Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (2)

Lani – Kona, Hawaii

 

Kami tinggalkan komplek pertokoan, meluncur ke Christchurch Botanical Garden.

Taman seluas 2 hektar, dibagi-bagi lokasi seperti rose garden, sungai yang bisa dilewati oleh perahu semacam gondola, aku tidak tahu apakah perahu itu bisa disewa atau layanan gratis untuk pengunjung, sempat melihat perahu dengan si pendayung melenggang di sungai dengan para penumpangnya, banyak aneka pepohonan yang diberi nama, taman bermain buat anak-anak, taman bunga dengan bunga yang beraneka ragam, jenis serta warnanya semuanya bermekaran sangat indah dipandang mata, ada air mancur dipagar melingkar dengan patung air mancur bersusun di tengahnya.

(4) penulis di depan pintu masuk Christchurch Botanical Garden. Di latar belakang ada café

(5) penulis dengan latar belakang sungai dan perahu yang sedang melenggang di sungai, terlihat beberapa ekor bebek berenang.

(6) bunga lily brintik berwarna oranye Alvina

(7) bunga apakah ini? Soka?

(8) segerombolan bunga, tidak tahu namanya, karena lupa dicatat

(9) indah bukan, apakah Dahlia? Ada bermacam warna

(10) bercak-bercak merah di dasar warna kuning, siapa tahu namanya….

(11) 3 kombinasi warna

(12) Dahlia warna oranye dan kuning

(13) mas DJ, bunga apakah ini? Ada beberapa warna seperti terlihat di bawah.

(14) – (17)

(18) penulis dengan latar belakang patung sedang duduk, nama dan sejarahnya tertulis di bawahnya, akan tetapi lupa untuk mencatat.

(19) penulis dengan latar belakang air mancur yang dipagari melingkar, di tengahnya ada patung air mancur bersusun

(20) papan yang dipasang di pintu masuk rose garden

(21) pink rose buat mbak Clara

(22) this is for my partner who loves yellow roses…..

(23) segerombolan mawar merah buat DA

(24) untuk Mawar yang di East Coast

(25) kuncup mawar, yang ini buat mbak Nuk

(26) yang ini buat El-nano-nano

(27) mawar brintik buat Hennie

(28) sama berbeda warna sama-sama cantiknya…..semut ikut nylempit…..buat SU

(29) buat miss ngaing-ngaing……di kota Singa

(30) kukirimkan buat Ayla

(31) pink roses buat Kornelya……

(32) bebek di tepi kolam sedang leyeh-leyeh….kang Anuuuuu kebagian bebek…silahkan kalau mau dipanggang……Yang tidak kebagian bunga, ya silahkan dinikmati semuanya…..

(33) penulis kakinya gempor sedang beristirahat di atas kursi Dinosaurus di taman bermain untuk anak-anak.

Hampir 3 jam kami berputar, berkeliling taman, cuaca cerah, matahari bersinar akan tetapi temperature agak dingin.

Kami tinggalkan taman, dengan tujuan supermarket, kami belanja untuk makan malam. Pertama mampir di supermarket milik orang Korea, di toko ini dijual aneka bumbu, dari berbagai negara, kebanyakan makanan Korea, Jepang, Thai, Vietnam, Philippines, walau tidak disebutkan Indonesia, akan tetapi ada kecap ABC, bumbu Kokita, bermacam bakmi kering/basah, bakso babi, sapi, dan ikan.

Kalau sayuran agak lumayan lengkap, di lemari frozen ada cabai rawit akan tetapi dengan bungkus besar, 1 kg NZ $ 20.00, cabai merah 100 gram $ NZ 10.00, bermacam-macam tahu. Sayur mayur yang tidak ditanam lokal harganya amit-amit mahal sekali. Keluar dari supermarket Korea, kami menuju supermarket lain, di bagian makanan Asia, aku temukan aneka macam krupuk, sambal botol, kecap, bikinan/impor dari negeri Belanda, Indomie berbagai macam rasa, berbagai macam bumbu instant merk Kokita. Aku temukan tempe, ketika melihat harga tidak jadi beli, karena sekotak dengan berat kurang lebih 300 gram harganya hampir $ NZ 7.00, walau kemecer dan kecewa, dengan berat hati mataku kupejamkan tidak menengok ke tempe lagi hahaha……

Malam ini aku yang kebagian memasak, aku bikin yang gampang saja bakmi goreng, campur dadar telur, bakso sapi, udang, dan sayur mayur. Aku membeli bumbu instant nasi goreng, untuk digunakan di hari lain.

