Pasta in the Bed

Kurnia Effendi

 

JUMAT:

Uci: Mooooo, ini akan dicetak cetakan ke-2. Kemaren baru 1000, nah aku mau dievaluasi lagi dong tulisannya… pls2. Karena akan disebar ke toko buku dan didaftarkan isbn di perpus… tulung ya Moooo…

Romo: Oke. Editor boleh memberi catatan? Butuh 1-2 halaman saja

Uci: Boleeeh

SABTU:

Romo: aku akan mulai baca Pasta besok ya. Hari ini aku mesti selesaikan buku memoar bersm banu

Uci: Oke. Emang gak ke Asmujo hari ini?

Romo: Aku gak bisa karena sudah atur jadwal dengan Banu pagi ini sampai malam. Kau yang sangat diperlukan di sana

Uci: Aku tumbang nih… sudah dua hari ini sedang menikmati bahwa sehat itu nikmat. Sakit itu waktunya menikmati rumah…

Romo: hehe, akumulasi dari kecapekan yang tak dirasa lantaran gembira mengerjakan sesuatu yang hebat. Selamat recovery

Uci: Yaya, salam buat Banuuuuu….

Uci: Moooo, di facebook ada pesan khusus tentang Pasta buat kita ber-2 dari tejo tuhhh… aku sebenernya pingin datang supaya tau apa pesan itu. Kau tau gak?

Romo: Belum baca, Ci. Nti kubuka deh. Ya, SR83 pingin bikin buku juga. Boby janji mau bahas ini dengan kawan-kawan. Kapan-kapan kita ke Bandung utk follow up apa yang mereka rapatkan…

Uci: Mungkin masukan Tejo untuk Pasta bagus juga untuk menyempurnakan cetakan ke-2, ini sudah disiapkan cetakan keduanya. Ada wacana buku akan jadi 83 tulisan… ini beberapa tulisan baru sudah mulai masuk…

Romo: Wah, makin mantaps dong. Dapatkan masukan2 lagi agar terbit sempurna…

Uci: Month, apakah tau siapa yang harus dihubungi di ITB kalau buku ini mau dimasukkan dalam ‘hadiah’ untuk para wisudawati baru?

Romo: Mestinya Purek III urusan kemahasiswaan. Tanya ke Ken Atik yang masih bagian dr kampus.

Uci: Menurutmu itu mungkin apa engga?

Romo: Sangat mungkin. Pertama: ITB 83`Berbagi memang suka berbagi, jadi jika formal tak mungkin pasti aka nada acara informal. Kedua: buku, menulis, membaca adalah bagian dari intelektual, masa rektorat menolak. Ketiga: selain kamu masih banyak yang militant sehingga bagaimanapun repotnya, kalian pasti berusaha.

Romo: Berapa jumlah wisudawati? Berapa lama cetak hardcover begitu? Cukupkah 5 hari? Kapan aku baca naskah susulan?

Uci: nanti kuemail

Romo: Oke manteps. Di rumah Banu lagi drop internetnya. Moga-moga nanti normal lagi. Oiya, wisuda itu msh maret n oktober ya? Lalu naskah sampai 83 batesnya kapan?

Uci: Kalau gak nyampe sampe 7 Maret, ya seandainya… ini dah masuk 2…

Romo: Iya, soalnya usia Feb hanya 29 hari. Ini juga karena tahun kabisat. Jangan dipaksakan bila tak memungkinkan. Tapi naskah sampai sejumlah 83 itu penting, agar terasa kompak dan solid. Dan siap ke toko buku. Kejar Andri, Ira, Enny Raras, Leti…

Uci: Kan masih penjajagan…

Romo: Uci, kirim dong foto kamu sedang berbaring berselimut sembari baca Pasta. Minta tolong fotoin siapa di rumah.

Email ke aku. Aku mau bikin catatan percakapan kita menyongsong cetakan kedua. Aku juga mau foto dengan buku Pasta. Kutunggu ya

 

Siangnya….

Romo: Uciiii, mana fotomu?

Uci: Nggak ada yang motretiiiin

Romo: Pake otomatis aja, pasti keren

Sorenya….

Romo: Walah, kok cuma bukunya aja, mana dirimu? Kalau foto seperti itu aku bisa bikin sendiri

Uci: Yeee, kan simbolisme…

Romo: O gitu, nanti catatanku simbolis juga ya hehe

Uci: Hahaha, boleh jugaaa….

 

4 Comments to "Pasta in the Bed"

  1. J C  2 April, 2012 at 10:18

    Terima kasih informasinya…

  2. Linda Cheang  31 March, 2012 at 19:00

    kalo ke Bandung, wajib ketemu aku, lho!

  3. Dj.  31 March, 2012 at 17:47

    Mendengarkan percakapan Romo dan Uci, duduk manis sambil makan pizza.

  4. Lani  31 March, 2012 at 13:31

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.