Karena aku beda dengannya (Pelaporan Pajak 2012)

Peony – Serpong


Dear Sahabat Baltyra di manapun berada…

Semoga semuanya selalu dalam lindungan Tuhan YME ya…

Kali ini Peony gak berbagi menu di Baltyra… tapi mau berbagi ke-galau-an dan pengalamanku saat pelaporan pajak penghasilanku tahun ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak Peony punya NPWP sendiri… setiap awal Maret, Peony punya ritual tahunan, yaitu mengisi SPT tahunan berdasarkan form 1721-A yang Peony dapatkan dari kantor tempat Peony kerja.

Nah…karena Juli 2011 lalu Peony “pindah” kantor… maka untuk pengisian SPT 2011 tersebut Peony punya 2 lembar form 1721-A sebagai dasar pengisiannya.

Dengan modal mantap, dan kedua form tersebut di tangan, Peony langsung mulai memasukkan satu per satu angka-angka dari form 1721-A ke form SPT 1770S (ohya, formulir ini digunakan untuk pelaporan PPh bagi Wajib Pajak yang menerima penghasilan dari 1 pemberi kerja ya)…

Setelah selesai memasukkan semua angka-angka yang diperlukan…. voila…. hikz…. kok saya kurang bayar PPh sih…. whuaaaaa mana jumlahnya guedeeee pisannnn…. abis dah tabunganku berbulan-bulan…

Mendadak galau deh jadinya…. bolak-balik Peony cek lagi satu per satu angka yang barusan Peony masukkan… dan berulang-ulang pula hasilnya sama… KURANG BAYAR…

Perlu 4 hari buat Peony merenung, mencari jawaban dari teman dan internet, juga untuk Peony mencoba berpikir… tindakan apa yang harus Peony lakukan… dengan opsi yang ada saat itu adalah…

1. lunasi saja kekurangan pembayaran pajaknya dan laporkan SPT dengan melampirkan SSP pelunasannya

2. laporkan saja pemotongan Pajak dari salah satu kantor saja, dan “gelapkan” yang satunya (usul dari temenku)

3. laporkan semuanya, tapi “pura-pura gak tau kalau pajak kurang bayar” dan masukkan SPT nya di dropbox dalam amplop tertutup.

Peony tau sih… tindakan yang benar dan tepat hanya memilih opsi No.1… tapi kok “berat” ya…. karena kebayang tuh… Peony lunasi pajakku trus uangnya ditilep deh sama temen-temen se-club nya Gayus… nah kalau begini kan nanti slogannya jadi… “orang bijak taat pajak tapi kismin mendadak“…

Opsi ke 2 dan ke 3 adalah opsi yang sama sekali tidak benar dan juga melanggar hukum…

Opsi No.2 masuk dalam kategori penggelapan pajak (setidaknya dalam pemikiran Peony) dan ancaman denda nya cukup besar, 200% dan jika ini dilakukan bukan kali pertama maka ancaman pidana menanti di depan mata (kalau Peony gak salah baca).

Opsi No. 3, akan menimbulkan denda juga saat diketemukan oleh petugas pajak, hanya denda nya lebih ringan yaitu 2% x nilai pajak terhutang x sekian bulan (saat kurang bayar ini ditemukan, tapi katanya sih maksimal 48 bulan saja).

Hmmphh… akhirnya dengan mencoba berbesar hati…. Peony memutuskan….. tidak mau menambah masalah… dan karena kalau Peony ambil opsi No. 2 dan No. 3 maka Peony akan sama seperti Gayus dan club nya itu… sama-sama “penjahat pajak” dan Peony gak mau itu… karena aku beda dengannya tho..  jadi Peony ambil saja opsi No.1

Setelah ijin ke atasan di kantor, Peony segera pergi ke kantor pajak terdekat, mengambil formulir SSP (Surat Setoran Pajak) dan mencari AR sesuai wilayah domisili Peony, untuk menanyakan bagaimana mengisi SSP yang benar.

Setelah SSP diisi, Peony segera meluncur ke bank penerima setoran pajak terdekat dan gak pake lama… gak sampe 30 menit… terbayar lunas lah pajak terhutangku…

Setelah form SSP dengan stempel lunas ada digenggaman… Peony segera menuntaskan pengisian form 1770S dan melampirkan semua dokumen yang diperlukan termasuk halaman 3 dari SSP itu, dan kembali Peony mengunjungi kantor pajak untuk menyerahkan SPTku…

Kembali kejutan Peony temui…. hikz…. antriannya puanjaannnggggggg benerrrrr sih…. Peony dapat No. urut 325, padahal baru pk. 11:30an…..

