Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Khas Semarang Peranakan (3): Siomay ala Pawon Peony

Monday, 19 March 2012

Viewed 1958 times, 1 times today | 68 Comments |

Peony – Serpong


Dear Sahabat Baltyra di manapun berada…

Semoga semuanya selalu dalam lindungan Tuhan YME ya…

Melanjutkan sharing Peony untuk menu-menu istimewa khas Semarang Peranakan, kali ini Peony mau sajikan salah satu camilan favoritku… Siomay... tentu nya ala Pawon Peony

Langsung aja yukkk… siapkan…

1) 250 gr udang cincang
2) 250 gr daging paha ayam cincang
3) 75 gr bengkuang, potong dadu kecil
4) 150 gr jamur kuping segar, cincang kasar
5) 50 gr wortel, potong dadu kecil
6) 2 batang daun bawang, iris tipis-tipis
7) 100 gr tepung sagu tani
8) 5 sdm gula pasir
9) 1 sdm garam (sesuai selera, bisa dikurangi)
10) 1 sdm kecap ikan
11) 4 sdm minyak wijen
12) 1 butir telur ayam, kocok lepas
13) 2 sdm angciu (boleh tidak dipakai)
14) 5 sdm parutan wortel
15) ±25 lembar kulit pangsit/siomay siap pakai

Kemudian…

•Campur semua bahan (No. 1-13), aduk-aduk hingga rata.
•Panaskan kukusan (steamer), bungkus tutupnya dengan kain bersih (biar uap air-nya tidak menetes ke makanan yang dikukus).
•Bentuk siomay: 1 sendok adonan isi siomay diletakkan ditengah-tengah 1 lembar kulit, bungkus menyerupai pundi uang, beri sejumput parutan wortel. Lakukan sampai seluruh adonan habis.
•Susun siomay dalam kukusan, kukus hingga siomay matang.
•Siap disajikan dengan ’sambal bangkok’.

Tips:
  • Jika menggunakan kukusan stainless steel, dasar kukusan tidak perlu dilapisi/diolesi apapun, yang penting dasar kukusan benar-benar bersih, siomay akan mudah diangkat saat matang.
  • Jika menggunakan kukusan plastik, maaf tidak ada pengalaman.
  • Gunakan daging paha ayam karena lebih gurih
  • Oleskan minyak sayur pada kulit siomay agar tidak kering (ini tips dari Imeii, thanks a lot Imeii)

OK, seperti biasa dan selalu, menu ala Pawon Peony, guampangggg dan praktis… dan tentunya… uenakkk lho.. jadi.. selamat mencoba ya.. semoga cocok dengan selera.

Ohya resep ini sebenernya sih udah pernah tayang di rumah tetangga jaman baheula, tapi mungkin ada juga Sahabat Baltyra yang belom membacanya khan..

Selalu memasak dengan sepenuh hati, Peony…Dear Redaksi Baltyra.com… terima kasih banyak ya.. juga buat Sahabat Baltyra, terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu membaca sajian ala Pawonku… Pawon Peony (http://pawonpeony.blogspot.com/)

 

Share This Post

Posted by Monday, 19 March 2012 on 08:25.

Categories: Recipe. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

68 Responses to “Khas Semarang Peranakan (3): Siomay ala Pawon Peony”

Pages: [7] 6 5 4 3 2 1 »

  1. 68
    Peony Says:

    Dear Ci Lani… iya Ci… apapun “lakon” hidup yang sedang kita jalani sekarang memang harus kita nikmati…. biar berasa lebih enteng buat ngejalaninya…

    take care Cici

  2. 67
    Peony Says:

    Dear Mawar, terima kasih ya sudah mampir dan juga buat apresiasinya

    kalau aku bikin seringnya daging ayamnya kucampur dengan daging babi, tapi dikasih daging ikan pasti enak juga ya

    met nyobain siomay versiku ya… salam masak juga

  3. 66
    Lani Says:

    PEO : perjalanan hidupku banyak berubah, salah satunya hobby masakku jd telantar, krn kesibukan yg aujubillah…….ke-ponthal2….kerja lari sana sini….oleh krn nya baru masuk dapur…….hehehe dapur lagi yg dibicarakan……sekalian masak yg macam2 dan disimpan di freezer……..

    tp kdg badan udah mo ambrollllllll…….jd ya tepar menggeletak dikasur……capaiiiiii banget……tp aku nikmati saja…..nek dipikiri banget2 malah stress……….

  4. 65
    Mawar09 Says:

    Peony : terima kasih ya sudah berbagi resepnya disini. Kalau lagi rajin saya juga suka bikin, biasanya saya tambahkan dengan sedikit daging ikan dan bikin yang banyak sekaligus jadi bisa di simpan di freezer. Ingin coba resep versimu . Salam masak !!

  5. 64
    Peony Says:

    Sama-sama Hennie

    selamat mencoba ya..

  6. 63
    HennieTriana Oberst Says:

    Oh benar juga ya. Terima kasih sekali lagi penjelasannya, Peony.

  7. 62
    Peony Says:

    Hennie, kulit siomay nya tidak perlu diberi perekat tambahan karena isian nya kan sudah mengandung telur, jadi sudah melekat sendiri, tinggal tekan-tekan saja kulitnya perlahan.

    Terima kasih juga Hennie.

  8. 61
    HennieTriana Oberst Says:

    Peony, merekatkan kulit siomaynya pakai telur atau air? Makasih ya.

Pages: [7] 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)