Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (3)

Lani – Kona, Hawaii

 

Tanggal 3 February 2012 : bangun jam 7:30 pagi, mandi, kemudian my partner sibuk di dapur kali ini sarapan French toast dengan pisang ambon yang dibelah, kulitnya masih menempel ditengkurapkan digoreng tanpa minyak, kemudian disiram dengan maple syrup…..OMG! sooo…..delisioso……

(36) French toast yang hampir kelupaan difoto, pisang dan toastnya sudah tidak rapi lagi

Aku sempat kasih tahu dia untuk menambahkan bumbu bubuk pala ke dalam kocokan telur, karena aku ingat ketika diundang sarapan di rumah salah satu client almarhum yang anaknya sekolah di culinary academy di San Francisco,  anak client ini menambahkan bubuk pala katanya agar lebih wangi.

Selesai sarapan, kami segera menaikkan koper dan semua perbekalan ke bagasi mobil. Dimulailah our journey……

Hari ini cerah dan hangat, setelah mobil keluar dari Christchurch dan memasuki daerah country, aku berpikir betul juga kalau South Island atau mungkin malah kedua pulau sangat pas dijuluki THE LONELY PLANET, karena apa? Selama dalam perjalanan kami hanya berpapasan dengan pengendara mobil lain setelah sepanjang jarak kira-kira 10 hingga 25 miles. Sejauh mata memandang hanya kehijauan di kiri dan kanan jalan, perbukitan mengelilingi padang rumput, banyak peternakan sapi perah, domba, kijang, pertanian sayur mayur, buah-buah-an, dan rumah-rumah para petani. Sangat menyejukkan mata.  Banyak  kami jumpai sungai, kemudian disusul danau, danau dan danau…….alamnya sangat indah.

Banyak ditemukan rumah penginapan di ladang peternakan, entah itu rumah-rumah petani yang disewakan kepada turis, atau memang banyak usaha di bidang tersebut, mengingat banyak turis dari manca negara yang berkunjung.

Lebat dan rimbunnya pohon pinus, campur dengan pepohanan native, berganti dengan tropical forest, jalanan basah karena embun yang jatuh dimalam hari, udara agak lembab, kadang saking rimbunnya hingga sinar matahari tidak bisa menerobos, kesannya gelap.

Semuanya ini mengingatkanku akan film LORD OF THE RING yang difilm kan di South Island.

Panoramanya sangat indah, udaranya sangat bersih, tidak ada polusi, karena jarang dilalui kendaraan. Kami banyak berpapasan dengan pengendara sepeda, entah itu rombongan turis atau penduduk local yang memang suka bersepeda baik untuk olahraga atau camping. Pada umumnya kami berpapasan dengan RV/camper/motorhome/caravan sewaan dari para turis.

Perhentian pertama kami adalah CASTLE HILLS ROCK. Susunan bebatuan yang sangat indah banyak turis mampir di tempat ini, kami berjalan mendaki untuk melihat dan memfoto lebih dekat. Ada satu  batu bentuknya mirip LINGGA…….nah, yang ini aku serahkan pada ahlinya agar kang Anuuu yang menilainya hahaha…..

(37) papan nama yang terpasang di depan pintu masuk Castle Hills Rock.

Selanjutnya silahkan dinikmati foto-foto di tempat wisata ini…….

(38) formasi bebatuan tersebar di bukit dengan berbagai macam bentuk, besar, kecil……..

 

(39) batu berbentuk jamur

 

(40) formasi bebatuan

 

(41) tersebar di bukit

 

(42) pentulis di jalanan setapak menuju Castle Hills Rock

 

(43) salah satu papan nama di lokasi Castle Hills Rock

 

(43A) foto ini special buat kang Anuuuuu…..untuk menilai batu berbentuk Lingga yang kupeluk dengan mesra hahaha

Dari sini perjalanan kami lanjutkan ke ARTHUR’S PASS lokasinya di pinggiran jalan banyak burung parrot liar yang dalam bahasa Maori dinamakan KEA warna bulunya kehijauan. Burung ini ternyata tidak takut sama manusia, kesannya malah galak, dan sangat berani, anehnya burung-burung ini menyukai untuk hinggap di atas mobil dan mematuki karet yang ada di sekitar pintu. Patuknya melengkung dan sangat kuat. Burung ini termasuk burung yang dilindungi.