Keluar dari supermarket, aku melihat restoran cepat saji ala Chinese di sana dijual krupuk aci yang berwarna-warni hijau, putih dan merah muda, aku beli seplastik harganya $ NZ 3.00. Ternyata my partner sangat menyukai krupuk aci ini, tak menyangka……

Setelah mendapatkan semua bahan-bahan yang akan dimasak, bumbu-bumbu kami segera meluncur pulang.

Sampai rumah aku langsung masuk dapur, mempersiapkan semuanya, dalam tempo hampir 2 jam sudah terhidang bakmi goreng dengan baunya yang sangat sedaaaaaap….

Sengaja aku memasak agak banyak, sisanya untuk makan siang keesokan harinya.

Meja makan aku tata, setelah siap aku undang my partner untuk segera memulai makan malam. Dikatakannya enak dan wuenaaaak…..

Kepuasan tukang masak kalau dipuji masakannya enak, dinikmati dengan penuh suka cita, ludesssssss tanpa sisa.

Tidak sia-sia mengeluarkan tenaga untuk menyiapkannya.

Perut kenyang bikin mata ngantuk, sambil menunggu my partner mencuci gerabah, aku sempatkan cek email dan berselancar di Baltyra sambil ber-haha hihi sendirian persis ketek ditulup. Mata yang tinggal 5 watt mak- byaaaaaar kembali…….

Setelah my partner selesai mencuci gerabah, kami keluar untuk jalan kaki mengelilingi perumahan yang berbeda, di luar agak dingin, aku mengenakan baju hangat, sempat ditertawakan olehnya. Karena menurutnya udara tidak dingin.

Tanggal 2 February 2012 : hari ini kami kembali ke Christchurch Botanical garden, karena my partner ingin mengambil foto burung dara liar.

Kami beruntung melihat burung dara liar, badannya agak besar dibanding dengan burung dara yang kita lihat di Indonesia, warna bulunya abu-abu, dengan diseling putih, abu-abu, hitam dan patuknya merah, dalam bahasa Maori disebut KERERU, silahkan dinikmati fotonya.

(34) KERERU burung dara liar asal New Zealand

(35)

Setelah dari Botanical garden, kami kembali ke rumah. Kemudian aku telpon wanita asal New Zealand yang aku temui ketika membeli koper di toko tempat aku bekerja. Seperti biasanya, tiap turis aku tanyai asalnya darimana. Sebut saja D, mengatakan asal Christchurch, kebetulan aku akan berkunjung ke kota yang sama, langsung aku ajak berkenalan, tukar email address dan berjanji untuk saling kontak.

Akhirnya siang ini kami ketemu, D menjemputku aku dibawa keklinik pijat di tempat dia bekerja, baru tahu kalau dia tukang pijat. Aku dipijat selama hampir sejam gratis, bak mendapatkan durian runtuh, selesai dipijat masih diajak makan siang, sambil mengobrol dan saling mengenal lebih jauh. D, wanita berusia sekitar 60-an, ramah, suka ngobrol dan cerita, menikah tanpa anak. Aku bawakan oleh-oleh Kona coffee dan coklat macadamia nut, dia senang sekali menerimanya, sepertinya pucuk dicinta ulam tiba, menurutnya dia ingin email dan ingin dibelikan kopi, tapi ternyata saat itu aku sudah terbang dalam perjalanan ke New Zealand.

Pertemuan yang sangat menyenangkan, sebelum berpisah kami berjanji untuk saling menjalin kontak. Setelah makan siang, aku diantar balik ke rumah my partner, yang ternyata tidak jauh dari rumah D, kurang lebih 4 km.

Sesampainya di rumah, aku ditanya olehnya bagaimana rasanya dipijat gratis? Jawabanku sambil senyum akhirnya ngakak-ngakak……..jelas senang…. ya iyalah, jawabannya mengangguk-angguk, mengiyakan dan setuju. Karena pijat bukan sesuatu yang murah.

Sore hari ini kami mengunjungi mamanya di panti manula, saat dikunjungi mereka sedang berkumpul di ruang istirahat yang digunakan untuk ruang makan dan untuk main games.

Ada beberapa pegawai menyiapkan permainan, kursi diatur melingkar semua yang tinggal di tempat ini aku taksir berusia 80+ bahkan aku yakin ada yang 90 atau 100. Karena ada beberapa yang sudah tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan.

Aku dikenalkan ke mamanya, bicaranya sangat lirih tiap kali anaknya harus menempelkan kuping ke mulut mamanya agar bisa mendengar apa yang disampaikan.

