Purnama Pertama tuk Kekasih Bathinku

Indriati See – Jerman

 

Asmaramu datang di akhir senja
ketika dingin membalut raga
dimana serpih-serpih salju cantik bertebaran di udara
di saat rasa hati tak semanis madu
dan sukma ini sendiri selalu
.
Tiada saat tanpa tawa dan canda
hati inipun perlahan manis oleh cinta
menemani sukma di kala sendiri
menghangatkan ketika dingin menyelimuti
Smaradahanapun membara
.
Cinta menguasai raga dan hati
menggebu seirama denyut nadi
saling mengisi ketika relung hati sendiri
“aku sayang padamu”; ucapmu lembut berkali-kali
“kau cintaku sayang tuk yang terakhir kali”
.
Pintamu: “peliharalah cinta kita”
“selama sukma menemani raga”; janji kita
oh … hangatnya sayang, lembutnya kasih, indahnya cinta
semipun perlahan-lahan tiba
pekikan cinta penghuni alam membahana
.
Kekasih bathinku …
tataplah purnama
bagai lentera di angkasa
bercahaya keemasan bak logam mulia
setia menemani kita melewati waktu
… di usia senja

Hofheim im Ried, 10 Maret 2012

 

Sumber Gambar: http://www.hiddenhistoryhumanity.com/German/Nazi%20Essay%20Images/fullmoon.jpeg

 

22 Comments to "Purnama Pertama tuk Kekasih Bathinku"

  1. Indriati See  19 March, 2012 at 21:29

    @Hallo Itsmi

    Pantasan saja saya bisa membuat puisi seperti diatas, ini gara-gara saranmu itu ya harus minum dopamine secara teratur hahaha

    Met menjalankan minggu yang baru dengan penuh cinta

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.