Holi Mahotsav 2012

Juwita Setiono/Photography: Kuphuathe

 

Hari Minggu ini cuaca kota Sydney sangat mendukung. Angin sepoi di musim gugur dengan suhu udara 23 derajat. Sangat nyaman untuk bersantai di taman.

Saya beserta seorang teman berkesempatan untuk menyaksikan satu acara menarik.

Siang itu taman Tumbalong Park, Darling Harbour,  semarak dengan taburan tepung warna-warni.

Tepung berwarna ungu, hijau, biru, putih dan kuning yang tersedia di meja ditaburkan ke seseorang dan orang tersebut akan segera membalas menaburkan tepung warna-warni tersebut.

Suasana riuh dan penuh canda tawa. Orang tua, anak-anak dan pemuda-pemudi kini berpenampilan ‘pelangi’ dari ujung rambut sampai sepatu.

Sungguh menarik sekali!  Acara apakah ini?

 

Holi Mahotsav

Acara tradisional India Holi Mahotsav diadakan setiap tahun, selama tiga hari di bulan Maret. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Acara ini adalah bagian dari perayaan “Harmony Day” di mana warga Australia merayakan keunikan ragam tradisi dan budaya.

Acara “Holi Mahotsav” disponsori oleh“Australian Government: Department of Citizenship and Immigration”, “CRC for multicultural NSW”, “Sydney Harbour Foreshore Authority” dan  Indian Tourism yang diwakili oleh organisasi “Bharatiya Vidya Bhavan”.

Tema festival Holi Mahotsav kali ini adalah  “The Festival of Colours, Harmony and Friendship in Australia”.

“Holi”, yang pada mulanya disebut “Holika” adalah festival India yang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Dahulu festival “Holi” merupakan upacara ritual yang dilakukan oleh wanita yang sudah berumahtangga demi kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangganya. “Holika” juga merupakan ritual penyembahan kepada bulan purnama.

Saat kini “Holi” menekankan kepada kesatuan norma dan sosial. Tepung berwarna ‘gulal’ ditaburkan ke orang lain sebagai simbol kebebasan perbedaan, tidak ada diskriminasi maupun status.

Acara siang itu sangat meriah. Musik dan tarian India disajikan sepanjang hari. Kedai makanan berbaris di tepian taman menawarkan makanan vegetarian. Terlihat pengunjung dengan berbagai macam latar belakang menikmati hari yang istimewa ini.

Yang kami nantikan adalah acara “Colour Throwing” yang berlangsung sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Dimulai sejak pukul 12.30PM dan setiap session berlangsung selama lima belas menit. Acara ini berlangsung hingga pukul 4 sore.

Tepung gulal ditaruh di nampan yang berbaris di meja. Peserta berkumpul di area yang sudah ditentukan. Lalu mereka mengambil segenggam gulal dan ditaburkan ke orang disekitarnya. Dengan canda tawa mereka juga saling mengusapkan gulal ke wajah peserta yang lain.

Udara di sekitar berubah menjadi ungu, hijau, biru, putih dan kuning. Langitpun berpelangi gulal.

Selesai acara menabur, mereka pun saling berpose dan berfoto. Tampak di wajah mereka satu kebahagiaan dan rasa persaudaraan yang mendalam.

Setelah acara berakhir, berbondong-bondong penonton ke arah yang berlawanan, kali ini untuk menonton para pemuda pemudi menari.  Mereka menari dengan ceria, bebas lepas, tidak mempedulikan wajah dan pakaian mereka yang penuh dengan tepung gulal yang warna warni.  Di penghujung tarian, semua bertepuk tangan baik penari dan penonton.  Bisa dirasakan sekali keharmonisan yang dalam.

Hidup secara harmonis memang sangat penting.

Mari kita bersama menjaganya!

 

22 Comments to "Holi Mahotsav 2012"

  1. EQ  31 March, 2012 at 11:58

    saya sudah lama sekali pengin ikut acara ini….sayang saya belum pernah nemu……Cie Juwi…makasih ya liputannya…….apa kabar ? lama gak bertegur sapa

  2. Sumonggo  31 March, 2012 at 05:26

    Saya ingat pernah melihat adegan adu lempar pewarna ini di film When Harry tries to Marry, yang bercerita tentang seorang pemuda keturunan India yang tinggal di Amerika, dan pulang ke India untuk menerima perjodohan yang diatur oleh orangtuanya. Setiap tempat punya tradisi adu lempar masing-masing, misal di Bali ada adu lempar ketupat. Tapi semuanya sama-sama untuk menjalin keakraban, yang kena tidak boleh marah … he he….

  3. [email protected]  30 March, 2012 at 10:04

    kalo ikutan acara ini… mungkin saya akan minta di coreng2 cuma dengan warna hijau saja…. trus bergaya jadi HULK……. bedanya…. HULK gede badannya dan ototnya, saya cuma bagian perut saja……

  4. Juwii  30 March, 2012 at 04:25

    Kornelya, pak Djoko, asianerata, thanks for your appreciation. Lagu Jai Ho asik tuh yah buat dance ala Bollywood :

  5. Juwii  30 March, 2012 at 04:23

    Mbah Gandalf, memang lebih ciamik kalo semfrooottt pake pilox! *tak jempoli

  6. Juwii  30 March, 2012 at 04:21

    Mas Anoew… Tepung gulal tanpa gula kok ya :p

  7. asianerata  30 March, 2012 at 04:04

    Juwita…itu 2 photo dibawah, mereka lagi menari ‘Jai Ho’ yah….itu tuh tarian yang seperti di film ‘Slumdog Millionaire’ .
    Kelihatannya everybody had a good time di acara ini. Thanks articlenya

  8. Dj.  30 March, 2012 at 01:12

    Juwita….
    Terimakkasih untuk ertikelnya…
    kami pernah melihat acara ini di TV, perayaan di India….
    Mudah-mudahan warnanya bukan warna kimia, tapi warna dari tumbuh-tumbuhan.
    Kalau pewarna yang dabuat dari barang kimia, itu sangat beracun.

    Salam manis dari Mainz….!!!

  9. Kornelya  29 March, 2012 at 21:45

    Bagus sekali acaranya, kalau ikut aku mau pakai jeans dan oblong cap kodok , biar warna-warninya mencungul. Terima kasih Juwii.

  10. Gandalf the Grey  29 March, 2012 at 20:16

    mbak beer, eh mbak pentulis, di indonesa tiap tahun juga ada lho acara seperti ‘color throwing’ ini, tuh tiap pengumuman kelulusan sekolah, malah pake cat semfrot pilox lho, huebat kan…?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.