Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Locavore

Wednesday, 14 March 2012

Viewed 1923 times, 1 times today | 60 Comments |

Handoko Widagdo – Solo

 

Carnivore adalah pemakan binatang; herbivore adalah pemakan tumbuhan; omnivore adalah pemakan segala; locavore? Istilah locavore adalah istilah yang asing bagi kebanyakan orang. Locavore, apa artinya?

Locavore adalah istilah yang dipakai untuk mereka yang mengonsumsi bahan-bahan local. Menurut Wikipedia, istilah locavore diperkenalkan oleh Jessica Prentice pada perayaan World Environment Day, 2005. Istilah ini menjadi istilah yang sangat populer pada tahun 2007. Locavore menjadi gerakan yang cukup bergaung di Amerika dan Eropa.

Di Indonesia, locavore hanya berkumandang di kalangan aktivis pertanian organic.

Mengapa locavore?

Locavore adalah cara sederhana dan mikro, yang jika dikerjakan oleh banyak orang, akan menjadi gerakan yang menyumbang pengurangan pemanasan global. Bagaimana bisa? Jika kebanyakan dari kita bersedia memakan bahan makanan yang dihasilkan di sekitar kita, maka energi yang dibutuhkan untuk makanan akan menjadi sangat rendah. Sebab produk lokal tidak memerlukan banyak energi (bahan bakar minyak) untuk sampai ke piring kira. Sebagai contoh, seorang yang tinggal di Solo dan memakan sebuah srikaya yang ditanam di depan rumah sendiri, mengkonsumsi energi yang lebih rendah daripada kalau dia memakan sebuah apel Washington.

Memakan bahan makanan dari sekitar anda, juga bermanfaat untuk mengontrol kualitas bahan makanan tersebut. Kita bisa memilih bahan makanan yang sehat dan segar. Sehat, karena kita bisa mengetahui cara tanam bahan makanan tersebut. Kita bisa menghindari residu bahan kimia yang terlalu banyak pada bahan makanan kita. Sehat juga berarti bahan yang kita makan tidak mengandung bahan pengawet yang dibutuhkan selama bahan makanan tersebut disimpan, didistribusikan dan dipasarkan. Segar, karena bahan tersebut ditanam di sekitar kita, maka kita bisa menikmatinya dengan lebih segar.

 

Bagaimana caranya menjadi locavore?

Tidak mudah menjadi locavore, khususnya di dunia dimana image masih menjadi raja. Kiwi New Zealand, Nectarine Australia, Apple Washington yang menghiasi meja makan kita kelihatan lebih keren dibanding Jeruk Karo, Manggis Bogor dan Srikaya local. Pertama-tama untuk menjadi seorang locavore harus tega meninggalkan cara pandang yang demikian.

Berikutnya, ada langkah-langkah sederhana supaya anda bisa mulai untuk menjadi seorang locavore, atau setidaknya mendukung gerakan ini. Tidak harus menjadi 100% locavore.

Tanam buah-buahan dan sayuran

Tanam sendiri buah dan sayur di halaman rumah anda sebisa mungkin. Dengan menanam buah-buahan dan sayuran yang anda konsumsi sendiri, maka anda sudah membuat langkah besar untuk menjadi seorang locavore.

Dengan halaman rumah 1.5 X 13 meter saya bisa menyediakan 10% dari buah dan sayur yang dikonsumsi oleh keluarga saya. Berikut contoh-contoh bertanam buah di kebun sendiri:

http://baltyra.com/2012/03/02/panen-rambutan/

http://baltyra.com/2012/02/27/srikaya-china-di-depan-rumah/

http://baltyra.com/2011/05/16/buah-naga-di-depan-rumah/

 

Beli bahan-bahan makanan sehari-hari di warung lokal atau pasar tradisional

Warung-warung lokal biasanya hanya menyediakan bahan-bahan makanan yang diproduksi secara lokal. Demikian pula dengan pasar tradisional. Oleh sebab itu berbelanja bahan makanan dari warung lokal atau pasar tradisional telah membuat anda melangkah menjadi seorang locavore.

 

Kunjungi pertanian terdekat dan beli bahan langsung dari petani setempat

Cara ini belum terlalu lazim di Indonesia. Berbelanja langsung ke kebun petani masih sangat jarang terjadi. Padahal cara ini bisa menghemat dan mendapatkan produk yang lebih segar. Akan sangat bagus apabila kita bisa menjalin kerjasama dengan petani di sekitar pemukiman kita untuk menyediakan bahan makanan yang kita butuhkan.

Ini adalah contoh bagaimana kita bisa menikmati wisata sambil menjadi locavore: http://baltyra.com/2011/06/06/panen-strawberry/

 

Beli produk lokal di Supermarket

Jika harus membeli bahan makanan dari super market, pilih produk lokal. Tak bisa dipungkiri bahwa supermarket adalah sumber utama bahan makanan bagi kebanyakan kita yang hidup di perkotaan. Jadi, jika anda dan saya adalah bagian dari spesies Homo supermarketis dianjurkan untuk memilih produk bahan makanan lokal.

Seringkali langkah kecil yang kita lakukan memberi manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan bumi dan umat manusia yang menumpang di atasnya.

