Tangisan Rumah Tuhan

El Hida

 

Rumah Tuhan berkilapan berpijaran penuh cahaya dari alam
Rumah Tuhan kesepian dalam takbir yang rentan dan tak beraturan

Samping kamarku, Rumah Tuhan sendirian kedinginan kepanasan
Dekat tempat tidurku, Rumah Tuhan terbaring tak bernyawa dan kebisuan

Aku mencari, Rumah Tuhan berpijar oleh tasbih dan tahmid tak berkesudahan
Aku temukan, Rumah Tuhan nelangsa bahkan menangis disebab hilang kesadaran

Rumah Tuhan, terkulai saat adzan dikumandangkan
Rumah Tuhan, berdiri lunglai dan kian dilupakan

Dalam rumahku, Tuhan tertidur dan bermimpi tentang masa depan
Palung ruangku, Tuhan sekarat dan disudah terabaikan

Aku menanti, Rumah Tuhan bertiang ketawadluan dan keikhlasan
Bukan untuk uang yang dituhankan, Rumah Tuhan dibangunkan

Rumah Tuhan, tak terbangunkan saat tahrim didendangkan
Rumah Tuhan, terlelap dalam bising tahlilan fajar yang didzikirkan

elhida
080312

 

12 Comments to "Tangisan Rumah Tuhan"

  1. J C  19 March, 2012 at 09:53

    Hhhhmmmm…walaupun agak gak mudheng…untaian katanya indah…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *