Tintin dan Rini

Alvina VB

 

Petualangan Tintin (The adventure of Tintin atau Les aventures de Tintin) , merupakan serial buku komik yang ditulis oleh seorang artist dari Belgia, George Remi (1907–1983), yang menggunakan nama alias Hergé dalam tulisannya. Di abad ke-20, serial buku komik Tintin adalah komik yang terpopuler di Eropa. Buku komik Tintin telah diterjemahkan dan dipublikasikan lebih dari 50 bahasa dan lebih dari 200 juta buku telah terjual.

Buku petualangan Tintin pertama kali terbit tanggal 10 January 1929 dalam bahasa Perancis, sebagai kolom bacaan anak-anak, Le Petit Vingtième di Koran Belgia Le XXe Siècle, dan kemudian dimuat di koran yang terkemuka di Belgia – Le Soir. Keberhasilan serial Tintin kemudian berlanjut dengan terbitnya majalah Tintin, yang juga populer di Indonesia.

Film 3Dnya Tintin, The adventure of Tintin yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan ditulis narasinya oleh Steven Moffat, Edgar Wright dan Joe Cornish sebetulnya berdasarkan tiga komik Tintin dulu: The Crab with the Golden Claws, The Secret of the Unicorn dan Red Rackham`s Treasure. Produser film Tintin adalah Peter Jackson yang juga terkenal dengan produksi filmnya The Lord of the Rings. Dia juga pemilik perusahaan Weta Digital yang berbasis di New Zealand, dan perusahaannya inilah yang merecruit dan menjalankan semua proses animasi film Tintin. Salah satu animator yang berhasil direcruit oleh Weta adalah Rini Sugianto asal dari Indonesia.

Rini Sugianto lahir sebagai anak bungsu (punya satu kakak laki-laki) yang dibesarkan di Bandar Lampung. Dia melanjutkan pedidikan formalnya di Bogor dan Bandung. Rini lulusan SMA Regina Pacis Bogor dan lulusan Universitas Parahyangan jurusan arsitektur di Bandung.

Sebetulnya, Rini tidak pernah suka mengambar atau melukis pada masa kanak-anaknya, dia lebih focus ke dunia sport; tetapi memang dari kecilnya, Rini sering baca komik dan Tintin salah satunya. Setelah lulus Sarjana satu, Rini mulai bekerja dan di kantor tersebut dia harus belajar 3D presentation buat architecture. Dari situlah dia mulai suka dengan 3D. Pada akhirnya, Rini memutuskan untuk mendalami bidang animasi di Academy of Art University, jurusan animation di San Francisco, USA.

Seperti kita ketahui, banyak org tua yang ingin anaknya jadi dokter, insinyur, atau pekerjaan yang dianggap bergengsi di mata masyarakat. Pada awalnya orang tua Rini agak ragu dengan pilihan anaknya, tetapi mereka akhirnya percaya kalau anaknya bisa menjalankan apa yang disukainya. Mereka memberi Rini kebebasan untuk memilih pekerjaan yang disukainya.

Pada waktu Rini bekerja di LA setelah lulus kuliah, dia dengar kalau Weta Digital sedang mencari animator untuk film Tintin. Rini mencoba untuk apply dan mengirimkan portfolio (demoreel)nya, kemudian diinterview dan singkat cerita dia diterima dan mulailah Rini bergabung dengan team animasi film Tintin. Walaupun di dalam dunia yang digelutinya saat ini kebanyakan laki-laki, Rini berpendapat dunia animasi mempunyai peluang yang baik bagi wanita dan tentunya harus bisa bekerja dalam satu team (team work).

Beberapa animator yang Rini jadikan model di antaranya James Baxter dan Glen Keane. Kedua animator yang tidak asing lagi, kalau kita sering menonton film produksi Walt Disney. Di tahun mendatang, Rini masih ingin berkecimpung di dunia film dan bikin film animasi-animasi besar lainnya.

Untuk anak-anak muda yang sedang belajar dalam dunia cinema khususnya di bidang animasi, Rini kasih nasehat untuk sering sering minta masukan atau kritik dari orang orang yang ahli di bilangnya dan keep animating.

 

30 Comments to "Tintin dan Rini"

  1. Fidelis R. Situmorang  12 December, 2012 at 01:01

    Waktu kecil saya jatuh cinta pada cerita Tintin. Sekarang saya jatuh cinta pada Rini… Hehehe

  2. Alvina VB  18 March, 2012 at 00:59

    EA: Thanks buat infonya ttg Tintin di Afrika.
    Salam sejuk dari kota dingin yg semakin sejuk…eh hangat….

  3. EA.Inakawa  16 March, 2012 at 01:33

    Salut deh buat Rini yang ada dibalik suksesnya TINTIN …….
    @ Alvina VB : saya sudah bermukim di Madagascar & Congo……kedua negeri Africa ini mengclaim kisah TINTIN ini,berbagai karya seni TIN ( baki minuman – kotak pinsil – lukisan – ukiran – taplak meja dll ) TIN ada tersimpan dirumah mereka,salam sejuk

  4. Alvina VB  15 March, 2012 at 11:09

    Mbakyu Lani, tuch dah dijawab sama Rini langsung ya….

    Mumpung masih bicara ttg Animasi, numpang kampanye di sini ya (mumpung gak bayar, he..he…..).
    Ini buat anak Indonesia satu2nya yg masuk finalist Animania 2012,
    To Vote for Nicole Arletha’s Comic , Go to this link: http://www.animania.com.sg/
    click ‘”VOTE” lalu pilih YELLOW RANGER- Nicole Arletha Lukman
    Judul Comicnya: “White Feathers” page no 7
    Votingnya sampai tgl 31 Maret y.a.d.

    Thanks…..

  5. Lani  15 March, 2012 at 02:11

    23 HAND : halaaaaaah……mentri pertanian, ndak usah dirayu udah dikasih jawaban kok…….tp aku mmg se77777 sama RINI………NZ mmg cantikkkkkkkk…….klu yg suka sama alam disanalah dunianya………..

  6. Lani  15 March, 2012 at 02:10

    21 RINI : salam kenal…….selamat gabung di Baltyra……jd di WELLINGTON? aku se77777….mmg NZ top markotop! dl masuk academy of art dikota SF?????? krn aku banyak teman kul disana……

    aku baru saja keliling south dan north ke AUCK……udah coba bungee jumping belon? itu AJ Hacket????? ditunggu artikel selanjutnya ya………….

    ngomong2 ada gawe apalagi utk film berikutnya????? tentunya animasi ya? aku jatuh cinta sama NZ sejak nonton Lord of the ring

  7. Peony  14 March, 2012 at 09:10

    Alvina, thanks for sharing

    Rini, salam kenal ya terima kasih sudah bikin kami orang Indonesia bangga

  8. Handoko Widagdo  14 March, 2012 at 07:42

    Hayo…Lani yang mau pindah ke NZ merayu Rini untuk dapat info…

  9. rini  14 March, 2012 at 05:16

    sebelumnya makasih ya buat comment nya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.