 

Share This Post

Posted by Wednesday, 14 March 2012 on 10:05.

Categories: Agriculture. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

60 Responses to “Locavore”

Pages: « 6 5 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    Lani Says:

    HAND : nambah satu lagi HIDUP (CALON MENDATANG) MENTERI PERTANIAN INDONESIA……sement ini sdh menyandang gelar mentri pertanian BALTYRA…….

  2. 19
    Lani Says:

    8 SU : aku tersinggung…..binti tersungging……..krn pasanganku bukan LOCAVORE…….hehehe…..mungkin ini satu2nya yg tdk bs di locavore…….krn tiap org punya selera sendiri2

  3. 18
    Lani Says:

    EL-NANO-NANO : daun KATUK, jd ingat disayur benin wuenaaaaaaaak banget

  4. 17
    Lani Says:

    HAND : LOCAVORE…….nama yg indah, tp susah utk dilaksanakan terutama buatku…..
    Ndak duwe kebun gimana mo menanam? Lagian aku ndak suka berkebun/ngubeg2 tanah.
    Tp klu membeli dr petani lokal aku plg suka, makanya tiap ada farmers market aku plg semangat, krn semua produk adl hasil petani sendiri, nilai plus nya kebanyakan hasilnya organic.
    Apa yg dijual di farmers market sll mengundang selera utk membeli, krn kesegarannya.

  5. 16
    Mawar09 Says:

    Pak Han : terima kasih ya artikelnya. Saya dan suami adalah locavore karena selalu membeli produk petani lokal. Bulan Mei nanti malah saya dan teman akan mengelolah sebidang tanah untuk ditanaman semua jenis sayuran untuk keperluan kami. Kami hanya membayar $20.- per tahun (dari Mei sampai akhir October), cuma harus bawa air sendiri. Rencana sih mau mengolah sebidang tanah ditempat yg berbeda dgn ukuran lebih kecil dan cuma bayar $10.- dan ada air sumur yg bisa digunakan utk menyirami tanaman bila diperlukan, tinggal pagari saja. Nanti kalau sudah mulai akan saya share disini. Buy fresh buy local !! Salam!

  6. 15
    Kornelya Says:

    Pa Handoko, disini Locavore mampu menurunkan harga bahan pangan di supermarket setempat. Kantor desa bekerja sama dengan univ Cornell, memberi penyuluhan gratis, mengenai kwalitas tanah, pemilihan bibit dan pemeliharaan. Pemerintah menyediakan tempat gratis untuk farmer market ditempat-tempat strategis. Bahkan pemilik tanaman bisa menjual dengan system PYO (Pick your own) andalkan kejujuran pembeli, tinggal siapkan timbangan dan kotak uang, tidak perlu ditungguin. Juli s/d Oktober kami tidak membeli sayur penghematan yg sangat signifikan bahkan masih sempat dibagikan ke saudara dan tetangga. Bagi saya, bertani adalah kegiatan yang memberi kepuasan bathin, layaknya yoga. Salam.

  7. 14
    Dj. Says:

    Mas Handoko….
    Matur Nuwun mas….
    Lha kalau kami harus makan Jeruk Karo, Manggis Bogor, duren Medan, apfel Malang dan Srikaya local.
    Kalau adapun, kantong Dj. akan jebol, karena pasti akan sangat mahal ditransport…..
    Tapi bagi orang Indnesia, himbauan mas Handoko, perlu di teladani….
    Semoga banya masyarakat Indonesia yang makin sadar akan lingkungan.

    Okay…
    Dj. nyanyi dengan iringan gitar sendiri… ( Lagunya ibu SUD, kalau tidak salah )

    Ayo kawan kita berkebun, menanam jagung di kebun kita
    Ambil cangkulmu ambil pangkurmu, kita bekerja tak jemu-jemu
    Cangkul cangkul cangkul yang dalam, tanah yang longgar jagung kutanam

    Tanam srikaya…supaya kaya….
    Tanam manggis, jangan menangis…
    Menanam jambu, dengan mas Anoew…
    Mana yu Lani… mana mbak Dewi…
    Yang sudrun taunya Mei…..!!!
    Hahahahahahaha….!!!

    Wis ah….
    Salam manis untuk keluarga di Solo.

  8. 13
    elnino Says:

    Wah, artikel saya ikut mejeng. Makasih pak
    Selain rambutan, saya juga tanam jambu klutuk, blimbing wuluh, salam koja, katuk, daun mangkokan (belum pernah coba makan), daun cincau, alpukat n mangga (tapi dua2nya belum berbuah nih….

    Pengen banget tanam cabe rawit, selalu gak berhasil sampai berbuah karena masih daun aja sudah dibabat sama tikus wirog. Nggragas bener

  9. 12
    Handoko Widagdo Says:

    PASPEMPERS, setahu saya banyak yang local di Geylang.

  10. 11
    Handoko Widagdo Says:

    Wah sudah 10 comment, sementara saya sedang menemani Mbakyu Nu2K untuk jalan-jalan di Solo (dan terpaksa tidak menjadi locavore).

Pages: « 6 5 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)