Awan Gelap Kehidupan di Negara Berkembang

Itsmi

 

Kalau saya menganalisakan sebabnya; “Mengapa Indonesia tidak maju-maju” kesimpulan saya selalu kembali ke agama. Mungkin pembaca akan berpikir karena saya seorang atheis maka sudah sepantasnyalah saya berkesimpulan demikian, yang mana lagi-lagi agamalah yang disalahkan.

Masalah yang sering ada pada orang yang beragama yaitu; kurang menguasainya orang yang beragama tersebut tentang agama yang diyakininya, apalagi akibatnya, sedangkan orang atheis biasanya lebih mengetahui tentang agama, oleh karena itu seorang atheis sadar bahwa dalam hidup ini hendaknya kita mengerjakan/menjalankan bersama-sama tanpa bantuan Tuhan atau Allah.

Menjadi seorang atheis berarti menjadi seorang mandiri dan bertanggung jawab untuk memberantas kelaparan, kemiskinan, diskriminasi, perang, penindasan dan lingkungan, supaya generasi yang mendatang bisa hidup lebih baik lagi dari pada hidup kita saat ini.

Jadi apa yang kita bisa lakukan sesuai dengan kekuatan kita, kita melakukannya sendiri dan tidak tergantung dengan alam yang berliku-liku.

Indonesia yang kaya raya dengan sumber alam masih termasuk negara berkembang, sedangkan Indonesia dengan sumber alamnya sangat potensial menjadi negara top di dunia. Begitu juga dengan manusianya, setiap tahun diperkirakan ada 500 pelajar SMA yang berbakat sekali.

Tapi dengan sumber alam dan manusia, kita tidak maju-maju. Coba kita melihat masalah ini dari sisi agama:

Hindu

India mewariskan sistem kasta seperti dalam tulisan-tulisan dari Ramayana, Mahabharata dan lain-lain dengan tujuan meluaskan pengaruhnya ke seluruh Asia Tenggara. Waktu itu India bisa dikatakan wilayah peradaban yang paling maju di bumi ini. Apa yang terjadi dengan negara kita ini, masyarakat dibagi menjadi empat kelas, yaitu : Rohaniawan (Brahmana), Bangsawan (Kesatria), kaum Borjuis (Waisya) dan tentunya si Pekerja (Sudra). Sistem kasta hampir sama dengan sistem feodalisme. Tidak mengherankan Belanda meneruskan cara ini untuk tujuan dan kepentingan mereka terhadap kita.

Sistem kasta bersumber pada Tuhan. Dengan sistem ini, masyarakat hidup dalam hirarki, korban yang paling besar dari hirarki ini adalah pihak pekerja. Akibat dari sistem ini, orang tidak berinisiatif, pasif, fatalistis, tidak bertanggung jawab dan seterusnya. Sedangkan pemilik perusahaan bertingkah laku paternalistis, jadi dengan budaya ini, perusahaan tidak bisa berkembang dengan semestinya, jadi hanya bisa menjadi jago di kandang sendiri. Punya pegawai tapi pegawainya ragu ragu, bingung, penakut, dengan kata lain impoten. Pemilik frustrasi. Untuk menutupi semuanya, perusahaan yang bergengsi menutupnya dengan memberikan nama pada departemen personalia, Human Resource Management.

 

Kristen

Belanda yang sudah lebih maju dan melihat potensi yang ada di bumi Indonesia memberikan Alkitab pada nenek moyang kita untuk mendapat rempah-rempahnya. Kita bangga mendapat Alkitab. Sampai sekarang Belanda masih raja rempah-rempah di dunia dan Indonesia masih pegang Alkitab. Sedangkan Belanda sudah melepas agamanya. Diperkirakan, tahun 2016 gereja Kristen menghilang di Belanda.

Apa yang terjadi dengan Indonesia, ekonominya masih berdasarkan dari hasil bumi. Sama dengan jamannya VOC. Sekarang kalau hasil bumi ini kembali ke Indonesia sudah menjadi produk dimana orang Indonesia harus membayarnya berlipat- lipat. Ini semua berakibat, hasil bumi yang di export sekarang harus di import. Contohnya: kopi, coklat dan lain-lain.

 

Islam

Orang Arab, yang dikenal dan dijuluki sebagai pemalas, ini saya kira karena panasnya iklim memakai orang Cina sebagai broker membawa Al Quran ke Indonesia dengan bertujuan investasi jangka panjang tanpa bekerja. Sampai sekarang ada kira-kira 200 ribu orang naik haji belum dihitung Umroh, kata lain setiap tahun dengan rela membawa uang ke Arab.

Belum yang lain-lain. Kalau kita menghitung berapa uang yang dibawa setiap tahun ke Arab dan berpikir kalau uang tersebut diinvestasikan di Indonesia sendiri……. Sudah berapa uang itu dan bagaimana efeknya…. Bayangkan ini sudah bertahun-tahun……. Tanah dijual untuk naik haji, jadi lama kelamaan miskin tambah miskin kaya tambah kaya karena yang berduit membeli tanah untuk dijual lagi dan hampir semua hasil tersebut Arablah yang menerimanya, orang yang naik haji dengan bangga merasa dirinya hebat karena sudah ke Mekka dan sudah melihatkan bahwa dia seorang Muslim taat….. belum kita hitung 5 kali sembayang sehari, dimana harus berhenti dengan berproduksi. Berapa uang atau kerugian perusahaan, sedangkan Negara lain waktu untuk sembahyang itu diisi dengan produksi.

Begitu juga dengan KKN kembali lagi ke agama karena orang lebih berpikir vertikal dari pada horizontal, kata lain tidak perduli dengan lingkungan karena dia hanya bertanggung jawab pada Allah atau Tuhan dan ini bisa dia minta maaf sebelum mati, seperti bangun mesjid, sumbang ke gereja atau ke Mekka, yang Katolik bisa juga ke Lourdes. Atau yang kelas kambing memberikan kambing kepada tetangga-tetangganya atau sumbangan-sumbangan, yang tidak berduit hanya bisa mengucapkan terima kasih dan menerima nasib.

Ini semua ditambah lagi dengan hidup secara Buddha dimana kesengsaraan diunggulkan, kita harus menerimanya semua.

Semua uraian di atas bisa terjadi karena dari kecil sudah dididik, bahwa kita harus YAKIN.

Hal ini diulang terus menerus. Dengan kata lain otakmu harus berhenti berpikir atau lebih tepat lagi, tetaplah jadi orang bodoh dan kamu akan bahagia.

 

59 Comments to "Awan Gelap Kehidupan di Negara Berkembang"

  1. Itsmi  17 April, 2012 at 21:40

    Anoew, menurut kamu Tuhan menciptakan manusia bukan untuk membunuh… oh yah ? kamu kira kehidupan seperti binatang itu bagaimana atau seperti manusia juga begitu…. contoh aja Siria atau di negara negar di Afrika….

    jadi ini bagaimana menurut kamu ?

  2. anoew  16 April, 2012 at 22:18

    Haha kesadaran apa dulu, om Itsmi? Belum tentu konsep kesadaran kita sama lho. Yang saya sadar adalah, bahwa Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu entah apa itu, manusia atau binatang, untuk dimusuhi apalagi dibunuh. Mubazir dong? Ngapain capek-capek nyiptain sesuatu kalau lantas dibantai?

    Dan saya gk perlu agama untuk memahami itu.

  3. Itsmi  16 April, 2012 at 16:53

    anoew, kelihatannya kamu sedang dalam proses kesadaran hahahaha

  4. Itsmi  16 April, 2012 at 12:21

    Belum yang wanita memakai rok mini di teriakan pelacur atau homo di pukul……. memboykot pesta pesta karena ada daging halal…..

  5. anoew  14 April, 2012 at 16:22

    Aneh, ingin masuk surga perang sama anjing.
    Aneh, ingin mendapat kemuliaan marah ke lingkungan.
    Lalu di mana arti pengendalian diri?

    Untuk menjadi orang baik (sepertinya) tak perlu agama. Percaya ke penciptanya, tanpa harus memakai seragam tertentu dan yakin, pencipta membuat suatu ciptaan tentulah bukan untuk dibunuh atau diperangi.

  6. Itsmi  14 April, 2012 at 14:40

    Poster poster sekarang yang ada telanjangnya mereka juga tutup atau di gelapkan dgn plastik warna hitam…..

    Semua mau merebut tempat VIP di surga….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.