(44) KEA burung parrot, penampilannya garang?! Mmm, my partner pamer kaos.

 

(45) in action mematuki antenna mobil hahaha…..sedang mengukur keras mana ya antara pelatukku dengan si antenna?

 

(46) warna bulunya dari dekat coklat, abu-abu, kuning kehijauan. Pelatuknya kuat dan tajam

 

(47) perhatikan di kedua kakinya dipasang cincin, tanda pengenal

 

(48) aku sempat ambil foto di jalanan melingkar, dari lokasi melihat burung Kea, jalanan yang  membelah perbukitan, di bawahnya sungai yang kering kerontang karena musim panas.

 

bersambung…

 

33 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (3)"

  1. Dj.  30 March, 2012 at 23:19

    Yu Lani….
    Mahalo yu, untuk cerita batu dan burungnya…
    Pasti sangat menikmati bulan madu yang menyanangkan ya yu….
    Itu batu yang dupeluk, saat lihat sepintas, Dj. kok jadi ingat jempolnya mas Anoew..
    Taumya sudah ditulis, memang untuk mas Anooew….hahahahahaha….!!!

    Hari ini, Dj. sedikit sengsara yu…
    2 minggu lalu kan ( juga haru Jumat ) bangun tidur siang, taunya seluruh tubuh, dimolai daru lengan,
    bentol-bentol begitu cepat menjalar diseluruh badan. Benar gatel-gatel yang manjengkelkan.
    Langsung ke dokter dan dibwwri obat. Dalam 2 jam, semua menjadi baik ( pulih ) seperti sedia kala.
    Saat itu, dokternya juga nanya, mungkin salah makan, makan apa hari ini…???
    Dj. jawab, beli kebab… Tapi kan sudah biasa makan kebab, hampir 2 minggu sekali dan belum pernah terjadi seperti ini.
    Dj. pikir, bisa jadi alergi rebuk bunga, karena siang juga buang bunga-bunga tua yang masih nempel di bonsai ( Bitulus ).
    Lha hari ini, bangun tidur siang, karena Susi pulang ngarit, mendadak molai timbull bentol-bentol lagi.
    sama dengan 2 minggu yang lalu, molai dari lengan dan ke seluruh tubuj….
    Untung obat dari dokter masih ada, jadi langsung Dj. makan. gatelnya sudah sedikit mereda, tapi bentolnya belum hilang. Sialan…!!
    baru ingat, tadi beli Kebab, untuk makan siang bersama Susi… hahahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz dan semoga sukses dan sehat selalu ya yu…

  2. Kornelya  30 March, 2012 at 22:15

    Subo Lani, foto patner ne endi?. Ditampilkan aja, ngga bakalan ada yang menggoda untuk bersa’ing dengan dikau. Nona,nonya dan nyonya di Balityra baik semua. hahaha.

  3. Alvina VB  30 March, 2012 at 20:29

    mbakyu Lani, mahalo utk tulisan part 3-nya, sorry baru sempet baca……pemandangannya memang mengingatkan film Lord of the ring ya….pembaca masih penasaran tuch mbak….mereka punya imaginasi yg macem2 lihat foto2 kiriman mbak…. kata org, a picture can tell 1000 words, jadi pembaca mau bilang begini dan begitu, kan menurut persepsinya masing2 org ya….pasrah aza lah….he..he…..

  4. Dewi Aichi  30 March, 2012 at 20:16

    Wuaaaaaaa…bener kata mas Jc….jauh jauh ke sana…memang dolanan manuk….ck ck ck…..

  5. niki  30 March, 2012 at 18:07

    Aloha Mbak Lani,
    Piye khabare? apik2 wae? sudah balik ke Hawai?
    Yah memang Soth Island cantik viewnya lucu gunung dan danau sebelah kiri dan sebelah kanan laut unik kan
    orang2nya friendly sekali jujur dan lugu x belum banyak imigran?ga ada yg suka tinggal di bawah sana karena dingin dan no jobs,x di Queenstown. karena banyak turist,u ke franz Josef ga? bagus kan banyak gua2 es abadi
    I pernah ke south island 5x jadi tahu benar obyek2nya dari milford sound sampai ke Te Anau gloves worm n Queenstown yg cuma ramai kalu musim skying.Christchurch sudah sepi karena gempa orang2nya pada kabur
    nah sekian dulu deh i m back to work now cari duit lagi?? he he.

  6. Handoko Widagdo  30 March, 2012 at 16:01

    Foto nomor 47 itu manuke partnermu ya? Kok rambute wis brundul?

  7. Linda Cheang  30 March, 2012 at 15:46

    yah… sejejegnya Lani menulis, harus rela artikelnya dibikin ambyar, kesian, deh.

    sing sabar wae, Yu, hahaha….

  8. J C  30 March, 2012 at 14:15

    Lani, mana, mana, mana yang mengambyarkan artikelmu? Aku bilang sekarang sudah jelas dan mudheng bahwa di dapur ada pisang, ada urusan mengolah pisang, membelah pisang dan menyantap pisang tho. Ditambah visual, gambar, foto sejelas itu pisang yang dibelah. Makanya aku bilang, sekarang jueluas buanget bahwa di dapur itu ada kegiatan belah pisang… urusan kuda dan joki ya sudah dilupakan saja…

  9. Lani  30 March, 2012 at 13:55

    XA : yoooo……yg udah dibelah lo yooooooo…..xixixixi………

  10. Lani  30 March, 2012 at 13:35

    PEO : mmg sejak mulai ngoret2 jalan2 ini aku usaha keras utk nulis jejeg-jeg……tp tau sendiri, mau bagaimanapun jejeg-nya sll ada saja batu sandungan hahaha…..ada oknum2 yg ingin mengambyarkan artikelku ini hehehe…..tp aku seneng2 saja kok, soale klu semuanya jejeg malah ora rame….ora seru tur saru wakakaka…….
    Aku ikut seneng, dgn membaca kamu serasa ikut jalan2, ato malah membawa mimpimu?
    Mahalo udah mampir…..

    PAM-PAM : mmg disengaja kok, cm tampil sedikit2, nanti ada tampilan lagi, liat saja dan diperhatikan…..yg jelas no full frame…..hehehe….soalnya KAPU

    KANG ANUUU : ah, kamu itu lo kang, klu ndak keras di-obat2ke….klu keras trs jg bingung kesakitan…..sak-jane ada foto lainnya yg lbh bikin kamu ndleweeeer mengenai lingga ini….sampai aku elus2 je….tetep tegar ndak goyah hahaha

    MAS TOK : bener2 deh…mak erot kalaaaah jauh dgn lingga ini…….hahaha…..mahalo udah mampir ya

    MISS NGAING-NGAING : yoninya ndak ada, klu dipasangkan dgn pentulis mana tahaaaaaaan………hahaha….bisa2 di bluuuuuuur sama lurah Baltyra

    AKI BUTO : wah jiaaaaaan buto satu ini, mmg belagak pilon…..! melempar umpan kemana-mana…..utk mengambyarkan artikelku…..msh mencari trik2, utk mencari tau kuda joki, joki kuda…..nek tetep rung mudenk, use your imagination waelah……

    HAND : mmg indah bener lo……bebatuannya tersebar dibukit……jd utk menuju kesana hrs naik, turun, sampai gempor sikilku……semuanya jd ndak terasa krn saking indahnya……krn didampingi my special one hehehe……

    MEITA : naaah……pertanyaanmu itu lemparkan ke kang Anuuuuuu lbh tepat……pie iki kang????

    EL-NANO-NANO : foto2 msh banyaaaak……ditunggu saja sambungane, mahalo udah mampir….
    Lingga ini ada rimpelnya pas hampir diujungnya…….pokok-e persis banget dgn asline……hahaha

    MEITA : walah dalah…..pakai tindik, nanti malah nggejejeg ndak bs lemesssssss njur pie? Menurut pengalaman mas DJ dislentik njur turu……wakakakak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.