampai kapan2… senang bisa tatap muka dengan teman2…makin lama makin banyak…

  3. 118
    SU Says:

    Pak Anwari, terima kasih banyak buat pengertian Bapak. Itu ilustrasinya bagus banget. Harus saya ingat-ingat nih. Bagus.

  4. 117
    SU Says:

    Lani utk komen no 114: Siip

  5. 116
    SU Says:

    Alvina, kopdar-der-dor? Hahaha………Lucu……lucu

  6. 115
    Anwari Doel Arnowo Says:

    SU atau siapa saja tidak usah minta maaf, nggak perlu lah ituuu
    Bisa kumpul sudah baik. Memang ada yang memerlukan adaptasi dulu.
    Saya jadi ingat cucu saya, perempuan 6 tahun, beli ikan hias dan dibawa pulang menggunakan kantong plastik berisi air dan udara sebagian. Nasihat penjualnya; Biarkan seluruh kantong plastik seluruhnya dimasukkan ke dalam aquarium dan tunggu dulu beberapa lama, ikan yang dibeli baru boleh dilepas dan bisa bercampur dengan ikan yang terdahulu sudah berada di dalam aquarium.
    Di sini: AQUARIUM itu sama dengan BALTYRA . Haaa ha ha ha

    Salam,
    Anwari Doel Arnowo – 2012/-3/08

  7. 114
    Lani Says:

    106 SU : se7777777

  8. 113
    Alvina VB Says:

    Bukan SU….kopdar sama org yg suka jln-jln ke negri di atas awan.
    Saya rasa kl saya 20thn lebih muda, mungkin ya..saya lebih semangat buat kopdar-der-dor, he..he….

  9. 112
    SU Says:

    Hello Alvina. Jadi masih banyakan saya ya kopdarannya Sama Raja Kopdar kah kopdarannya? Hehehe…….

    Suami saya saja kaget pas saya bilang mau ketemuan sama beberapa orang sekaligus. Cuma dia memang nyerahin semua keputusan sama saya. Pas saya ajakin dia, dia bilang dia mau tunggu saya saja di salah satu sudut Jakarta

  10. 111
    Alvina VB Says:

    SU,
    Kl saya masuk dlm kategori yg GREEN banget buat urusan kopdaran, he..he…….
    Tapi untunglah Silvia punya pengalaman yg bagus waktu kopdaran ya……saya baru kopdaran 1x sama penulis Baltyra (senior pula dia, he..he… jadi saya pemula banget ya kl utk urusan yg satu itu.

Pages: « 15 14 13 [12] 11 10 9 8 7 6 5 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)