Kunjungan kira-kira 45 menit, kemudian kami pamit pulang, aku salami, sambil mengatakan: nice to meet you……see you later…..dibalas dengan senyuman……

Dalam perjalanan pulang aku sempat berhenti di beberapa tempat untuk mengambil foto-foto akibat gempa di Christchurch yang terjadi sejak setahun yang lalu.

(36) salah satu gereja Katolik yang rusak karena diterjang gempa

(37) gereja yang sama diambil dari sisi berbeda

(38) papan pengumuman di depan gereja

(39) salah satu gedung perkantoran yang rusak, akan tetapi masih bisa diselamatkan

(40) rambu-rambu masih terlihat di jalanan, di depan terlihat dipagari karena komplek gedung yang rusak.

(41) jalanan ditutup tidak boleh dilewati kendaraan karena berbahaya

(42) komplek pertokoan yang telah ditinggalkan penghuninya karena rusak

Selesai mengambil foto-foto kami meluncur ke warung fish & chips menurut my partner paling terkenal enak, murah meriah. Ternyata memang benar adanya, murah dan sangat generous, mendapatkan 2 lempeng ikan goreng tepung segede telapak tangan buto hehehe…..ketela rambat dibikin French fries, orang New Zealand menyebut chips. Bedanya saus tomat harus beli tersendiri, kalau di Amerika sausnya sudah termasuk.

Kami bawa pulang dan dinikmati di rumah, digelar di atas meja karena hanya dibungkus kertas putih kemudian dibalut kertas koran di luarnya. Kami makan dengan BBQ sauce. Sayangnya lupa untuk difoto.

My partner sudah kekenyangan setelah menikmati ikan, dan beberapa keping French fries, akhirnya aku habiskan sendiri. Begitu dia melihat makanan amblas tuntas tanpa tersisa, dengan mimic wajah dan mata melotot : what? You did eat all the chips? Sambil memandang wajahnya aku balik bertanya: what? Yes, I did…..

Sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatel, dia bilang: oh my goodness…..you will be….sambil kedua tangannya menggambarkan orang gendut……aku ngakak, dan kutimpali : well, I am thinking you are already finished eating, and you left the table… so I finished it…….

Benar juga, setelah menghabiskan semua French fries, kemudian minum, baru terasa perutku kekenyangan…….mungkin French fries nya melaaaaaar di dalam perut hahaha……

Sebelum berangkat tidur kami ngepak baju dan segala tetek bengeknya karena besok kami akan meninggalkan Christchurch untuk travel mengelilingi kota-kota lainnya selama seminggu.

Bersambung…………

 

77 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (2)"

  1. Lani  1 April, 2012 at 04:43

    MPEK DUL : spt mendptkan durian runtuh…….artikelku dikomentari oleh calon jaksa/hakim agung Indonesia…..kkkkkk…..makane aku ngaku mpek, aku ndak pantas jd biarawati…..nanti rumah biaranya bs jd tempat disco….semua biarawatinya jd menganut aliran sesat……hehehe

    hanimun????? wah, ndak boleh itu mpek menyalahi pakem………hehehe…….

    betul, semuanya mahal lo di CHCH soale in the middle of no where………kpn mpek mo nyusul ke NZ??????

  2. mpekDuL  1 April, 2012 at 03:44

    Lani Says: March 25th, 2012 at 13:16
    XA : walah dalah aki buto kok dipercaya……mana aku pantas masuk biara? jd biarawati???????

    Lani Says: March 27th, 2012 at 07:18
    EA : mahalo, udah mampir…..aku se7777……mmg plg asyikkkkk klu jalan2 berdua……

    Tante Lani, kalo masuk biara bisa jebol biaranya karena retetetetetet terusan.
    JC , sudah tahu kapan persisnya tante Lani jadi honimun? Jangan lupa dimuat di Baltyra.
    Nti kalo mpek kebetulan di NZ lagi pasti singgah bentar deh.

    Iya memang bener, semua mahal lho disono? mungkin akibat gempa. Kasihan juga semua mahal lho.

  3. Lani  27 March, 2012 at 07:18

    EA : mahalo, udah mampir…..aku se7777……mmg plg asyikkkkk klu jalan2 berdua……klu sendirian ngaplo dimana enaknya???? mmgnya ditempatmu lagi sejuk????? moga2 ada sejuk disana ya……salam hangat sll dr Kona yg sll anget……biar sendirian………..wakakakak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *