Tarot: Kartu Tanya Jawab

Madam EQ – Dalam Tenda Warna-warni

 

Hari masih agak pagi, ketika seorang teman mengajak ngopi di sebuah warung kopi di jalan Parangtritis. Kebetulan pemilik warung kopinya juga teman lama. Jadilah suasana ngopi seperti reuni kecil.

Di sela-sela aroma kopi yang harum menyentuh hidung, temanku menanyakan, apakah saya masih suka bermain tarot. Kebetulan, memang akhir-akhir ini banyak teman-teman yang suka bertanya hal tersebut. Dan kebetulan juga hari itu saya membawa ke dua seri kartu tarot saya.

Satu seri kartu tarot Fairy yang berisi hanya 22 kartu Mayor Arcana dan satu seri kartu tarot Pengelana yang berisi 78 set kartu yang terdiri dari 22 kartu Mayor Arcana dan 56 set kartu Minor Arcana. Saya belajar membaca kartu tarot pertama kali pada awal tahun 2009, dan sampai saat ini entah sudah berapa banyak teman dan bukan teman dan juga temannya teman, yang bermain dengan saya. Selain kedua kartu tersebut di atas, saya masih memiliki 3 seri kartu yang lain, yaitu seri Golden Tarot, Tarot Cinta dan Mythic Tarot. Kartu terakhir sering disebut sebagai Tarot Hitam (Black Tarot). Ketiganya berisi 78 set kartu dengan pembagian 22 kartu Mayor Arcana dan 56 kartu Minor Arcana. Dari kelima seri tersebut, hanya 2 seri di atas yang paling sering saya mainkan, karena kedua seri itu yang saya rasa paling cocok dengan saya.

5 seri kartu tarot yang saya miliki dan 2 seri yang sering saya mainkan

Salah satu teman saya ingin sekali mencoba membaca kartu tarot dan berusaha untuk mendapatkan/ membeli kartu tarot (kartu tarot tidak boleh dipinjamkan), namun betapapun dia berusaha, sampai saat ini, entah kebetulan atau tidak, dia masih belum bisa memiliki kartu tarot. Beberapa waktu yang lalu di Periplus dan Gramedia saya temukan kartu tarot satu set (di Gramedia bahkan ada beberapa set kartu tarot, temasuk kartu berbahasa Indonesia juga), lalu saya sms teman saya tersebut, namun rupanya nasib belum menjodohkan dia dengan kartu-kartu itu.

Bahkan ketika saya bermaksud membelikan kartu tarot sebagai hadiah ulang tahunnya pun, saya tidak berhasil mendapatkannya, saya sudah mencarinya, baik ke toko-toko buku, maupun secara online, namun tidak berhasil, padahal jika saya menginginkannya untuk diri saya sendiri, saya akan dengan mudah mendapatkannya.

Menurut kepercayaan beberapa tarot reader, seperti halnya tongkat sihir dalam kisah Harry Potter, maka kartu tarotlah yang memilih pembacanya, bukan sebaliknya. Demikianlah, maka pagi itu, sambil ngopi dan makan jadah goreng, saya siap menggelar lapak, membuka kartu dan bermain tanya-jawab.

Sebuah meja disiapkan, dan mulailah saya membuka kartu tarot Fairy, sesuai permintaan teman saya.

Membaca kartu tarot tidak seperti layaknya membaca buku biasa atau membaca kartu remi, meskipun akar kartu tarot sama dengan kartu remi. Pada awal saya belajar membaca kartu tarot, yang saya lakukan adalah membaca buku tarot. Saya belajar pada seorang kawan baik yang saya anggap sebagai master saya. Dia sudah membaca tarot lama sebelum saya belajar padanya.

Kartu tarot dibaca dengan cara dimengerti, dipahami dan analisa psikis. Jadi tidak sekedar menghafal arti tiap kartu. Dan bahkan kemudian saya juga menggunakan enerji untuk memahami arti kartu-kartu yang terbuka. Baik enerji saya sendiri, maupun enerji si penanya (disebut sebagai querent).

Semenjak saya mulai belajar secara serius, seperti biasanya, saya kemudian juga mulai menelusuri sejarah dan kisah-kisah dibalik kartu tarot. Bukan itu saja, saya kemudian juga mulai menyusun/membuat kartu tarot saya sendiri, meskipun ternyata sulit.

Kartu tarot pertama kali dimainkan pada pertengahan abad ke 15, sebagai permainan kartu kelompok di berbagai tempat di Eropa, seperti misalnya apa yang disebut dengan nama Italian Tarocchini dan French Tarot. Mulai abad ke 18 hingga saat ini, kartu tarot biasa dipakai juga untuk hal-hal yang dianggap berbau mistik, kartu ramalan, bahkan juga dipakai untuk memetakan keadaan psikologis seseorang.

Di atas telah disinggung istilah Mayor Arcana dan Minor Arcana. Kartu tarot terbagi menjadi 2 bagian besar yang di sebut dengan nama Mayor Arcana yang terdiri dari 22 kartu utama.

Kartu Mayor Arcana ke 0 (The Fool) dan ke 1 (The Magician)

Dan Minor Arcana yang terdiri dari 56 kartu.  Kartu Mayor Arcana dimulai dari nomer 0, yaitu The Fool, dan diakhiri dengan nomer 21, yaitu The World. Minor Arcana terbagi lagi menjadi 4 unsur utama, yaitu Wands (atau tongkat, batang kayu, rod, Clubs-unsur api), Swords (atau pedang, pisau, tombak,  lightning/petir, Spades-unsur angin), Cups (cangkir, gelas, mangkuk, blossom/kuncup bunga, Heart-unsur air) dan Pentacles (koin, pentagram, mata uang, piringan emas, Nuggets/bola emas , Diamond-unsur tanah).

Wands bermakna ada/tidaknya gagasan, ide atau proyek/pekerjaan, Sword memaknakan suatu tindakan atau gerakan yang harus/tidak boleh dilakukan, cups melambangkan pergerakan emosi, sedangkan pentacles biasanya merupakan simbol dari rejeki yang berupa harta, uang, kekayaan, hal-hal yang bersifat kebendaan.

Masing-masing unsur tersebut dinamakan Suits. Dan setiap suits bentuknya bervariasi, sesuai dengan daerah masing-masing (di Eropa). French suits dipakai di Eropa Utara, Latin Suits digunakan di Eropa Selatan, dan German suits dipakai di Eropa bagian tengah.

Masing-masing suits terdiri dari kartu Pips bernomer, mulai dari Ace/ As (nomer 1), sampai dengan nomer 10. Dan 4 Face cards atau Court Cards, yaitu King, Queen, Page (princess) dan Prince (Knight). Jadi setiap suits berjumlah total 14 kartu.

Beberapa kartu Minor Arcana (Pentacles, Swords, Cups, Wands)

Menurut sejarah, permainan kartu dimulai pada tahun 1227 di Italia, di mana anak-anak memainkan kartu yang di sebut carticellas, yaitu satu set kartu yang berjumlah 50, yang saat ini dikenal dengan nama “Tarot de Mantegna” atau “Tarot de Baldini” karya seniman besar Francesco Del Cossa. Kartu ini terdiri dari 50 set kartu utama yang terbagi menjadi 5 kategori, yaitu kategori Social Classes, The Muses, Arts & Sciences, Virtues & Cosmic Principles, and the Planets & Spheres.

Sebenarnya dasar dari permainan kartu-kartu tersebut adalah semata-mata untuk bermain-main saja. Peraturan dasar permainan kartu pertama kali muncul pada manuskript Martiano Da Tortona, sebelum tahun 1425.

Dipertigaan abad ke 15, kartu tarot dibuat khusus untuk keluarga bangsawan Visconti. Kartu (deck) pertama kali, dan kemungkinan besar yang kemudian menjadi prototype sejumlah kartu tarot masa kini, disebut kartu Cary-Yale Tarot (atau Visconti Modrone Tarot) yang dibuat antara tahun 1442-1447 oleh pelukis yang tidak terkenal untuk Fillipo Maria Visconti, hanya terdiri dari 66 kartu. Yang paling terkenal dibuat pada pertengahan abad ke 15, oleh Francesco Zavattari pada tahun 1451-1453, yang merupakan persembahan untuk Francesco Sforza dan istrinya Bianca Maria Visconti (putri dari Duke Fillipo Maria Visconti).

Pada awalnya kartu-kartu tarot dibuat/digambari dengan tangan, atau free hand. Namun kemudian karena permainan ini semakin populer di berbagai negara di Eropa, maka mulai muncul kartu-kartu tarot yang dibuat dengan mesin cetak. Kartu pertama yang dibuat dengan mesin cetak terkenal adalah kartu Tarot de Marseilles, karena dicetak pertama kali di kota Marseilles, Perancis.

Kartu tarot mulai dikenal sebagai kartu mistik pertamakali pada tahun 1781, ketika seorang peramal dari Swiss bernama Antoine Court de Gébelin mempublikasikan sebuah buku yang berisi tentang ilmu-ilmu simbol dalam agama dan praktek-prakteknya, yang berjudul Le Monde Primitif  dan memasukkan gambar-gambar simbol dalam kartu Tarot de Mareseilles, dengan menyertakan keterangan bahwa kartu-kartu tersebut adalah simbol-simbol dari Isis dan Thot (dewa-dewi mesir kuno). Gébelin juga mengatakan bahwa kata Tarot berasal dari kata Mesir kuno Tar, yang berarti Kerajaan/ kehormatan, dan Ro yang berarti Jalan. Sehingga Tarot mempunyai arti jalan kehormatan menuju pada kebijaksanaan.

Carl Jung adalah seorang psikoanalis pertama yang menggunakan simbol-simbol kartu tarot untuk kepentingan analisa psikologis. Dia juga merupakan orang pertama yang memberikan arti khusus pada setiap gambar simbol pada kartu tarot. Kemudian diteruskan oleh Timothy Leary, yang mengatakan bahwa kartu tarot adalah simbol dari hidup manusia, mulai dari awal kelahiran hingga dewasa. Kartu kelahiran ini ditandai dengan simbol kartu 0, yaitu The Fool.

Simbol-simbol dalam kartu tarot sangat beraneka ragam bentuk, namanya/istilah dan pengertiannya/makna simbolisnya. Masing-masing disesuaikan dengan versinya. Namun secara umum, merujuk dari kartu pertama, maka kartu tarot akan dimulai dengan kartu Mayor Arcana, yang terdiri dari 22 kartu atau 21 kartu + satu kartu bernomor 0. Kartu-kartu dalam Mayor Arcana tersebut adalah (urutan lengkap mulai kartu nomer 0) :

The Fool, The Magician, The High Priestess, The Empress, The Emperor, The Hierophant, The Lover, The Chariot, Strenght, The Hermit, Wheel of Fortune, Justice, The Hanged Man, Death, Temperance, The Devil, The Tower, The Star, The Moon, The Sun, Judgement dan The World.

Pada kartu Fairy saya, ada beberapa simbol yang berbeda, misalnya Wheel of Fortune menjadi The Oread, Justice menjadi The Dryad, Temperance menjadi The Sylph, The Star menjadi The Naiad, The Devil menjadi The Troll, The World menjadi The Globe dan The Fool menjadi The Elf. Pada kartu tarot cinta ditemukan simbol-simbol dengan nama yang berbeda pula, misalnya : The Empress menjadi The Mother, The Emperor menjadi The Father, The Hermit menjadi The Seeker, The Hierophant menjadi the Master, The Chariot menjadi The Companionship, Justice menjadi Climax, Wheel of fortune menjadi The Destiny, sedangkan kartu nomer 0, the Fool menjadi kartu ke 22 yaitu Soulmates.

Sementara pada Mythic Tarot, simbol-simbolnya diambil berdasarkan tokoh-tokoh dalam mitos Yunani kuno, misalnya Strenght menjadi Hercules. Hal ini menjadi sangat berbeda pengertian, sebab pada umumnya Strenght digambarkan dalam simbol perempuan yang sedang mengelus-elus singa (kelembutan menaklukan kegarangan/angkara/kemarahan). Sedangkan dalam kartu Fairy dan kartu Mythic, Strength digambarkan sebagai laki-laki perkasa yang menjebol pohon besar (kartu fairy) dan mengalahkan singa (kartu Mythic), yang artinya bahwa jika kartu ini terbuka, maka si querent akan menemukan bantuan bagi kesulitan-kesulitannya.

Sedangkan pada kartu tarot cinta, Strenght justru disimbolkan dengan Balance, yang bermakna adanya keseimbangan antara kekuatan emosi dan kekuatan fisik.

Perbedaan kartu Strength pada kartu-kartu tarot (ki-ka) Mythic, fairy, Golden dan Pengelana


Perbedaan gambar simbol The Fool dan Wheel of Fortune pada kartu-kartu tarot (ki-ka) Mythic, Fairy, Golden dan Pengelana

Kartu tarot jaman sekarang ini kebanyakan adalah turunan dari kartu tarot yang terkenal dengan sebutan kartu Rider-Waite-Smith (RWS), yaitu kartu yang dibuat oleh A.E Waite dan Pamela Coleman Smith. Dan kartu RWS ini merupakan keturunan dari kartu Marseilles. Kartu tarot RWS ini sangat populer di seluruh dunia, dan sepertinya merupakan kartu dasar yang wajib dikenal oleh pembaca kartu tarot. Seperti musik klasik yang wajib dipelajari anak sekolah musik, sebelum mempelajari jenis musik yang lainnya. Atau seperti Shakespeare yang menjadi bacaan wajib di jurusan sastra Inggris.

Jenis-jenis kartu tarot makin berkembang. Ada juga kartu tarot Oracle yang tidak mengenal kartu terbalik, semua kartunya memiliki arti positif, sebab kartu Oracle pada dasarnya adalah kartu penyembuhan atau kartu penyemangat.
Cara memainkan kartu tarot pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan sebaran 3 kartu (yang paling umum dan paling mudah, sebagai dasar dari pembacaan kartu tarot, dan juga merupakan pelajaran pertama bagi pembaca pemula-di mana kartu pertama menunjukkan masa lalu, kartu tengah adalah masa sekarang dan kartu ketiga adalah masa yang akan datang), 4 kartu, 5 kartu, 6 kartu, 7 kartu, 9 atau 10 kartu hingga 13 kartu.

Ada yang disebut dengan sebaran Celtic Cross (10 kartu), sebaran Bulan (Moon Spread), sebaran bintang (Star spread),  sebaran tapal kuda (Horse-Shoe-7 kartu) dan sebaran umum/ mendatar. Untuk tarot cinta biasa juga digunakan sebaran cermin (mirror spread-3kartu atau lebih), selain itu juga digunakan Love spread yang terdiri dari 5 kartu, meliputi kartu pengaruh masa lalu, bagaimana efeknya di masa yang akan datang, kemungkinan-kemungkinan yang akan di hadapi, kartu advise dan bagaimana cara meraih kemungkinan positif dalam hubungan pasangan.

Love Spreads  dengan 6 pasang kartu untuk pembacaan kartu cinta


Sebaran Celtic Cross

 

Sebaran umum 3 kartu

 

Sebaran Bintang 5 kartu yang saya pakai dalam bermain dengan Fairy Cards

Tata cara penyebaran kartu juga berbeda-beda meskipun jumlah kartunya sama. Misalnya sebaran 5 kartu di atas juga mempunyai versi yang lain, yaitu :

Beberapa versi lain dari sebaran 5 kartu

Masing-masing mempunyai cara pembacaan yang berbeda-beda pula. Satu-satunya sebaran kartu yang tidak mempunyai variasi lain adalah sebaran Celtic dan sebaran 3 kartu. Untuk kartu-kartu berjumlah 4, 5, 6, 7 dst mempunyai banyak sekali variasi. Saya mulai belajar membaca kartu tarot dengan menggunakan Golden Cards yang berjumlah 78 kartu, dengan sebaran umum 3 kartu. Ketika saya menemukan kartu Fairy (22 kartu), saya mulai belajar menggunakannya dengan sebaran bintang 5 kartu. Kemudian juga belajar membaca kartu tarot Pengelana (78 kartu-berbasis pada Marseille Card dan Rider-Waite-Smith Cards) yang menggunakan sebaran 7 kartu.

Sebaran 7 kartu yang biasa saya mainkan untuk kartu tarot Pengelana saya

Dan selanjutnya saya terus menggunakan ke dua jenis kartu tersebut dengan 2 macam sebaran (7 kartu untuk kartu Pengelana dan 5 kartu khusus untuk kartu Fairy). Namun kadang-kadang saya juga masih bermain dengan kartu Golden tarot (78 kartu) dengan sebaran 3 kartu, meskipun sudah sangat jarang, karena saya tidak mungkin membawa ke 3 jenis kartu saya setiap saat. Kartu tarot Cinta dan Mythic tarot hampir tidak pernah saya mainkan. Sepertinya energi saya tidak cocok untuk bisa membaca kedua jenis kartu tersebut, terutama kartu tarot Cinta.

Selalu tidak pernah “tune in”. Kartu tersebut adalah kartu tarot pertama saya, hadiah ulang tahun dari master saya. Kemudian secara kebetulan saya menemukan kartu tarot Golden, dan saya membelinya. Setelah itu berturut-turut saya memiliki kartu fairy, kartu mythic (keduanya saya beli di Australia) dan yang terakhir adalah kartu pengelana. Kartu Fairy saya beli atas saran master saya. Dan ternyata memang sangat cocok dengan saya.

Kartu Fairy ini ternyata mempunyai keistimewaan. Boleh percaya boleh juga tidak, tetapi setiap kali selesai dimainkan 5 pertanyaan, kartu-kartu berikutnya tidak bisa di baca sama sekali. Sangat kacau, dan bisa dipastikan munculnya kartu Troll yang menyebabkan semua bacaan menjadi negatif. Sehingga ketika saya membaca kartu tarot Fairy, querent hanya bisa bertanya maksimal 5 pertanyaan berurutan, atau bisa lebih dari 5 namun harus di selingi aktifitas yang lain (ngobrol, nge-game, ngemil, dsb), karena menurut yang saya ketahui, kartu-kartu itu membawa sifat masing-masing. Sedangkan sifat Fairy sebagai mahluk-mahluk bebas yang masih senang bermain-main dan tidak terlalu serius, akan sangat tidak suka jika terus menerus diajak menguraikan hal-hal yang sifatnya serius. Ya, boleh percaya atau tidak, tetapi itu yang saya alami ketika saya mulai membaca kartu tarot fairy, dan tidak terjadi pada pembacaan dengan menggunakan kartu yang lain.

Sedangkan ketika saya membaca kartu tarot Mythic (black tarot), maka energi negatif saya akan menguat dan akibatnya sering tidak baik, sehingga sampai saat ini saya tidak lagi berani membacanya dan memutuskan untuk tidak bermain dengan kartu tersebut.

Ukuran kartu tarot juga bermacam-macam. Ada yang berukuran kecil, standard dan besar. Kartu yang hanya terdiri dari Mayor Arcana saja (22 kartu) biasanya berukuran besar dan disebut dengan istilah Grand Trump. Ukurannya adalah 8 x 14 cm atau lebih besar. Sementara kartu standard berukukuran 7,5 x 12 cm dan 6,3 x 11 cm.

Dalam permainan kartu tarot (kecuali kartu fairy dan kartu Oracle) akan dijumpai sejumlah kartu yang ketika dibuka dalam keadaan terbalik. Jika menemui kartu tersebut, maka pembacaan simbolnya pun akan berkebalikan. Tidak semua kartu terbalik bermakna negatif. Misalnya kartu The Hanged Man, jika ditemukan secara terbalik maka akan berarti si querent tidak perlu lagi merasa ragu-ragu dengan apa yang akan dihadapinya. Sebab The Hanged Man dalam kondisi tidak terbalik bermakna keragu-raguan, ketidakpastian dan keadaan dimana seseorang harus mengadakan introspeksi diri.

Menurut yang saya ketahui, kartu tarot sebenarnya merupakan sebuah kisah perjalanan hidup manusia. Dimulai dari The Fool, yang disimbolkan dengan nomer 0. Nisbi, kosong. The Fool seringkali digambarkan sebagai Joker, Elf,  seorang petualang yang berjalan tanpa tujuan tertentu, senang-senang, riang, membawa kantung dan ditemani seekor anjing kecil, simbol dari hati nurani penjaga. Dalam perjalanannya, The Fool menemui berbagai macam hal yang disimbolkan oleh ke 21 kartu berikutnya. Mulai dari The Magician atau sang penyihir. Lambang dari kemauan untuk mewujudkan semua impian. Sang Penyihir ini memiliki 4 unsur  suits di atas mejanya.

Empat unsur tersebut adalah Wand/tongkat (api), Sword/pedang (udara/angin), Coin/ Pentagram/pentacle/piringan emas (tanah) dan Cup/ cawan/mangkok/kendi (air). Ke 4 unsur tersebut digunakan sebagai alat untuk mewujudkan semua ide, gagasan dan impian. Dan itu dibekalkan pada The Fool. Kemudian ia bertemu dengan The High Priestess, seorang pendeta perempuan yang misterius dan penuh wacana. Jika The Magician memberikan ide dan impian untuk diwujudkan, maka sang pendeta perempuan ini memberikan pengetahuan untuk mewujudkan impiannya. Ditangan pendeta perempuan tersebut selalu terdapat gulungan kertas, lambang dari ilmu pengetahuan. Selanjutnya dalam kerinduannya, The Fool akan bertemu dengan The Empress, sang ratu atau sering juga disimbolkan dengan lambang ibu yang sedang hamil. Ini adalah simbolisasi dari kasih sayang, sifat keibuan, ketulusan, dan lambang dari pemeliharaan. Kebaikan hati, kelembutan dan penjagaan. Bisa juga diartikan sebagai timbulnya harapan baru.

Begitu seterusnya, The fool melakukan perjalanan yang pada akhirnya akan sampai pada kartu terakhir, yaitu kartu The World. Maknanya adalah akhir dari semua perjuangan, hasilnya adalah dunia yang berada dalam genggaman, keberhasilan, kesuksesan berada dalam tangan, setelah melewati berbagai macam kejadian, senang dan susah.

Dalam kartu berjumlah 78 yang memuat Minor Arcana, pembacaan akan menjadi lebih detail lagi. Dan tentu saja tidak mudah.

Bagi saya secara pribadi, membaca kartu tarot adalah sebuah permainan yang mengasyikkan. Saya jarang memasang tarif, kecuali pada orang-orang yang tidak saya kenal dengan baik, misalnya temannya temannya teman. Kebanyakan dari querents saya adalah teman-teman dan temannya teman. Kadang-kadang mereka membayar saya dengan traktiran makan atau tiket film di XXI. Pernah juga ada yang menukar pembacaan saya dengan buku/novel. Untuk para sahabat, saya biasa melakukannya dengan gratis. Selain untuk menanmbah jam terbang, juga untuk terus menerus mengasah intuisi saya dan merekatkan hubungan saya dengan karrtu-kartu tarot yang saya pegang.

Saya bukan peramal, dan saya tidak menggunakan kartu-kartu saya untuk meramalkan masa depan seseorang. Masa depan itu adalah rahasia semesta yang tidak boleh saya curi isinya. Saya hanya mencoba menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pada saya, dan saya menjawabnya dengan menggunakan kartu-kartu saya. Tidak semua pertanyaan bisa saya jawab dengan sempurna. Dan saya akan berhenti jika energi saya sudah terkuras habis.

Kadang-kadang, saya dan beberapa sahabat sesama tarot reader berkumpul untuk saling mengasah kemampuan, berbagi dan saling membaca dengan kartu dan cara masing-masing, sambil minum teh jahe hangat dan cemilan serta obrolan yang menyenangkan. Tak jarang pula muncul pertanyaan-pertanyaan lebay yang asyik, sekedar untuk foreplay sebelum masuk ke dalam babak yang lebih intens.

Seorang querent yang baru pertama kali bermain kartu tarot seringkali tidak tahu harus bertanya apa, sehingga perlu dipancing dengan pertanyaan-pertanyaan ringan dan lebay. Pada umumnya pertanyaan querents saya berkisar pada masalah cinta, karir dan sekolah. Tapi yang lebih sering adalah pertanyaan seputar cinta. Adakalanya muncul pertanyaan yang menggelikan, misalnya : “saya sebenarnya cinta gak sih sama dia ?” atau “ Dia sedang memikirkan saya gak ya saat ini”. Permainan tanya jawab kartu tarot ini sering pula ditanggapi dengan guyon-guyon yang segar, jadi tidak selalu menjadi hal yang terlalu serius, seperti ketika berada dihadapan seorang peramal sakti.
Apapun dan bagaimana pun itu, saya menolak untuk dikatakan sebagai seorang peramal. Saya hanya seorang yang mencoba membantu dan menjawab pertanyaan dengan kartu tarot. Banyak yang percaya pada bacaan saya, datang lagi dan cocok dengan jawaban saya. Itu membuat saya ikut senang.

Saya sendiri menyukainya. Kadang-kadang bacaan kartu tarot bisa membantu mengatasi masalah dan melegakan hati yang galau. Dan yang jelas…it’s fun !!

 

#catatan : maaf saya belum mau membaca kartu tarot secara online :D

 

24 Comments to "Tarot: Kartu Tanya Jawab"

  1. Nur Mberok  3 December, 2013 at 12:06

    HAddhoh mumet aku…. btw kartu yang diintip gus wan di rumahku dulu bisa dipake sebagai kartu tarot gak nyi ?

  2. uchie  3 December, 2013 at 11:15

    mw tanya,ada yang tau gak tempat yang jual kartu tarot di daerah surabaya.?
    pengen belajar nich, , ,
    mohon bantuannya, mksih. . .

  3. EQ  30 March, 2012 at 00:02

    kang Anoew : hihii….iya, ya….lupaaaaaa…….
    besok dibikin artikel aja ahh….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.