OK… mau gak mau… Peony mesti duduk manis mengantri yang mana sempet pelayanan penerimaan SPT sempat dihentikan sementara untuk jam istirahat makan siang para petugas nya dan pintu pelayanan kembali dibuka 1 jam kemudian…

Tunggu punya tunggu… akhir… “No. 325” panggil Pak Satpam yang bertugas ganda sebagai announcer hari ini…

Gak pake lama… Peony segera menuju counter yang disediakan dan langsung Peony serahkan berkas SPT 2011 nya…

Mbak Petugas Pajak yang ramah (meski Peony tahu persis beliau sudah cukup lelah… ) dengan teliti memeriksa berkas SPT 2011 yang Peony laporkan…(karena kebetulan Peony menyerahkan SPT di KPP sesuai domisili Peony jadi bisa diperiksa langsung).

“OK, semua lengkap ya Bu” pernyataan Mbak Petugas Pajak yang melegakan sekali… Mak plong deh…

Sebagai bukti Peony sudah melaporkan pajak, Peony diberi tanda-terima yang wajib Peony simpan dan gak boleh hilang sebagai bukti jika sewaktu-waktu diadakan pemeriksaan atas pajak Peony.

Dengan digenggamnya tanda terima SPT tersebut… selesai sudah perjuangan Peony tahun ini… dan kembali bisa bobo dengan nyenyak lah sepanjang tahun ini….

Nah… itulah pengalaman Peony… bagaimana dengan Sahabat Baltyra sekalian? Sudahkah anda menyampaikan SPT 2011 anda? Ingat lho, batas akhir penyerahannya (kalau gak mau didenda)… tanggal 31 Maret 2012.

Oiya, FYI, hari Sabtu tanggal 31 Maret 2012 ini KPP akan operasional guna memberi kesempatan para WP untuk menunaikan kewajibannya.

OK, sekian sharing Peony, semoga ada manfaat buat Sahabat Baltyra sekalian…

Terima kasih ya sudah membaca sharing-ku…

dan buat Admin, terima kasih ya sudah menayangkannya…

 

59 Comments to "Karena aku beda dengannya (Pelaporan Pajak 2012)"

  1. Peony  28 March, 2012 at 10:22

    Ci Lani.. alasanku ambil jurusan HI juga agak mirip dg Ci Lani… cari yang lain dari kebanyakan teman-temanku, dan kalau skripsinya aku ambil mengenai Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia

    Padahal kalau dilihat dari nilai akademis, aku kuatnya di Hukum Acara Perdata/Pidana dan Hukum Islam

    Bahkan dosen hukum acara (lupa deh itu Bapak dulu dosen perdata atau pidana ya) sampe bujukin agar aku ambil jurusan dia aja, dan dia janjiin akan bantuin aku bikin skripsi (cariin topik dan bahan penelitian)… tapi aku tolak lah, karena “no free lunch” khan
    daripada setelah dibantuin trus mesti bayar “hutang budi” kan repottttt

  2. Lani  27 March, 2012 at 07:24

    57 PEO : ok, alasanku ambil jur international krn mmg aku suka pd sesuatu yg nyleneh….berbeda……mmg kdg mbalelo ndak ingin ikut arus……..klu kamu, alasannya apa kok ambil jur itu hayooooooo?

    lagian aku jg skripsinya aneh, ambil angkasa…..ttg geo orbit…….

  3. Peony  24 March, 2012 at 08:37

    Ci Lani lha itu dirimu jg ambil jurusan hukum internasional

    Kalo boleh tau alasan nya apa Ci?

  4. Peony  24 March, 2012 at 08:35

    Dear Kornelya, terima kasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    Peony berani isi laporan pajak sendiri krn kebetulan formulir untuk karyawan macam Peony ini sangat sederhana tidak perlu pake hitung-hitung lagi
    Tapi kalau ada hitung-hitungan rumit ya, Peony jg pasti pake konsultan cari aman

  5. Lani  24 March, 2012 at 08:16

    PEO : klu mau belajar tentunya pasti bisa, cm krn aturan pajak tiap tahun sll ganti……..utk menghindari korupsi, jd lbh baik serahkan pd ahlinya tinggal bayar beres dan bener……..

    iya baru tau klu kamu ambil jur internasional……….biasanya kan pidana, perdata…….

  6. Kornelya  23 March, 2012 at 22:55

    Wouw, Peony hebat, berani susun SPT sendiri. Aku pernah buat laporan sendiri untuk joint report dgn bojoku, tetapi kok ngga PD, ngutang lagi, akhirnya pakai akuntan, bayar $250,- tetapi ditangan akuntan kami malah dapat restitusi yg significan. Salam.

  7. Peony  23 March, 2012 at 17:14

    Dear Mawar, makasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    ayo latihan ngisi pelaporan pajak disana trus nanti crita ya seribet apakah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.