Setelah Waktu Yang Lama Kulipat

Awan Tenggara

 

Aku jadi tiba-tiba ingin bertemu denganmu. Duduk di satu meja dalam kafe yang dulu kerap kita datangi berdua. Memesan dua gelas capuchinostrawberry short chake kesukaanmu, dan kemudian bicara ini itu. Ingin tahu sejauh mana kau sudah bisa melupakanku. Ingin tahu apa bulu matamu masih selentik dulu, juga masih bisa berdegup dengan kencangkah jantung kita berdua ketika kau dan aku berlama-lama saling bertemu mata.

Tapi apa iya, aku bisa?

Ingin juga sebenarnya sekalikali aku memberitahumu, manisku. Hujan di sini telah jauh lebih lengang dari hari di ketika kau pergi. Lebih membuatku mengerti kalau seharusnya aku dulu harus lebih awal menyatakan cinta padamu sebelum lelaki yang dipilihkan kedua orang tuamu untukmu itu. Seharusnya kukatakan dengan bahasa yang mesra. Seperti bahasa cinta yang pernah kau isyaratkan lewat tanganmu ketika dulu keduanya kau lingkarkan ke pinggulku saat hujan turun menderas di atas kepala kita. Di antara sinar lampu-lampu yang berkeriapan di sebuah jalanan kota.

Tapi apa iya, aku sanggup?

Ah, ternyata. Butuh bisa bicara lewat telepon denganmu dulu

untuk aku bisa menjawab apa aku tahu atau tidak.

 

Kapan-kapan, manis.

Kapan-kapan kita bicara.

Kapan-kapan kita bertemu.

 

Semarang, Juli 2011

ditemani alunan

 

6 Comments to "Setelah Waktu Yang Lama Kulipat"

  1. J C  26 March, 2012 at 10:43

    Walah, mas Sumonggo malah ngajak berorigami…

    Lipat melipat gini aku hanya menyimak saja…

  2. anoew  24 March, 2012 at 23:44

    Ingin tahu apa bulu matamu masih selentik dulu

    Ada yang bilang, mata kelilipan debu masih lebih mudah diobati daripada mata yang kelilipan idep (bulu mata), apalagi lentik menggoda.

  3. Linda Cheang  24 March, 2012 at 22:37

    bikin 1000 burung kertas, keinginan akan tercapai?

  4. Sumonggo  24 March, 2012 at 12:05

    Hidup tak lebih dari melipat waktu, waktu akan melambat jika kita berada dalam wahana yang melesat mendekati kecepatan cahaya. Tapi sebenarnya lebih menyenangkan melipat yang ini …

  5. Meitasari S  24 March, 2012 at 10:34

    Tenan ya, tak enteni!

  6. Lani  24 March, 2012 at 08:12

    satu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.